JURNAL PETUALANGAN KSATRIA SUROSENA (AGEN 005). KONTROVERSI MASA KORUPSI DAN MUNCULNYA TANDA AKHIR JAMAN III

Jurnal-Ilustrasi cerita Komik Petualangan ksatria Surosena (agen 005)  & Metamorfosis, by Tb Arief Z

TB Arief Z-art

kOVER KOMIK JURNAL PETUALANGAN KSATRIA SUROSENA. KONTROVERSI DI MASA KORUPSI & TANDA AKHIR JAMAN III.

Awal Tahun baru Januari 2013 melalui musim hujan yang panjang, dengan angin kencang, dan lemahnya proteksi dari resiko banjir

Sejak Desember 2012, memasuki awal tahun baru 2013, kedatangan musim hujan berkepanjangan yang turun deras dengan angin kencang melanda sekitar Indonesia.

Paling duluan nampak terkena banjir adalah ibukota Jakarta.

Dan yang menjadi pembicaraan di sekitar massa adalah pembahasan soal semakin buruknya tata kota Jakarta.

Termasuk akibat dari masa kegubernuran DKI Jakarta kemarin, sejak masa Sutiyoso-Fauzi Bowo, Fauzi Bowo-Priyanto. Di mana bahkan Fauzi Bowo/ Foke tidak mau mengaku ikut tanggung jawab soal proyek busway, padahal ia Wagubnya di masa sejak proyek busway di buat, hingga Wagubnya Foke, Priyanto bahkan mengundurkan diri di tengah masa jabatan.

Massa membincangkan soal semakin memburuknya tata kota Jakarta, dengan meninjau makin berkurangnya sarana saluran got, kanal, kali menyempit, dan berkurangnya drainase.

Dari Syarif Arifin, juga memperhatikan makin hilangnya empang-empang di Jakarta. Yang dulu pernah di lihatnya banyak terdapat seperti di sekitar kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Yang dulunya seperti wilayah khusus area tanah perkebunannya di Jakarta. Juga di pinggir-pinggir kota Jakarta.

Padahal keberadaan empang-empang ini sudah menjadi bagian dari ciri khas penduduk kota Jayakarta dulu, yang mulanya berpribumi dominan orang Sunda-Sedayu dulu di Jakarta. Memang kalau pribumi pertama di Jakarta, mulanya di sebut orang Sedayu, bagian dari peranakan suku Sunda yang tersebar di segenap tanah Sunda.

Di antara segenap suku Sunda, seperti suku Indian, terdapat juga beberapa jenis suku Sunda, seperti Sedayu (Sunda Jakarta), Baduy (Sunda Banten kulon/selatan), Banten, Sumedang/Kawali, Sunda Tasikmalaya, Cirebon,dll.

Seperti di Jawa, terdapat suku Mataram, Tengger, dll.

Seperti di antara suku Indian, terdapat suku Apache, Sioux, dll.

Syarif Arifin atau Ksatria Surosena termasuk turunan suku Sedayu ini.

Kemudian kota Jakarta juga di sebut berpenduduk heterogen. Di antaranya melalui urban, atau perpindahan penduduk, atau pernikahan misal dengan orang Jawa, Sumatera, Tionghoa, hingga bangsa barat dan Arab.

Mungkin jika di bandingkan dengan film The Last Mohikan, Syarif Arifin termasuk seperti tokoh Indian kaukasia suku Mohikan di antara suku-suku Indian, Long Riffle, ketika sempat di rekrut sebagai koboy dan menentang kolonial Inggeris. Dulu koboy seperti serdadu lepas sewaan Inggeris. Atau serdadu freelance, tapi naluri natifnya tetap sebagai sebangsa Indian.

Tapi bagaimanapun di jaman modern abad 20 m., ini Jakarta telah jadi berpenduduk heterogen, atau beraneka ragam suku tapi telah jadi warga DKI Jakarta.

Memang jika menurut UUD 45, pasal 18 BAB Otonomi daerah juga tercantum isi pasal, Pemerintah, MPR, DPR, bangsa-bangsa wajib memandang hak asal-usul istimewa kedaerahan.

Pasal ini juga di terjemahkan hak teristimewanya juga berhubungan hak otonomi/wewenang teriistimewanya milik hak Raja-raja di tiap kerajaan di segenap daerah Indonesia, di kedaerahannya masing-masing. Termasuk hak mendapatkan jatah mal/harta bumi teristimewa buat Raja-raja dan keluarganya, berdasarkan hubungan hak asal-usul istimewa kedaerahannya.  Di mana berdasar hubungan Jas merah asal-usul istimewa para Raja di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, Asia, dan internasional, Raja gunungsepuhnya ialah Kaisar Sultan Banten Darussalam, pemilik hak istimewa gunungsepuhnya (The elder mountain privilige sovereign).

Walau kecewa dan kontroversinya bagian rasa konsekuen hak asal-usul istimewa kedaerahan ini, nampaknya inkonsisten di dapat sesuai hak rasa keadilan di kenyataan kini.

Seperti Kaisar Jepang, yang bahkan ikut di tunjang dan di danai dari uang negara dan rakyatnya Jepang, mestinya Kaisar Sultan gunungsepuh Banten Darussalam yang bahkan hak istimewanya lebih tinggi di bandingnya, mestinya dapat jatah istimewa lebih konsekuen pembayaran hak istimewa Kaisar Sultan gunungsepuhnya.

Seperti hubungan, ketika Presiden RI pertama Soekarno di tanya jurnalis asing, kenapa Bapak justru suka membangun monumen? Dan jawaban Pak Karno justru simbol keistimewaan bangsa Indonesia yang perlu berat di wujudkan keberadaannya, sebagai tanda pusaka kebesaran bangsa negara.

Dan Indonesia bukan hanya negara sempat bersejarah komunis, tapi ucapannya Pak Karno, Nasakom, sosio nasional, keadilan sosial.

Cuma ironisnya, Jakarta kini juga terkena masalah kemacetan dan kepadatan penduduk teramat parah juga di hubungkan soal masalah banjir dan adanya usulan relokasi sebagian warga. Kemudian sempat dari massa memperhitungkan soal membatasi urbanisasi ke Jakarta.

Buat keturunan Sedayu, dan warga lama DKI Jakarta mungkin yang merasa aman dengan soal jika terhubung pembatasan penduduk DKI Jakarta, dan soal relokasi.

Jakarta, walau kota segudang masalah, juga ada segi buruknya, tapi tetap saja punya daya tarik membuat orang datang ke Jakarta.

Di mana warga Jakarta juga tetap punya rasa cinta pada kota Jakarta. Dengan beraneka aspirasi, juga bertujuan untuk mengungkapkan rasa cintanya pada kota Jakarta. Seperti orang Jakarta juga punya rasa cinta pada negaranya, Indonesia.

Di mana kagum juga melihat Pak Jokowi, Gubernur baru DKI Jakarta tapi bahkan sejak sebelum terpilih sudah menunjukkan perhatian besarnya pada warga miskin yang tinggal di pinggiran dan wilayah kumuh di Jakarta.

Di mana heterogen suku juga warga miskin di Jakarta. Bahkan termasuk di antara orang Betawi juga ada yang miskin.

Di mana justru di antara bumiputera Sedayunya mungkin nampak seperti melalui saja, karena berbagai sebab, di antaranya : lemah daya, atau bukan di bidang keterampilannya, berhubung sebagai staf SAR, dsb.

Atau misalkan seperti pernah di tayangkan di film buatan Amerika, di mana terdapat di perlihatkan semacam Indian shaman modern, di perlihatkan juga ia berpakaian ala modern, dan kegiatannya juga duduk di sofa menonton televisi. Tidak kasak-kusuk nampak giat seperti orang Indian dulu, tapi tetap punya bakat shaman mistisnya.

Dan seperti orang Indian yang juga terdiri dari beberapa suku, juga plural kepercayaan. Seperti misal di Indian Jawa dan Indonesia, tidak sepenuhnya percaya ramalan peramal suku Indian Maya, yang di sebut punya 6 jari tangan.  Orang Indian Jawa juga ada yang punya bakat shaman.

Walau sempat melihat pula, tapi juga sibuk dengan kegiatan masing-masing seperti orang Indian berusaha menjadi modern. Memang kebanyakan keturunan orang Sedayu dulu, rata-rata kelas antara ekonomi menengah.

Bahkan di keseharian juga terdapat kelompok sesama Betawi, berseteru, seperti misal antara FBR dan IKBR. Dan orang Sedayu juga plural sifat, seperti orang Jawa di pulau Jawa.

Namun, mungkin bersama warga lama Jakarta juga dapat bangga jika di golongkan status identitasnya sebagai orang Sedayu / Betawi, labelnya suku Jakarta.

Di mana mungkin juga sempat mendapat perlakuan sama, misal ketika bepergian ke kota/ wilayah lain, kemudian kerabat atau penduduk melontarkan ucapan, Dari Jakarta ya? atau kenalin, ini anak Jakarte.

Di unsur etnik Jakarta, misal di bahasa, seperti di Jawa, terdapat jenis-jenis bahasa halus dan kasarnya.

Jika kalau di Jawa, misal di sebut Jawa ngoko (kasar), dan Jawa halus. Di bahasa Betawi juga ada halus dan kasarnya. Misal menyebut saya dengan aye, ada yang sebut gue. Yang juga terdapat melalui hubungan sejarah kota Jakarta termasuk wilayah kesultanan Banten Darussalam, misal juga kemudian melakukan hubungan dengan kesultanan Gowa Tallo, maka muncul bahasa gue sebagai tambahan aye/ saya.

Di mana juga hubungan dengan sejarah maritim di kasultanan Banten termasuk melibatkan kota Jakarta sebagai kota utama bandar pelabuhan dagangnya. Dengan tanda sejarah perahu dulunya menggunakan kapal Sunda kuno, kemudian jung Demak, kemudian pinisi Jakarta. Di kasultanan Mataram pun demikian, setelah Sultan Mataram melakukan penghapusan kapal jung Demak, di gantinya pinisi Jawa. Maka perahu tradisional di Jawa pun menjadi berciri keanekaragaman pinisi Jawa.

Kota Jakarta yang dulunya bernama Sunda Kelapa (waktu masih jadi pelabuhan), di masa purba sejak kerajaan Tarumanegara, kemudian di masa penguasaan kerajaan Sunda-Pajajaran yang raja-rajanya bergelar Sura, lantaran masih keturunan peranakan Sunda-Suralaya / Sunda-Israil (sejarah tulisan Prof.Nina Herlina Lubis), bernama Surakarta. Kemudian di masa peralihan ke Islam, menjadi Jayakarta.

Tapi, ironisnya bahkan Raja-raja keturunan bangsa Israil, seperti Inggeris, Perancis, Spanyol, Jerman,Belanda, bangsa Israel, Eropa yang juga asal dari bangsa Israil, belum nampak nyata, (atau mungkin karena belum sempat mengetahui) dengan turut sertanya menghargai dan partisipasinya turut serta berperan konservasi hak privilisasi Kaisar Sultan Banten juga sebagai sisa Kekaisaran Islam sesama turunan Israil. Sebagai juga sisa Kaisar Sultan Israel, yang cuma berpindah tempat dari Yerusalem/ Bethlehem ke Banten, kemudian ke Jakarta.

Asal-usul kesultanan Banten juga ada hubungan arti dengan sejarah Bethlehem, ibukota kekaisaran Yerusalem/Israel.

Tapi di sebutan bahasa Sundanya menjadi Banten dari Bethlehem, seperti di lisan Jawa sebutan Suralaya (yang juga terdapatnya di wilayah Propinsi DI Banten ) dari Israel, sedari asal-usul masa purba. Berhubung juga Raja-Raja Banten juga turunan peranakan Israel sejak jaman purba.

Cuma bagian sejarah ini nampak kurang di perlihatkan, lantaran karena termasuk di wilayah negara berpenduduk mayoritas umat Islam, juga kontroversi dengan aksi-aksi ulah zionis Israel menjajah dan menindas di Palestina.

Di mana, padahal di AS, negara-negara Eropa, bahkan di internal warga Israel pun ada yang sama kontroversi tidak sepaham dengan aksi ulah agresi zionis Israel menjajah di Palestina.

Di samping juga khawatirnya / tenggang rasa dengan adanya rasa iri; atau hadangan terbesarnya justru dari politisi elit busuk berhubung upayanya berkedudukan kuat dan kaya sebagai penguasa melalui jalur kedudukan politisi nasional di negara Indonesia, bila jadi koruptor kebal hukum, mencurangi ekonomi mestinya sesuai hak Raja-raja dan rakyat sesuai hak penghidupan layaknya mestinya (ps 27 ayat 2 UUD 45), melalui kewenangan dan jaringan elit nasionalnya, karena di antara para raja-raja di Indonesia bahkan di Asia dan di antara Raja-raja Arabpun, cuma keluarga Sultan Banten dan Cirebon yang peranakan Israel sejak jaman purba.

Tapi keluarga Sultan Banten pun walau sebagai sesama keturunan bangsa Israel/ Eropa, juga bertolak dengan sifat tentara zionis Israel yang berbuat penjajah di Palestina, andai saja pasukan Israel yang kuat itu, atau dari segenetiknya pasukan AS, atau dari negara Eropa, Spanyol, Portugis, Amerika Selatan, bisa turut serta di gunakan dan mematuhi di bawah wewenang Sultan Banten yang juga Rajanya bangsa Israel dan Eropah, untuk di gunakan sebagai pasukan bantuan, turut menghukum para penjahat elit bangsa Indonesia.

Kasus penganiayaan TKI di Malaysia, di Arab, di Timur tengah. Dan tidak lagi menduduki, menjajah, mengusik, melakukan agresi pada penduduk Palestina.  Bahkan bisa bersedia di hukum oleh Kaisar Sultan Banten, jika melakukan pelanggaran HAM kejahatan kemanusiaan, di wilayah kerajaan Banten, seandainya saja fasilitas kerajaan Bantennya juga ada.

Padahal secara HAM internasional, hak kewarganegaraan internasional dari Ius Saunginis dan Ius Soli terdapat relasi soal konsekuensi kewenangan demikian. Bisa di gunakan melalui kewenangan untuk menegakkan rasa keadilan dan ketenteraman di muka bumi internasional.

Mungkin seperti perbandingan modern, dengan misal serdadu-serdadu AS, atau Inggeris ketika di tempatkan di luar negaranya, kemudian kurang di perhatikan ketelantarannya, di banding yang sudah berada di tempat negaranya yang makmur, berprasarana mapan.

Ironis juga kenapa sisa Kaisar Sultan Banten-Bethlehemnya bangsa Israel/ Eropa justru bila cuma bermukim dan punya rumah hanya di Jakarta misalkan, kenapa tidak sekalian punya rumah juga di wilayah bangsa Eropa termasuk di Amerika, sesuai dengan statusnya sebagai sisa Kaisar Sultan Banten/Bethlehem Suralaya Jawa. Padahal punya hubungan hak asal-usul istimewa kedaerahan.

Di masa Raja Purnawarman, Raja generasi Tarumanegara, mencantumkan program utama masa pemerintahannya untuk membangun saluran-saluran, melalui prasasti Citarum, yang dulunya terdapat di sungai Citarum, Bogor dengan cap jejak kakinya.

Bahasa Indonesia: Saya pembuat foto ini melepa...

Bahasa Indonesia: Saya pembuat foto ini melepaskan lisensinya menjadi Domain umum.Bkusmono 05:55, 16 Juli 2007 (UTC) (Photo credit: Wikipedia)

Kemudian cara tradisi Raja Tarumanegara berlanjut hingga masa kerajaan Pajajaran, bahkan kesultanan Banten, misal pada pentahbisan Sultan Banten Darussalam, di mana melalui prosesi di lantik dengan Sultan berdiri di atas batu.

Entah pula, apa maknanya. Mungkin juga berhubung dengan sebagai kholifah, juga amanat konservasi alam, di tandai dengan batu alam. Atau di dalam komplek istana kesultanan kanoman Cirebon pun dengan terdapatnya area batu Sunyaragi.

Atau meninjau peninggalan Raja Airlangga, dengan petirtaan-petirtaannya terbuat dari batu alam juga, candi-candi peninggalan dulu.

Seandainya Jakarta bisa juga di jadikan ibukota Kerajaan Islam Bethlehem (Banten-Suralaya Darussalam ibukota kerajaan pusaka internasional) dan Trowulan Jawa.

Jika mengingat bacaan sejarah di masa Nabi Daud, hingga Nabi Sulaiman ‘as., yang juga pernah menjadi Kaisar Sultan di dunia, terdapat babakan Nabi Daud hingga Nabi Sulaiman juga melakukan ekspedisi-ekspedisi perluasan wilayah. 

Catatan evaluasi buat bakal Pemilu 2014

Notes : Buat bakal pemilu 2014, supaya jangan terulang kejadian pemilu 2009 silam, mestinya partai berkuasa di masa pemerintahan kemarin yg sudah di cap buruk, tidak lagi di beri kesempatan di bakal pemilu 2014 kemudian, seperti Demokrat.

Juga jangan sampai ada lagi calon wakil2 rakyat seperti Primus, Jihan Fahira, Eko Patrio; dari PAN, Vena Melinda, Anas Urbaningrum, Nazaruddin, dan sejenisnya.

Dikurangi saja itu anggota DPR demikian, dan sekalian jumlah anggota DPR yang nampak makin bertambah banyak, buat tidak boroskan uang negara. Di samping kenyataannya tidak menghasilkan kemaslahatan, tapi berat mubazir, mudhorot buat tujuan mewujudkan pemerataan kesejahteraan dan memajukan rakyat bangsa dan negara.

Juga dengan orang2 PKS, yang plintat-plintut tiba-tiba menyatakan koalisi dengan partai Demokrat.

Dan ketika hendak di periksa KPK, lantaran di duga terlibat korupsi, malah dari perwakilan fraksi-PKS di DPR, melarang KPK memeriksa anggota fraksi-PKS. Atau juga ketika terdapat anggota Golkar yang juga di duga terlibat korupsi, hendak di periksa KPK, juga menolak.

English: Metro TV News Van at Merdeka Square, ...

English: Metro TV News Van at Merdeka Square, Central Jakarta. (Photo credit: Wikipedia)

Peristiwa Pemadaman Listrik di kota Jakarta sejak 16 Januari 2013

Sejak hujan bertubi-tubi berkepanjangan melanda kota Jakarta, menyebabkan banjir sejak kemarin, di tambah lagi banjir kiriman dengan di bukanya bendungan katulampa dari Bogor yang tidak mampu lagi menampung air hujan deras, di malam harinya, 16 Januari 2013  tiba-tiba terdapat peristiwa pemadaman listrik serentak di kota Jakarta.  Bahkan hingga lama sekitaran 3-4 jam.

Kemudian keesokan harinya, di malam hari juga pemadaman listrik serentak sekali lagi mengenai ke segenap rumah penduduk di Jakarta.

Menurut info yang di dapat dari tetangga, terjadi kebakaran di gardu listrik Cawang. Mungkin itu juga hubungan sebab musababnya pemadaman listrik di lakukan.

Di Qur’an tercantum ayat, ALLOH dan Para Malaikat turut serta Mengawasi keadilan di langit dan bumi, dan hujan deras turun lagi menyebabkan sejumlah titik di wilayah dan jalan transportasi kota Jakarta tergenang banjir.

Di samping akibat pengkhianatan korupsi, ketidakadilan,tumbuh menjadi kota heterogen kapitalisme zolim, mengabaikan, ada  tidak menghargai, mencurangi  dan membayar hak istimewanya bagian penghidupan layak Rajanya kota Jakarta, sebagai kota pusat perekonomian Indonesia setiap harinya di perkirakan jadi mengalami kerugian sekitar 33 miliar perhari.

Banjir juga ada di kaitkan akibat perbuatan korupsi, human eror, dan ketidakadilan.

Misal di tinjau dari perubahan tata kota, melalui peninggalan dari masa di antara gubernur DKI Jakarta sebelumnya.

Makin berkurangnya fasilitas drainase-drainase kota Jakarta, di antaranya juga di sebabkan pembangunan mal-mal yang di sebut dari buatan grup Ciputera, yang juga kolusinya Gubernur DKI Jakarta kemarin, Fauzi Bowo/Foke.

English: The emblem of Jakarta, featuring shie...

English: The emblem of Jakarta, featuring shield with image of Monas (National Monument),rice and cotton, wave of water, the Jaya Raya. (Photo credit: Wikipedia)

Terdapatnya usulan dan pro-kontra pemindahan ibukota Indonesia dari Jakarta

Di mana pernah terdapat pendapat yang membandingkan ibukota Indonesia dengan ibukota Amerika Serikat, di mana AS punya

MAP DKI JAKARTA

MAP DKI JAKARTA (Photo credit: Wikipedia)

Ibukota Washington dan kota pelabuhan dan multifungsi sebagai kota bisnis.

Tapi jika hanya di bandingkan dengan 1 negara AS soal lokasi ibukota, Indonesia bukan dominan mesti sama dengan 1 negara AS saja.

Melainkan, misal jika di bandingkan dengan Inggeris, yang juga negara yang punya pemerintah nasional dan kerajaan tua, juga masih terdapat gedung-gedung tua di negaranya. Bahkan Inggeris termasuk negara dengan kerajaan adidaya terlama di dunia.

Di mana ibukotanya, London juga terletak di dekat pantai pelabuhan laut lepas.

Di mana terdapat di suatu lukisan, London sebagai ibukotanya Inggeris pernah sempat di duduki oleh masuknya pendudukan kapal armada Belanda. Di kenal dari peristiwa sungai Thames.  Pelukisan ini juga menandai, bahwa armada Inggeris yang terkenal terkuat di dunia, sempat di kalahkan armada Belanda. Menunjukkan bahwa kapal-kapal Inggeris di masa jayanya di masa klasik, bukanlah yang terkuat, tapi sempat memiliki oposisi kuat dengan Belanda.

Bahkan hingga di film The Black Pearl, muncul mitos legenda kapal hantu terkenal, The Flying Dutchman.

Tapi, kapal-kapal armada Belanda yang pernah muncul juga sebagai terkuat di dunia, dalam sejarah pertemuannya dengan Indonesia, pernah pula ketemu batunya, sempat di kalahkan kapal pinisi kesultanan Gowa, atau Banten. Walau dalam sejarah dominannya Belanda dengan armadanya menduduki juga berabad di Indonesia.

Walau dalam pengakuannya, di sejarah, orang Belanda juga mengakui bahwa ketika di Hindia pun seringkali kewalahan menghadapi perlawanan gerilya berulang-ulang dari bangsa Indonesia.

Malahan terselip juga di sejarah, bahwa para akademisi atau orang-orang pintar Belanda yang baik justru turut serta partisipasi memberi advis dan motivasi pada bangsa Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa negaranya.

Seperti kata Profesor Belanda pada Soekarno ketika masih pemuda, Jika kamu mau bangsa negaramu merdeka, maka kamu harus giat belajar supaya jadi pandai. Bangsa yang pandai dan tidak mudah di bodoh-bodohi, tentunya tidak mudah di jajah akibat di bodoh-bodohi, di tipu bangsa lain.

Dan tentunya juga tidak asal pilih Pemimpin bangsa negaranya, hingga di banding realita kekinian di masa KIB, dengan penjajahan bangsa sendiri, banyak korupsi. Jika masih terdapat realita seperti demikian, artinya di jaman modern ini pun kita sebagai bangsa Indonesia belum pandai secara utuh.

Dan kemenangan armadanya Belanda pun karena berjumlah lebih banyak. Di mana waktu itu Belanda masih berupa 2 negara Belanda dan Belgia. Dan para kasultanan masih berupa negara-negara sendiri di Indonesia, yang juga terkena politik adu domba Belanda, Devide et Impera, di samping tentu saja kalah modal.

Di sejarah maritim di dunia, Belanda memang nampak keunggulannya. Bahkan tersebut sebagai pencipta kapal selam pertama di dunia, di masa klasik. Hingga kapal uap bermesin pertama, Oonrust yang bahkan penemuannya sempat di pakai ketika misi khusus untuk menaklukkan Sultan ayam jantan dari Timur, Sultan Gowa Hasanuddin, yang masih adik sepupu kesultanan Banten. Di mana kapal-kapal Oonrust juga di rancang dapat memasuki kali-kali. Mungkin juga telah di persenjatai senapan mesin pertama waktu itu.

Dari pertemuan sejarah dengan Belanda, di temukan hikmat, bahwa memang dengan kepandaian Belanda bisa menduduki di Indonesia sejak abad 16 m. Bahkan hingga mengalahkan saingannya Portugis di Asia Tenggara.

Bahkan dari Eropa pun, Belanda sempat membobolkan gawang pertahanan Inggeris di ibukotanya sendiri. Atau di sejarah sepakbola piala Eropa atau dunia, tetap perbandingannya tim Belanda nampak lebih kuat dari tim Inggeris.

Di mana kehebatan tim kesebelasan Belanda paling nampak di masa Kapten Ruud Gullit, Marco van Basten cs, dengan trik total footbal, trik bola-bola umpan melayang. Dan berpadunya Ajax dan PSV Eindhoven di tim nasional.

Belanda, ibukotanya Amsterdam, juga ibukota di bawah laut, yang di buat juga terdiri dari kanal-kanal dan sungai-sungai.

Walau, ketika di masa Batavia pun, sempat kebanjiran juga. Dan ironisnya pemerintah Batavia juga terdapat melakukan praktek korupsi, katebelece, kongkalikong.

Dan kejelekan orang Belanda di negerinya juga kurang merata peduli pada segenap keturunannya yang di tinggalkannya di Indonesia. Padahal asas kewarganegaraan Belanda juga Ius Saunginis, berarti azas berdasar keturunan.

Yang jadi warga biasa saja di tinggalkan, padahal ada juga keturunan keluarga putera mahkota kesultanan yang juga keturunan Belanda, seperti keluarga putera mahkotanya Sultan Banten, kesultanan yang paling pertama di kunjungi ekspedisi pertama Belanda ke Indonesia, sejak kedatangan Nakhoda Cornelis dan Frederic De Houtman dari Amsterdam.

Di mana terdapat temuan di masa modern ini, jika Raja Belanda, bangsa Belgia dan Sultan Banten (dari keluarga putera mahkotanya), sama-sama keturunan orang Belanda dulu/ Belanda sepuh.

Di mana Raja Belanda juga masih ada hubungan kerabat dengan Raja Inggeris. Dan ada kesamaan asal-usul sesama dari bangsa Eropa purba, Galia. Yang dulu sama pernah di jajah Romawi.

Ada masanya, seperti di abad 16 m., orang-orang kerajaan Belanda dan kesultanan Banten pernah bersama-sama merampok kapal-kapal Inggeris yang kaya.

Di mana kini, orang-orang Inggeris juga sudah terbagi menjadi bangsa negara Amerika Serikat, Kanada dan Australia.

Entah kenapa, jika menelusuri sejarah, nampak orang-orang Inggeris muncul sebagai kerajaan negara terkuat bahkan paling lama bertahan, di antaranya adalah karena kepiawaiannya menjadi kaya, dan mungkin karena kepandaiannya berdagang.

Dan di antara bahasa di dunia, bahkan di banding bahasa Arab yang menurut orang Islam mestinya jadi bahasa internasional umat Islam pun, yang populer dan bisa terjangkau di pakai di bahasa internasional adalah bahasa Inggeris.

Bahkan bahasa Indonesia pun, termasuk dari orang Inggeris yang membuatnya sejak permulaannya. Maka di Asia, bahasa Indonesia bahasa di Asia yang paling populer.

Tapi dari sejarah Belanda, yang menonjol adalah sejarahnya sebagai bangsa negara maritim yang hampir sama dengan Indonesia yang juga di kenal sebagai bangsa negara maritim.

Sayangnya ilmu kehebatan Belanda membangun negaranya di bawah permukaan laut, apa sudah sampai ke Indonesia, dari dasar untuk di ambil poin-poin yang berguna, misal perbandingan ibukotanya, Amsterdam di penataan ulang kota Jakarta. Ibukota yang sama dekat laut. Lagipula melalui sejarah, Belanda sebenarnya masih utang soal peninggalan pondasinya membuat  konstruksi kota Batavia kemudian jadi kota Jakarta.

Kini pun soal menanggulangi masalah banjir di kota Jakarta, juga memandang pada kemajuan di Kuala Lumpur, ibukota Malaysia. Di mana Kuala Lumpur juga pernah mengalami masalah banjir, tapi kemudian membuat gorong-gorong saluran bawah tanah modern.

Padahal jika melihat film-film asing, sempat terpikir juga, apa sejak masa kota Batavia yang arsiteknya juga orang Belanda, tidak sempat membuat gorong-gorong saluran bawah tanah di bawah kota Jakarta.

Cuma khawatirnya orang Belanda modern masih punya sifat dulunya, yaitu arogansi, jual mahal untuk memberi bantuan partisipasi.

Maka, kembali dengan semangat asal mula bangsa sendiri, ketika belum di jajah Belanda, yakni di perbandingan masa purba Tarumanegara hingga kesultanan Banten turut menguasai kota Jakarta.

Di mana bahkan tidak terdapat sejarahnya kota Jakarta kebanjiran, bahkan sejarah banjirnya kota Jakarta nampaknya justru sejak masa berdirinya kota Batavia. Menandakan bahwa orang Eropa belum tentu lebih pandai mengatasi soal banjir di tanah air sendiri.

Tapi pertemuan dengan sesama bangsa-bangsa negara bagus untuk  menjalin perkenalan internasional, memperkaya wawasan, menghubungkan tali silaturahmi sebagai sesama anak Bani Adam, tapi bagaimanapun akal sehat sendiri adalah utama.

Dan seumpama bagai orang Indian mungkin lebih mengenal alam tanah airnya sendiri ketimbang orang Eropa bangsa urban di tanah airnya.

Di mana seperti nampak di film The Last Mohikan nampak peranakan Indian-Eropa, Long Riffle ( si laras panjang) yang juga mewakili suku Mohican terakhir, nampak sebagai perantara di tengah orang Indian dan Eropa. Tapi karena setengah Indian setengah Eropa, jatuh cintanya pun pada perempuan jelita Inggeris. Tapi bersamaan juga dengan kecintaan pada tanah airnya.

Di kamus Webster di temukan keterangan, bahwa di masa 20.000 sm/bc, dulunya segenap Asia-dan benua Amerika itu kesatuan bumiputera.

Mungkin ada masanya belum terpecah-pecah menjadi negara-negara, masih kesatuan rumpun suku-suku bangsa Indian di Asia Pasifik, termasuk di Indonesia, yang masih terdapat peninggalan suku-suku bahkan tradisi purbanya yang juga mirip ala Indian dulu.

Menandai bahwa orang-orang Asia bumiputera di Asia-Pasifik/ Amerika dulu. Walau ironisnya antar orang Asia atau Indian pun di sejarah dulu juga pernah saling berperang. Hingga menyebabkan menjadi kerajaan-kerajaan dan negara-negara sendiri.

Kini, perangnya menjelma terhadap kekuasaan partai politik, atau dengan koalisinya yang juga melakukan manipulatif korupsi dan malah menyalahgunakan wewenang dan mengibuli amanat kenegarawanannya mensejahterakan dan membuat tenteram segenap rakyat.

Walau ironisnya, suku-suku yang masih primitif seperti di Papua, bahkan kadang masih melakukan tawuran antar warga. Perangnya juga perang primitif.

Long Riffle si Indian-Eropa ini juga termasuk sebagai golongan komandan koboy mula-mula di Amerika. Koboy dulu terdiri dari Indian Eropa, orang-orang Indian dan orang Eropa freelance, juga orang-orang Afrika yang juga sama antipati kolonial Inggeris atau Perancis.

Karena mereka tetap saja di sebut golongan orang kulit berwarna. Dan sebaliknya orang Eropa tulen juga di sebut Muka Pucat. Tapi itu sejarah dulu.  Bahkan kini pun orang Indian-Eropa berupa menjelma di antaranya sosok Val Kilmer, yang juga gemar melihat fashion dan perempuan-perempuan cantik.

Dari prasasti Raja Purnawarman di temukan bahwa beliau justru memulai upaya pemeliharaan kerajaan dengan memulai penataan saluran-saluran air, irigasi. Dan di mulainya di kali Citarum, Bogor.

Di sejarahnya dulu, kota Bogor terkenal sebagai kota hujan. Kali-kalinya besar bermuara dari sungai Citarum yang pangkalnya melintasi gunung-gunung.

Dari sungai-sungai yang besar, dulunya berair jernih kemudian oleh Raja Purnawarman di hubungkan melalui kali Ciliwung, hingga juga di buang melalui alur kali muara Teluk Sunda Kelapa/ Jakarta.

Jasa Raja Purnawarman sejak berabad-abad silam membangun terusan kali dari sungai Citarum ke Jakarta, bahkan di hubungkannya juga ke kali-kali tersebar ke segenap penjuru di sekitar wilayah Tarumanegara, simbol kerajaan pertama Sunda waktu itu.

Jasanya sebagai Raja bersama segenap orang-orang kakek nenek moyang Sunda dulu, besar dan berharga juga, bayangkan jika pondasi kali-kali terusan itu tidak pernah di buat, mungkin gubernur dan dinas pembangunan bahkan harus memulai dari lebih titik awal lagi, apalagi dalam menanggulangi masalah banjir.

Jakarta slumlife44

Jakarta slumlife44 (Photo credit: Wikipedia)

Tapi, situasi penataan di kota Bogor juga turut berubah. Dulunya telah di jadikan kawasan hutan, kini di jadikan komplek perumahan. Termasuk dengan terdapatnya kali di Citarum jadi penuh sampah, juga akibat warga baru di komplek perumahan yang baru terdapat sekitaran sejak tahun 2000-an.

Di Bogor telah berubah penataan kota, di Jakarta pun juga. Juga dengan ulah dari di antara warganya. Dimana di sejarah banjir kota Jakarta makin lama makin parah.

Di Bogor, korban banjir lebih parah, bahkan hingga rumah warga di sekitar kali Ciliwung, Sempur Bogor, turut hanyut. Kali Ciliwung arusnya sangat deras jika sedang musim hujan. Juga angin kencang di sana sejak dulu. Di Jakarta baru-baru ini saja.

Di kawasan puncak Bogor pun, makin di penuhi banyak vila. Kalau dulu, cuma keluarga Surosowan yang punya vila di puncak, Bogor, lantaran hak istimewanya sebagai keluarga Sultan Banten yang wilayah kekuasaannya juga mencakup Banten, Jakarta hingga Bogor. Itupun vilanya masih di lokasi yang bukan sawah, kebun, masih di pinggir jalan di Puncak.

Tapi kian masa kian memasuki masa kapitalisme, di mana orang jika sudah sukses jadi kapitalisme, tidak abaikan dan menghormati lagi hak sosial yang terdiri dari hak istimewa keluarga Raja di tanah air lokalnya, dengan alasan heterogen tapi efeknya semrawut.

Dulu, melalui uang warisan penjualan tanah di Bukittinggi, Padang, Nenek Yo menyempatkan membeli sebidang tanah buat rumah vila.  Nenek Yo memang ada tujuan pindah untuk dekat kerabatnya Surosowan, di Bogor. Walau juga sebenarnya rumah vila di Puncak itu bukan buat sembarangan gengsi seperti kapital OKB kini.

Tapi ada hubungan misi pekerjaan Kakek Lung/ Dr. Chaerul Saleh yang hendak membangun saluran irigasi.

Di istana Cipanas pun, Pak Karno bukan menjadikan vila pribadi, tapi termasuk istana negara, yang juga berlokasi di pinggir jalan, bahkan jauh dari area sawah, kebun, aliran sungai.


Dan kini, Inggeris yang beribukota London, dengan sungai Thamesnya yang bahkan jadi obyek wisata, dengan bangunan-bangunan khas bergaya Romantik, cirinya seni budaya klasiknya Inggeris, juga telah membuat semacam tanggul di laut lepasnya, untuk menanggulangi masalah ancaman dari pasang luapannya air laut ke ibukotanya, London.

Memang lain, buat kesultanan Banten, Raja lokal Jakarta mestinya, kadang jadi iri juga melihat perbandingan dengan London dan Inggeris, Raja bisa menggunakan wewenang istimewanya, dan wewenang istimewanya Raja, sama dengan instruksi otonomi yang berlaku di kekuasaan negara.

Hingga kota yang terdiri dari bangunan lama di padu dengan modern, menjadi kota kontemporer masih berdiri megah bak London dan Inggeris. Tapi, London pun sama dengan kota Jakarta, di masa kini pun juga mengalami masalah kemacetan.

Tapi di kota London sudah ada pula infrastruktur-infrastruktur modern, seperti jalur kereta yang bahkan menghubungkan ke segenap Eropa. Bersamaan munculnya penggabungan EURO.

Dulu pun sejak mula proyek monorel akan di buat, di mana dari kota Jakarta kemudian dapat menghubungkan ke segenap Jawa, sempat mendapat persetujuan dengan Sultan HB X, tapi nyatanya, cuma pondasinya saja di buat, kemudian bahkan di tinggal. Bahkan Gub Foke terindikasi melakukan manipulatif korupsi.

Dan di Inggeris pun demikian, publik meluapkan kekesalan krisis ekonomi pada monarki Inggeris. Bahkan mobil Rolls Roycenya Pangeran Charles sempat di tipuki dan di amuk massa.

Tapi, uniknya Pangeran Charles diam saja, seperti menerima protes dari rakyatnya yang mungkin benar terjadi kesenjangan besar, monarki nampak kerap berpesta, kaya raya, tapi rakyat miskinnya di abaikan.  Jika di Indonesia, lain situasinya, karena aristokrasi di Jawa pun sama miskin dengan rakyat, tapi pejabat elit nasionalnya yang kaya, dan korupsi di antaranya.

Seperti keluarga putera mahkota kesultanan Banten, nampak seolah di buat miskin, tapi menyatu dengan lingkungan rakyat, seperti moyangnya dulu, Maulana Hasanuddin/ P. Sebakingkin.  Karena tetap memegang ajaran supaya Raja manunggal Rakyat, Abhiseka manunggal kawula. Sabhaparwa.

Seperti masa Airlangga manunggal dengan Sabdo Palon, Naya Genggong, punakawan,yang justru terdapatnya di rakyat,  justru tradisi ini tradisi protokoler keamanan yang unik dari tradisi Jawa. Sabhaparwa.

Yang juga mengajarkan bahwa protokoler terbaik adalah menegakkan hingga mewujudkan rasa keadilan.

Justru bukan menciptakan protokoler yang membuat gap kapitalisme, hingga juga membuat jurang pemisah dan tidak peduli pada nasib rakyat miskin.

Ironisnya fenomena kapitalisme kesenjangan ekonomi ini malah di ciptakan pejabat elit nasional kini. Tapi, soal keadilan cuma di ucapkan di janji politiknya saja, bahkan sebagai amanat padahal, malah di manipulatif, di kenyataan malah berlaku kapitalis kibul menzolimi.

Memang aneh juga realita yang nampak di masa pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan penguasaan partainya Demokrat. Di mana justru di era pemerintahannya muncul lebih banyak kemunculan bencana alam, ada juga yang bilang seperti tidak di ridhoi dan tidak sesuai rasa ikhlas rakyat menerima pemerintahannya.

Apalagi kini juga bermunculan nama-nama calon kandidat Presiden masih adalah hingga isteri Presiden SBY, Ibu Ani Yudhoyono, hingga Aburizal Bakrie. justru mantan Menteri di masa KIB I, yang turut sebagai biang kerok di kejadian lumpur Sidoarjo-Porong, hingga menyebabkan buntut berakibat kemunculan banjir lahar dingin di Jawa Timur.

Menandakan bahwa kejadian bencana alam juga di sebabkan ulah dari oknum pemerintahnya SBY juga.

Di samping soal berkurangnya fasilitas-fasilitas drainase, sarana pemompaan air di kota Jakarta juga akibat pengusaha kolusinya partai Demokrat, seperti kolusinya Foke dan Ciputera.

Dan yang paling menonjol adalah akibat korupsi, hingga membuat urusan pemeliharaan, pengadaan infrastruktur, bahkan untuk mengurusi kesejahteraan segenap rakyat yang tertinggal soal ekonominya juga tertelantarkan akibatnya.

Intinya karena masalah ketidakadilan belum di tuntaskan, padahal terdapat firman ALLOH di QS Ali Imron : 18, ALLOH dan Para Malaikat Mengawasi Keadilan di langit dan bumi.

Munculnya  berbagai bencana alam juga akibat ulah oknum elit kapital, dan human error di kalangan oknum rakyat.

Dan penyebab banjir dari sudut penyebab lain, adalah akibat semakin terlalu padatnya pertambahan penduduk di kota Jakarta. Akibatnya juga karena pemerataan ekonomi, dan infrastruktur tidak benar merata.

Mengecewakan juga, Kurawa dulu, walau telah berlalu perang Bharatayudha masih muncul lagi  Kurawa modern.

Duryudana dan Dursasana si biang kerok Kurawa telah di matikan, tapi muncul lagi Batara Kala mewakili Kurawa baru, muncul dengan menyebarkan usikan, wabah, hama, teror kejahatan. Brahmana menjadi Ulama, dulunya sebagai Abiyasa dan Dewa Ruci lama-kelamaan dominan menjelma jadi Guru Durna modern, dan Sengkuni.

Orang-orang durjana muncul lagi. Dan Pandawa dulu pun menjadi semakin tambah usia, tambah tua, kian waktu juga aus jadi macan ompong. Tapi bila Kurawa saja bisa lahir lagi, kenapa tidak ada regenerasi Pandawa yang juga lahir kembali sebagai ksatria benteng.

Soal penanggulangan banjir, ada yang mengusulkan pembenahan kembali penataan saluran gorong-gorong kota. Atau memasukkan infrastruktur seperti JORR dari Malaysia.

Juga perbaikan pompa-pompa air di kota Jakarta. Dan yang kurang, adalah pengadaan antisipasi penanggulangan banjir dari laut, masuk ke kota Jakarta. Misal dengan penempatan infrastruktur waduk di dekat laut pantai Jakarta.

Di mana mungkin dari waduk laut pantai Jakarta juga bisa di salurkan ke kolam pengolahan air bersih, kemudian juga di jadikan saluran air bersih untuk di salurkan ke warga.

Lagi-lagi tanda manipulatif dari instansi pemerintah pada warga. Ada saja dari staf pemerintah mencari-cari cara rakus mengeruk keuntungan, padahal dari mengenai warga yang juga sedang di landa kemiskinan, sementara si staf pemerintah ekonominya sebenarnya sudah berkecukupan.

Di soal saluran air ke warga pun, seperti melalui PAM, anehnya kenapa tarifnya selalu naik ke warga. Bahkan lama-kelamaan air menjadi termasuk kebutuhan bertarif cukup mahal di Jakarta. Juga dengan di munculkan alasan perbandingan dengan di wilayah Afrika yang krisis air bersih.

Seperti nampak di kawasan Muara Karang, dan di Jakarta barat.  Tapi ada temuan kesalahan juga di area Muara Karang, karena berdasar namanya saja, dulunya wilayah ini area kawasan permukiman nelayan di kota Jakarta. Kemudian mulai bermunculan komplek perumahan yang makin bertambah.

Dan temuan Belanda menciptakan kapal selam mini yang dulu pernah di gunakan untuk mengatasi soal urusan pembersihan sampah di kota Jakarta, juga perlu di catat dalam agenda pengadaan kapal-kapal selam mini di produksi nasional Indonesia.

Bahkan di Indonesia yang telah bisa menciptakan robot. Mungkin perlu juga pertimbangkan usulan pembuatan robot kapal selam, untuk misi pembersihan sampah di kali-kali.

Terbersit juga pertanyaan, apa di kota Jakarta juga bisa di ciptakan lokasi kawasan Sungai Thames yang lebar dan terkenal, juga termasuk kebanggaan pariwisata kota London. Di mana juga terdapat lintasan dan stasiun kereta modern. Yang bahkan bisa menghubungkan transportasi ke segenap Eropa. Mungkin jika di Jakarta dengan ke segenap Jawa.

Di mana juga bertempat gedung-gedung bergaya budaya lokal, tapi juga berfungsi sebagai Museografik-galeri. Dan tempat hiburan umum.

Mungkin area yang terpilih di antaranya di sekitar situs kota tua Jakarta. Ironisnya di situs ini bahkan tidak terdapat nama Sultan Banten, Tirtayasa yang juga telah di angkat sebagai pahlawan nasional. Padahal Tirtayasa di penjaranya di gedung museum Fatahilah kini, yang dulu bernama kantor pusat pemerintah Belanda.

Atau kalinya misal di lebarkan jadi sungai, dan di namai sungai Tirtayasa, bak sandingan sungai Thames dari London yang terkenal. Walau mengenai situs dermaga kali Belanda dulu.

Juga sebagai monumen untuk mengenang motivasi Tirtayasa membangun dan mengembangkan tata kota hingga juga bermotivasi membangun pembenahan saluran kanal-kanal, membuat kota di kerajaannya jadi kota-kota benteng-benteng. Bak Salahudin membenahi Yerusalem, Jaffa, Kairo.

Bahkan Sultan Tirtayasa dulunya di catatan sejarah juga di temukan berteman dengan Raja Inggeris, Charles II.

Bahkan kota Jakarta dulunya juga sebagai kota pelabuhan besar/ kota syahbandar, juga telah di sisipkan area-areanya meliputi mana area bangunan-bangunan kota, area perkebunan, area sawah, area empang-empang, perhubungan saluran parit, yang dulu berasal dari konsep Tasikardi Sultan Banten Abdul Mufakhir, ayahnya Tirtayasa.

Di jaman dulu, kota Jakarta juga telah di gunakan termasuk sebagai pemasok devisa/ pendapatan terbesar buat kasultanan Banten Darussalam/ keluarga putera mahkota istana Surosowan. Di mana juga masih di bawah wewenang otonomi Sultan Banten. Tapi kini, kontroversinya realita itu telah berubah.

Dan realitas lain kota Jakarta di samping kini sebagai lahan hutan beton, adalah sebagai lahan pertanian / perkebunan sebenarnya termasuk subur. Tanam apa saja bisa tumbuh. Tapi kini, bahkan tanaman asal Jakarta ironisnya semakin jarang.

Contoh tanaman umbi Singkong dan Ubi jalar, yang di tanamnya dekat empang, pun makin jarang. Padahal singkong atau Ubi termasuk makanan tradisional rakyat, bahkan bergizi tinggi.

Singkong dulunya ibarat Sagu pengganti makanan tradisional pokok nasi di orang Betawi. Bahkan bisa di buat kolak. Kalau di Bogor, umbinya jadi kentang.

Tapi dominannya mungkin orang Jakarta lebih suka Singkong ketimbang Ubi.

Dulu Jakarta memang kota besar, walau tak punya lahan sawah padi, tapi punya alternatif kebun Singkong, khasnya Jakarta.

Bayangkan jika kebun Singkong di berdayakan lagi di Jakarta, kemudian di ekspor, supaya dunia tahu kota Jakarta di samping Metropolitan juga asal penghasil kuliner Singkong.

Hingga pernah ada pepatah, aku anak singkong kamu anak keju.

Tapi kenyataannya sejak kecil, Syarif Rafael doyan keju dan singkong.

Lampung sekedar tempat perkebunan sampingan.

Yang mungkin berguna sebagai sampingan lahan perkebunan kelapa sawit.  Padahal di kota Jakarta, kelapa sawit juga bisa tumbuh.

Dan jaman modern ini, proyek lahan sampingan bisa tidak hanya di tempat itu saja.

Dan jika kata kamus, kontemporer adalah juga penggabungan nilai-nilai modern dan tradisional. Di posmodern di ambil secara eklektik, atau nilai-nilai paduan kesesuaiannya.

Realitanya banjir bukan hanya di kota Jakarta, tapi juga di Banten, di Solo di jaman modern kini.

Agen 005-Surosena merasakan gejala bahaya Batara Kala dan di tengah hajat kemerdekaan manusiawi

Fundamental menamakan kelompok Islam, menjadi kehati-hatian agen Surosena. Bagaimanapun sesama manusia punya hak merdeka. Malahan di realitas keseharian ada kelompok fundamental seolah mengajarkan ke Islam, tapi jadinya diktatorial, tidak membiarkan fitrah manusiawi merdeka semerdeka-merdekanya.

Kelompok begini malahan jadi membuat  Islam menjadi label cap manipulatif & diktator. Kibul curang dan licik tidak adil. Biasanya kelompok begini di bawah ormas dan parpol, dan ada propaganda politisnya tapi di kedudukan pemerintahan yang korup. Sebagai jaringan antek pemimpin penipu hak-hak rakyat. Jahil modern berkedok Islam. Terorisme zolim. Sebenarnya termasuk golongan Thoffif atau orang-orang curang.

Maka sebagai agen Surosena tetap saja di posisi netral insani manusiawi.

Karena ada keseolahan kini kelompok label Islam, tapi juga menggunakan untuk kepentingan politis. Atau di bawah orang-orang Arab yang juga punya sifat kasar, kejam, semena-mena, tamak.

Padahal di Qur’an juga sudah tercantum firman ALLOH SWT., Tiada paksaan dalam agama. Laa ikroHa fiddiin. Demikianlah Islam sebenarnya, agama-din penjelmaan orang baik dan ikhlas (kesukarelaan).

Seperti kata Nabi SAW., pada ‘Ammar ra., ” Bagaimanalah kamu ikhlas dalam beragama Islam, wahai ‘Ammar.”

Kejadiannya lantaran Ammar dalam keadaan teraniaya, miskin, lajang, terembargo, kemudian di siksa oleh kaum Jahiliyah, antek elit pemerintah busuk, untuk meninggalkan Syahadatain kalimatilah.

Mendikte diktator, walau berkedok Islami, tapi malah berbuat manipulatif mengalihkan ke hal-hal bersifat dikte agama, dan mengenyampingkan pertolongan perikemanusiaan berdasar inti hajat sebab musabab masalah rasa keadilan.

Hikmat babakan siroh yang kebetulan masih di masa penjajahan dan penindasan kemanusiaan, juga menandai Nabi SAW., juga membela rasa kemerdekaan umat Islam, umat manusia.

Bukannya menolong, cenderung membayar hak-hak, berlaku adil malah tambah menyusahkan, manipulatif, membuat-buat tambahan masalah membebani.  Bukannya menolong memberi apa yang ikhlas / sukarela di inginkan kebutuhan.

Tapi di dasar hati imannya, tetap pada ALLOH SWT., sholawat ke Nabi SAW. Walau tak di ucapkannya, tapi hanya di dasar hati imannya.

Dan padahal di agama dan UUD 45 juga telah di cantumkan soal urusan utama yang perlu di urusi adalah soal hajat hidup. Seperti kenapa ALLOH SWT., ciptakan Hawa buat pasangan Adam yang kodratnya manusiawi.

Hikmat bahwa orang muslim yang termasuk benar adalah yang turut serta menolong perwujudan rasa keadilan inti hajat penghidupan layak.

Seperti sabda Nabi SAW., ” Jihad Utama adalah pernyataan keadilan,,,” dan di belakang kalimat sabdanya,”,,,terhadap penguasa zolim.”

Maka aneh juga sejak dulu, seperti mantan ketua partai Masyumi malah menjelek-jelekkan pemuda-pemuda yang di sebut dari kelompok sosialis-komunis, tapi orang demikian ketika menjelma jadi ormas, pejabat, malah membuat-buat penyampaian yang tidak di butuhkan ke urusan inti pembayaran hak-hak, menolong ke urusan inti hajat penghidupan layak.

Malah seperti di komik Asterix & Obelix, bagaikan Assurancetourix si penyanyi bersuara buruk dan pengusik sesama manusia. Yang bahkan bisa membuatnya tidak di percaya oleh publik sedunia.

Padahal Nabi SAW., juga bersabda,” Celakalah,,,siapa yang akibat perbuatannya mengusik tetangganya.”

Memang termasuk di tanda akhir jaman, terdapat pemimpin-pemimpin tidak bisa di percaya malah yang di calonkan, bahkan di angkat di kedudukan negara.

Memang terdapat pepatah, anjing menggonggong, Kholifah berlalu. Dan di belakang hari pula, di antara orang-orang jahil-jahat di tentukan bagaimana nasibnya setelah hari akhir, termasuk di pedulikan atau tidak di pedulikan juru Syafa’at, hingga regenerasi modern cucu-cucu juru syafa’at.

Atau hendak di pedulikan, tapi tidak seagama dengan agama yang di sampaikan Nabi SAW juru syafaat. Juga sukar di bantu pertolongan syafaatnya. Sedangkan kata hadits Nabi SAW., ” ALLOH SWT., tetap mengangkat umat Islam, walau imannya cuma sebiji sawi.”

Amanat utama di agama Islam berlaku adil. Mewujudkan rasa keadilan. Bahkan di hadits juga di sebut, sabda beliau SAW.,”Umatku di hari akhir di tempatkan di barisan terdepan, padahal ibadatnya paling sedikit, di antara umat nabi-nabi lain.”

Juga di sebut, perkara di poin utama di masalahkan di hari akhir, soal perkara keadilan.

Di mana segala amal perbuatan manusia juga telah di catat para Malaikat yang juga berjumlah banyak. Bahkan mudah lahir dari zat cahaya.

Kalau soal ibadah seperti di mata sekolah di bagian ada nilai katrolannya. Juga ada pertimbangan nilainya sebagai orang baik atau jahat, dominannya di mana.

Seperti syarat menjadi warga negara atau pun warga komplek, apalagi buat penghuni surga akhirat, tentunya dominan di pilih orang-orang baik.

Di jaga ketenteraman dan kesejahteraan bahagian penghuninya. Dan kemerdekaannya. Di mana juga berpelayan Malaikat. Mungkin, Insya ALLOH gambaran surga demikian.

Tapi tentunya sesuai tafsiran dari kisah surat Al-A’raaf, yang di ceritakan ALLOH SWT., menyuruh Malaikat bersujud pada Adam yang hendak di tempatkan sebagai Kholifah di muka bumi. Tentunya juga dengan melalui syarat sebagai kholifah yang benar ketika di bumi.

Wabah hama, penyakit, angin dingin, hujan kembali datang.

Batara Kala sebagai sisa putera iblis, sudah kesal dengan kehidupan di bumi yang masih ada.

Sengaja melalui konspirasinya di ciptakannya fenomena jaringan mafia korupsi. Ketidakadilan, kejahatan, kemunculan wabah hama.

Sengaja pula ia tahu masih terdapat keturunan ksatria Pandawa, di buatnya miskin tak berdaya, bahkan di khianati jatah ekonominya, hak istimewa kerajaannya, tidak beristeri sama sekali.

Sengaja di buat para korupsi berkuasa, menguasai harta kekayaan, alam, hingga menumbuhkan kapitalisme Kurawa baru, juga sebagai balas dendam pada wangsa Pandawa, hingga ke jaman modern.

Sengaja di turunkan semangatnya, karena jadi turun pula semangatnya ksatria piningit modern Pandawa mengadu tenaga dalam dengan Batara Kala.

Karena si putera Iblis khawatir dengan masih adanya sisa zat baru dari IlaHi, zat Nurbuwah yang terdapat di antara regenerasi ksatria piningit Pandawa modern. Dan sifat zat Nurbuwah di padu sisa inti tenaga Arjuna punya sifat lain, justru seperti sifat zat nurbuwah dan Arjuna mesti beristeri, di inti tenaganya, bila berhadapan Batara Kala si putera Iblis.

Dan Batara Kala tau, jika si ksatria piningit Arjuna modern yang masih muda, juga masih sensitif. Terusik, kecewa dengan mestinya jatah penghidupan layak, jatah hak istimewa yang malah tidak di dapatnya, maka malahan ia menggunakan tenaga dalamnya yang tak di ketahuinya Batara Kala memadukannya membuat bumi jadi gonjang-ganjing.

Menurut tulisan Jayabaya, ksatria piningit juga berasal dari balik gunung Lawu.  Jika di lihat di peta, gunung Lawu yang juga angker, bersebelahan dengan gunung Arjuna.

Menurut orang Malang, gunung Arjuna sesuai namanya dulu dekat lokasinya kerajaan Arjuna, Mandraka atau Trenggilingwesi (karena di Jawa terdapat satwa Trenggiling/ armadilo).

Jadi bisa berarti dari keturunan Arjuna juga. Di mana punya senjata pusaka Trisula. Dan Trisula itu kebetulan berbentuk huruf ALLOH SWT., dan termasuk senjatanya orang Sunda dan Jawa.

Dulu pulau Jawa bernama Jawadwipa. Berarti Pulau yang indah.

Dan kaya sumber energi dan kekayaan alam. Tapi, di tulisan buku Di Bawah Bendera Revolusi, Pak Karno juga menuliskan, kemawasannya akan jumlah pertumbuhan penduduk dan keberadaan penduduk yang sangat padat di Jawa, itu baru tulisan tahun 1960-an, apalagi kini.

Pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi, dengan pertambahan kepadatan penduduk itu juga bakal menjadi masalah di Jawa kemudian.

Tapi, ada juga di antara kerabat Pak Karno yang bilang, bahwa di antara kepadatan, dan nampaknya anak jalanan, pengemis, gelandangan juga terdapat sisipan orang Malaysia.

Tapi manusia juga di beri akal untuk mengatasi masalah di jamannya.

Pulau Jawa, dan Kalimantan adalah termasuk wilayah terdapat inti tenaga bumi. Di mana di Jawa terdapat puser bumi, di Kalimantan terdapat Khatulistiwa.

Dari inti bumi bisa bersambungan dengan titik-titik tenaga bumi di berbagai pelosok bumi, di mana di bumi terdapat pasak-pasak bumi yang telah di pancang melalui takdir ALLOH SWT, hingga ke galaksi bima sakti.

Di cerita wayang pernah di sebut soal pemindahan inti tenaga bumi dari Mahameru ke Semeru di Jawa, dan di Jatim juga terdapat Gunung Arjuna, bertempat di situs ibukota Daha, kerajaan Kediri dulu.

Di awal berdirinya kerajaan Mandraka di Jawa, Raja Arjuna melakukan ekspansi penguasaan di dunia, bahkan walau tanpa penggunaan kekerasan militer. Tapi juga karena pengaruh daya tarik atau siasatnya. Kemudian hingga regenerasi anak cucunya silih berganti meneruskan kebesaran kerajaannya, seperti melalui masa Kediri, Singosari hingga Majapahit, Pajajaran.

Kemudian di Cirebon juga dulu di sebut Grage, atau wilayah puser bumi. Jika di telusur koordinat ke utara lurus dengan Khatulistiwa di Kalimantan.

south jakarta

south jakarta (Photo credit: Shreyans Bhansali)

Sistim ganjil-genap Gubernur Wagub DKI Jokowi-Ahok

Setelah di berlakukan sistim ganjil-genap untuk mencari solusi mengatasi masalah kemacetan di Jakarta, terdapat kekhawatiran justru membuat di antara warga mencoba menambah kendaraan pribadi bernomor plat ganjil dan genap. Bahkan mungkin juga dengan menyuap polisi.

Kekhawatirannya justru makin menambah jumlah kendaraan pribadi di Jakarta. Dan di samping masalah dampak kesenjangan ekonomi kapitalisme tidak adil.

Tapi kontroversi juga dengan orang-orang demikian yang mau menambah jumlah kendaraan berplat ganjil-genap, tanpa ikut empati dan arogansi dengan soal mengatasi masalah kemacetan. Misal kenapa enggan beralih ke kendaraan umum yang terdapat taksi, bus, bajaj, ojek, dll.

Biasanya yang orang kaya yang berlaku demikian, kontroversi bukannya buat tergugah hatinya hingga berbuat menolong warga fakir miskin, di Jakarta, atau turut serta menciptakan pemerataan ekonomi di segenap daerah.

Merasa karena kaya merasa istimewa, padahal warga DKI juga ada keluarga putera mahkota Raja lokal kotanya (dari turunan Ratu Sultana terakhir kesultanan Banten, Ratu Kahinten), mestinya yang punya dan di dahulukan pemberian hak istimewanya bahkan, pun di keseharian sudah terbiasa mencampur antara menggunakan kendaraan pribadi dan umum, bahkan tidak semua punya kendaraan pribadi.

Kesultanan Banten itu justru yang Rajanya kota Jakarta. Tapi ironisnya terjadi kezoliman, di mana putera mahkota di biarkan naik kendaraan umum, miskin, tapi Raja dari daerah lain, seperti misal Sultan HB X kalo ke Jakarta mesti di fasilitasi naik kendaraan pribadi. Bahkan bukan hanya kendaraan pribadi, tiap layaknya Sultan juga di fasilitasi perusahaan, tempatnya di posisi bos direktur di perusahaan.

Padahal sama-sama punya hak Raja. Sama-sama keturunan putera mahkota. Sama-sama keturunan Raja Majapahit, Raja Mataram kuno, sama-sama peranakan asal Yogyakarta, dan hadiningrat Yogya. Sama-sama hak istimewanya berdasar pasal 18 UUD 45, BAB Otonomi Daerah. Tapi keadilan begini, tidak di hiraukan, di Jakarta yang telah di sebut heterogen tapi bernada kapitalisme zolim.

Tapi kenapa setelah bahkan jadi golongan keluarga putera mahkota kesultanan Banten, malah kena di bedakan jatah hak istimewa penghidupan layaknya mestinya.

Padahal menurut Jas merah, sejarah asal-usul istimewa kedaerahan, keluarga kesultanan ageng Banten Darussalam, apalagi Surosowan (dari keluarga putera mahkota), masih Bang Wetan dari silsilah kerajaan Majapahit, masih abang terhadap Sultan Yogya, HB X.

Dan masih dominan menggunakan kendaraan umum.

Tapi orang Jakarta yang merasa Jakarta telah jadi kota heterogen atau kapitalisme, mana peduli abaikan rasa keadilan soal itu.

Padahal kata Salahudin, seorang Raja yang justru mestinya di naikkan ke kudanya. Prajurit yang berjalan di bawah menjunjungnya.

Kalo si Raja sudah naik kudanya, maka baru bolehlah ada punggawa berkuda dan berjalan kaki. Dan bukan cuma Raja Inggeris yang punya hak istimewa di naikkan kembali ke atas kudanya.

Seperti di jaman modern ini, bukan cuma pernikahan Pangeran William dan Kate di junjung naik kudanya.

Tiap putera mahkota termasuk putera mahkota gunungsepuh kesultanan Banten, termasuk cucunya Saladin Sultan I Sarasen Mamluk, juga punya hak istimewa itu.

Lagi-lagi di soal permasalahan kenyataan rasa keadilan. Percuma orang di istimewakan, di puja-puja, di beri penghargaan berlebihan, sementara di kenyataan masih nampak ketidakadilan. Bagaikan paradoks. There No peace without justice, di pepatah Amerika.

Dulu juga Sultan Saladin memberi penghargaan pada Raja Richard, lantaran kedudukannya yang sedang di atas angin, sementara juga kasihan pada Raja Richard dan pasukannya.

Memang lebih indah, jika segenap umat Islam sejahtera, ekonomi, dengan pelaminan dan penghidupan layaknya, hingga juga melengkapi merasa damai tenteram di kegiatan beribadatnya., juga berlaku baik sebagai kholifah di sesama manusia.

Di mana bahkan, feodalnya Amerika Serikat, justru di masa kini status sebenarnya adalah adik kerabatnya keluarga putera mahkota kesultanan gunungsepuh Banten Darussalam.

Dengan keadaan Takdir ini, tentunya keluarga putera mahkota gunungsepuh kesultanan Banten Darussalam, juga perlu mempertahankan kecenderungannya berlaku dan belajar sebagai gunungsepuh ksatria Pandawa Jawa, Indonesia.

Seperti ucapan Pamannya, Peter Parker alias Spiderman, ” Di balik kekuatan besar juga terdapat tanggung jawab yang besar, mempergunakan kekuatan.”

Kali ini, Sang putera mahkota dari kerajaan yang telah terbenam, terpukul di hadapkan tanda-tandanya termasuk ksatria piningit, dari antara wangsa Arjuna dan keluarga besar Pandawa.

Di antara naga siluman sudah muncul lagi memperlihatkan tanda-tandanya di bumi. Naga yang Rajanya adalah Naga taksaka (naga brahmana) Antaboga. Dulu, Antaboga termasuk keturunan Batara Brahma, masih sekakek dengan Pandawa. Tapi sama penentang Batara Guru dari Suralaya akibat watak kejam kesemena-menaannya.

Antaboga pernah berjanji di hadapan Hanoman untuk menjaga putera-puteranya Arjuna. Bahkan ia telah melakukannya sejak lahirnya Bambang Wisanggeni hingga Angling Dharma, Prabhu Madrim penerus kerajaan Mandraka Arjuna.

Ada yang muncul di sungai di Kamboja. Ada di gunung Kidul (gunung selatan), Yogyakarta. Ada yang telah bermarkas di Jawa.

Tapi, karena sifat Naga seperti sifat satwa buas, apalagi naga, maka jadi seperti penjinak satwa juga bertemu dengan naga di antara keturunan Antaboga dan lainnya. Naga juga seperti jin, ada yang taksaka ada yang belum tentu.

Mungkin oleh para Raja Jawa dulu sengaja di sediakan cagar alamnya, bak adanya cagar alam satwa dulu. Atau keberadaan buaya di parit-parit benteng pertahanan  piaraan Majapahit waktu bermula jadi desa.

Di sejarah Jawa, terdapat kehebatan orang-orang Majapahit melatih buaya jadi piaraan dan bentengnya terhadap musuh.

Di masa ini juga muncul pendekar silat digjaya Jawa, Aria Kamandanu yang juga berpedang keris pedang pusaka.

Di mana para pendekar Tartar pun telah mengeluarkan pendekar andalannya, tapi tetap di kalahkan Aria Kamandanu. Aria Kamandanu juga yang kemudian menikahi Mei Shin, pendekar dari Tiongkok.

Maka kemudian di ilmu bela diri Silat terdapat masukan campuran ilmu bela diri Tiongkok.

Di antara sejarah regenerasi pendekar silat Jawa setelah Aria Kamandanu juga terdapat di antaranya menikahi pendekar Tiongkok.

Di antaranya Suta Caraka, mantan intelijen andalan Gajah Mada.

Setelah tugasnya usai mengatasi pendudukan pemberontakan Ra Kuti menduduki kedaton Majapahit, Suta Caraka enggan lagi mendapat tugas dari Gajah Mada, dan mengundurkan diri dari bhayangkari/ militer ( di jaman Majapahit, bhayangkari adalah pasukan khusus yang juga bertugas sebagai pengawal keluarga putera mahkota kerajaan Majapahit).

Ingin mencari bahagian kebahagiaannya dengan memboyong Liong Giok Pin dan Triwoh Kemangi (cerita Mata-mata Majapahit). Maka aneh juga jika masih ada yang permasalahkan soal diskriminasi misal pada ras Tionghoa, padahal ada latar sejarah ini, di mana juga terdapat artian, di pandang dari segi patrilineal (garis bapak).

Di mana sebagai sesama anak bangsa juga sebapak kakek moyangnya orang Jawa, Indonesia.

Dan termasuk teladan Bapak kakek moyang Jawa, Indonesia dulu mengambil perempuan-perempuan keturunan Tiongkok jadi isteri. Bahkan di antara lelaki Indonesia juga beristerikan perempuan Jepang, dan termasuk golongan suami yang baik di Jepang.

Kontroversi juga dengan terdapatnya kenyataan kini, justru di Jawa terdapat Bapak yang hingga mencabuli puterinya sendiri, atau anak-anak termasuk hingga bocah lelaki di bawah umur di cabuli.  Di angkat jadi Presiden, pemimpin negara malah jadi bigbos mafia korupsi. Jadi turut merusak citra lelaki Jawa, padahal di antaranya juga nampak yang baik.

Tapi masih banyak orang Jawa yang baik dan bijak, di mana simbol gunung Semeru dan gunung Arjuna, simbol pamong dan Raja ksatria Pandawa juga terdapat di Jawa.

Dan dulunya orang Jawa telah di cap dunia, sebagai bangsa yang bijak. Berfalsafah kesabaran dan ikhtiar walau sekecil apa pun akan berbuah hasil. Gemah ripah loh janawi tata tenterem kertaraharja. Di mana juga ada lagunya Koes plus, tanah kolam susu, tanam apa saja tumbuh di pulau Jawa.

Bahkan di Kalimantan orang bumiputeranya mengusir orang Madura, tapi masih menerima orang Jawa. Juga di Suriname dengan contoh teladan warga pertamanya yang juga terdiri dari orang-orang Jawa. Dan Suriname termasuk contoh negara berpenduduk sejahtera.

Tokoh ketua adat dan seniman sepuh orang Bali dulu ( anaknya Tjokot, perupa masa orla) juga pernah bilang, kalau gurunya juga orang Jawa (dari Malang). Bali juga pulau obyek wisata indah yang sudah di kenal dunia. Dan kecewanya pada para pelaku komplotan teroris dan bom penjahat kemanusiaan di sana.

Tapi, kontroversi juga kini dengan kemunculan oknum penjelmaan jaringan wabah hama Batara Kala, dan kedurjanaan Kurawa.

Karena jika terus di bhayangkari atau militer di waktu itu, juga ada pemberlakuan aturan prajurit tidak boleh poligami.

Atau prajurit yang menikahi puteri bangsawan waktu itu juga bisa di permasalahkan di militer jaman Majapahit.

Karena jika sudah demikian, artinya prajurit tersebut sama dengan sudah mendapat hak istimewa termasuk sebagai golongan bangsawan. Di khawatirkannya timbul rasa iri dengan sesama prajurit. Di samping inti khawatir besarnya adalah lantaran jadi prajurit di nasib kesejahteraannya juga.

Dulu, Raden-raden Jawa, Sumatera, segenap Indonesia termasuk pernah jadi prajurit. Menandai, bahwa sejak dulu, sebenarnya keluarga prajurit di Indonesia banyak.

Tapi, biasanya di Jawa dulu, keprajuritan di rekrut dari pendekar, atau keturunan pendekar. Dan siapa masuk keprajuritan juga di latih ilmu kependekaran.

Di mana bila di Kuba ada sosok terkenal gerilyawan Dr. Che Guevara, di Jawa ada sosok Jenderal Gatot Soebroto yang juga nyentrik, tapi baik dan dekatnya dengan seniman. Bahkan ia juga berambut gondrong, berkumis dan berjanggut, mengenakan topi baretnya seniman, tapi seragamnya Jenderal. Bahkan ia juga merokok cerutu mirip dengan Che Guevarra, gerilyawan pro kemanusiaan jujur, di titik netral agama. Walau Jenderal tapi suka ketenteraman.

Bahkan ia menjadi sosok figur Jenderal idola dan teladan perwakilan nyata negara bangsa merdeka Indonesia, berprinsip jurdil, ketimbang Jenderal-jenderal hipokrit, tapi nyatanya juga mafia korupsi, dan nyatanya tidak merakyat.

Dan kebanyakan orang Indonesia, hampir sama dengan orang Cina, di mana dulunya juga mewarisi bakat sebagai pendekar / prajurit. Mirip dengan orang-orang Mamluk dulu, atau Sarasen.

Di mana di propinsi Cina tempat awal permukiman umat muslim di Tiongkok, namanya juga propinsi Shaanxi.  Di mana di propinsi Shaanxi juga terdapat unta khas Tiongkok. Di mana juga terdapat masjid pertama di Tiongkok, masjid Shaanxi, yang bahkan sudah berdiri sejak abad 7 masehi. Mungkin juga orang Mongol ada rasa iri dengan Cina, karena Islam baru masuk ke Mongol di abad 13m. Maka di masa Kaisar Yuan kesekian melakukan pendudukan ke propinsi Shaanxi.

Dan yang dapat untung kemudian penduduk Jawa, termasuk dengan di jadikan mitra oleh orang-orang Tiongkok melalui kedatangan armada Chengho. Dan Majapahit telah berselisih dengan Tartar/Mongol, di mana juga turut pernah menyelamatkan orang-orang Tiongkok korban penjajahan pendudukan Mongol di Tiongkok. Tapi, yang di lawan waktu itu adalah penyimpangan penjajahan, penindasan dan kejahatan kemanusiaannya.

Ironis di sekitar abad 13 masehi, umat Islam di Tiongkok, malah kena jadi korban oleh pendudukan Kaisar terakhir dinasti Yuan (dinasti turunan Mongol),  di mana penduduknya di bantai, dan anak laki-lakinya di kebiri, termasuk Chengho. Maka ketika ke Jawa, banyak orang-orang armada Chengho memilih menetap di Jawa, dan di Sumatera.

Di Jawa kemudian mendirikan kesultanan Demak, latarnya karena merasa di perlakukan semena-mena oleh Prabhu Majapahit, Kertabhumi yang juga bapaknya pendiri Demak, Raden Patah, atau Senopati Jimbun.

Raden Patah atau orang-orang Demak, atau suku Moro pertama di Asia, mulanya bahkan merasa sebagai orang Jawa, ketimbang orang Cina, walau asalnya di kampung halaman lainnya masih pribumi asli Cina, ketimbang kekaisaran Yuan, hingga menjadi Sung, walau sempat di selipkan dinasti Ming (Rajanya kemudian juga masih turunan dinasti Mongol), yang kemudian juga musnah.

Dinasti kerajaan di Cina tidak pernah bertahan, lantaran Raja-raja terakhirnya juga masih turunan dinasti Mongol. Maka wajar jika bumiputera penduduk di Cina cenderung memilih sistem komunis di nasionalismenya.

Tapi di Jawa, karena Majapahit dan Pajajaran adalah duet sisa kerajaan besar di Indonesia, yang bahkan pernah menguasai Asia Tenggara, maka di Indonesia awalnya memilih bentuk Negara Republik nasakom sosio-nasional.

Di samping kerajaan besar di Indonesia adalah juga simbol pusaka bumiputera Indonesia, dan masih mendapat belas kasih rasa keadilan yang masih di miliki penduduk Indonesia, bahkan di internasional.

Karena di mayoritas sejarah internasional, Raja-raja Kaisar Prabhu Majapahit dan Pajajaran dulu ketika menjadi penguasa dan penjajah pun sebagai penguasa dan penjajah terbaik.

Di mana dalam catatan sejarah internasional bahkan wilayah, negara-negara yang pernah di kuasainya pun sukarela di kuasainya oleh Majapahit dan Pajajaran, padahal kerajaan-kerajaan besar lainnya seperti contoh Inggeris atau Belanda, Jepang sampai ngotot menjajah, bahkan pakai kejam menindas, sewenang-wenang, korupsi, di sebut nekolim, menjajahnya keterlaluan jahat.

Atau tanda dari film Braveheart.

Dan negara-negara dan wilayah yang pernah di kuasai di jajah duet Majapahit-Pajajaran dulu juga meninggalkan peninggalan kemajuan dan berarti, seperti pada Singapura, Malaysia, hingga di kawasan Cina Selatan, kota Kanton (Hongkong) dulunya pernah di kuasai Majapahit. Atau di Kamboja dengan peninggalan Angkor Wat, pusaka seni budayanya Kamboja.

Hongkong jika di uraikan, mungkin terdiri dari kata Han, nama penduduk asli/ pribumi dari Tiongkok dan gabungan Jung, kedatangan perahu Jawa ( perahu cadik Majapahit yang juga di sebut jung).

Dan di masa keprabon Majapahit, di sejarah juga di sebut pernah keprabon Majapahit hingga melakukan perjanjian diplomatik di sekitar kawasan Cina Selatan, di mana perahu-perahu cadik Majapahit juga telah melintasi laut Cina Selatan melakukan perdagangan di sekitar kawasan Cina Selatan, hingga melakukan pendudukan.

Kemudian Majapahit melakukan perjanjian politis dengan kubu kekaisaran Tiongkok (yang waktu itu juga masih di kuasai dinasti Mongol-Jubilee).

Dan orang-orang kelompok pergerakan Ming, dari rakyat pribumi Tiongkok juga waktu itu di sebut menganggap Kaisarnya justru bukan yang berkedudukan di Tiongkok (dari dinasti Mongol), tapi Prabhu Majapahit. Juga berhubungan babakan sejarah tersebut.

Karena di dukung bumiputera/ jong Tiongkok, maka Kaisar Yuan jadi pernah memberikan hak kekuasaan Hongkong pada keprabon Majapahit/ alias kekaisaran Jawa.

Makanya hingga kemudian Inggeris dari Jawa, kemudian juga mendatangi hingga ke Hongkong. Di mana Raffles duta Inggeris ke Jawa juga sangat gemar mempelajari sejarah Jawa.

Dan justru dari perkenalan dengan kapal-kapal jung cadik Majapahit menghasilkan ke pengembangan menjadi kapal-kapal jungnya armada Chengho.

Jika di perhatikan seksama, kapal jung cadik Majapahit juga di pakai oleh armada tradisional Sriwijaya, dan mirip dengan konstruksi kapalnya armada Chengho.

Tapi, di Indonesia, kapal tradisional yang paling unggul adalah jenis pinisi dari Sulawesi. Maka juga kemudian mempengaruhi perubahan kapal-kapal di Jawa dan segenap wilayah Indonesia. Keunggulannya adalah di kecepatannya. Maka juga mempengaruhi hingga pembuatan kapal-kapal modern di Indonesia.

Di pelaut Bugis dari Sulawesi, Majapahit ketika pernah menguasai Sulawesi, meninggalkan peninggalan ilmu sandi katak. Di mana pasukan maritim Majapahit juga bernama pasukan katak.

Mungkin karena dulu pasukan Majapahit kuat, juga masih punya ilmu silat/kanuragan jurus katak buat pasukan lautnya, jadinya bisa di gunakan melompat dari kapal ke kapal.  Sandi katak juga mirip kode morse di kepanduan Pramuka.

Jurus silat katak kemudian juga masuk ke Sunda. Seperti Prabhu Siliwangi mula belajar dan mendapatkan ilmu silat 10 siluman macannya dari kitab kuno Jawa Timur.

Hal-hal sejarah ini termasuk bagian melengkapi ilmu bela diri silat yang berasal dari Indonesia.

Tapi Suta Caraka kemudian mendapat pertanyaan tawaran lagi dari Gajah Mada, ” Benarkah Suta ?”

Teringat agen James Bond ketika di tanyakan oleh Kepala dinasnya, kemudian berakhir dengan lagu Never say never again. Fans juga pada karakter James Bond, agen 007, dan Ian Fleming.

Teringat, Om Wilson berkata pada almarhum bapak, di sekitar masuk tahun 1990-an, lebih baik mulai sekarang kamu jangan mengaku kalo saya adik kamu.

Kita sebenarnya masih sekekerabat. Di masa kerabatnya masih menjabat Ketua CIA, di mana AS di masa kepresidenan George W Bush senior, memulai agresi invasi AS ke Irak di masa perang Teluk I.

Seperti ucapan intelijen yang juga kadang bertrik berbohong.

AS yang negara adidaya, tetap saja abangnya orang Jawa.

Dan di jaman dulu pun sudah terdapat kajineman don yuan dari Majapahit.

Tapi, romantika juga senantiasa kedatangan muncul permasalahan demi permasalahan.

Demikian juga yang sedang di alami, bahkan oleh regenerasi anak manusia di jaman modern ini. Yang kemampuannya pun masih di bawah para orang tua, leluhurnya dulu.

Seperti undian di antara para hadiningrat Mataram, apakah mampu tumbuh kembali bagaikan Panembahan senapati atau Raden Mas Jolang yang jomplang.

Kali ini yang nampak tanda-tanda Batara Kala, putera Iblis dengan berbagai manipulasi kejahatan, korupsi, ketidakadilan mendominasi.

Batara Kala si sisa biang Kurawa juga telah jadi musuh bebuyutan, walau sejak lama usainya pralaya Bharatayudha, lantaran ketidakadilan, wabah hama kejahatan terus muncul lagi dari jaman ke jaman.

Sedangkan wangsa putera raja manusia, Santanu ke Pandawa Arjuna bagaikan manusia lemah tak berdaya. Bahkan dalam pertumbuhannya juga mendapat gizi buruk bahagian sejahtera kemanusiaannya.

Padahal telah di tunjuk oleh Yang Maha Kuasa, IlaHi Robbi, kepada kholifah di muka bumi adalah manusia. Tapi kali ini kalah oleh Sang putera Iblis yang telah berganti meraih kekuasaannya bertakhta di jaringan elit kepemimpinan putera Iblis di muka bumi..

Brahala-brahala kamuflase Batara Kala bergerak di berbagai sudut bumi. Banyak dan siluman di antaranya.

Di Porong-Sidoarjo, melalui konspirasi jaringannya telah menyebabkan luapan limbah lumpur. Hingga berakibat banjir lahar dingin di Jawa Timur.

Lakon jamus kalimasada kini bertambah lakon lain. Bertambah kompleks masalahnya.

Tapi Indonesia dan mawayang juga bagaikan kesatuan jiwa yang terus melekat.

Sebagian siluman Batara Kala berupaya menggeser lempeng bumi seperti yang terdapat di Sumatera.

Kadang ketika musim panas berkepanjangan, teramat sangat, hawa panasnya pun terasa bagaikan hawa Iblis.

Kemudian berganti musim hujan dengan angin teramat sangat kencang.

Banyaknya siluman Brahala Kala ini di antaranya di serang Surosena. Maka kejadian perang siluman terjadi, di antara realitas sudut mistis.

Surosena beradu ajian tenaga dalam dengan kubu Batara Kala. Membuat tarik-menarik perubahan situasi. Hingga mempengaruhi tarik-menarik climate change.

Susah payah Surosena mengeluarkan ajian inti tenaganya. Tapi inti tenaganya juga belum terkerahkan segenap daya.

Dengan inti tenaga dalamnya Surosena menggerakkan bumi mendekati matahari.

Tapi sisa-sisa kumpulan awan yang tebal masih terhimpun.

Batara Kala dengan jaringannya juga melakukan konspirasi mengusik, dengan bermacam cara alternatif. Di antaranya melalui cara pengkhianatan, embargo dari sesama manusia.

Yang bisa di pengaruhi melalui jalur oportunis, kedudukan politis.

Walau lagi-lagi mencurangi rasa keadilan, amanat pembayaran hak-hak seadilnya.

Walau ksatria piningit juga manusia, di khianati bagian ekonominya juga mempengaruhi sifat kemanusiaannya. Terhubung juga dengan keikhlasannya sebagai ksatria dan manusia.

Surosena karena sempat kesal, sempat menggerakkan bumi kembali bergeser jarak dari matahari.

Ada juga harapannya, dari ketidaksengajaannya, justru jarak bumi dengan matahari juga jadi tidak terlalu dekat. Karena bahaya juga jika terlalu dekat ke matahari yang memiliki sumber energi panas api yang besar.

Kembali ke persembunyian jarak aman di rumah Surowononya, setelah sempat bertempur dengan jaringan siluman putera Iblis, Batara Kala.

Jaringan siluman putera Iblis, Batara Kala teramat banyak. Pula dengan penjelmaan pemerintahan-pemerintahan Kurawa modern.

Dan di mana itu Gundala, Godam, Sembrani, Kapten Halilintar, Avengers, Autobot. Mungkin kini tiap mereka sibuk juga dengan urusan hak cipta, selebritisasi kepopuleran dan jual mahal persatuan liga keadilan dan liga kemerdekaan.

Di antara sistim-sistim antara sosialis, komunis, kapitalisme, monarki, maka dari golongan kerajaan tentu masih cenderung ke kekuasaan otonomi istimewa kerajaan.

Dan di Indonesia, sejak founding father sebenarnya dengan bentuk negara Republik sosio nasional Indonesia, sistim bentukan kekuasaan Indonesia mestinya Kerajaan Republik sosio-nasional atau kerajaan Republik nasakom.

Tapi ironisnya di jaman modern terjadi inkonsistensi, korupsi kewenangan otonomi berdasar UUD 45 dan korupsi kekayaan negara.

Walau kedatangan bencana alam, climate change/ perubahan iklim, tapi juga terasa lancang jika manusia menyalahkan pada ALLOH, dan para Malaikat.

Sedangkan bisa jadi kedatangan musibah seperti bencana alam juga akibat kesalahan dari ulah oknum manusia di antara manusia.

Yang bisa jadi akibat termasuk ulah oknum antek jaringan penjelmaan putera Iblis, Batara Kala.

Dan ulah sifat kejahatan Batara Kala si penyebar wabah hama, virus SARS, merajalelanya kejahatan, korupsi, ilegal loging, perusak keseimbangan alam, penguras sumber daya alam; termasuk minyak bumi, penyia-nyia penggunaan bahan bakar, termasuk bensin, gas.

Padahal amanat utama dari ALLOH SWT pada manusia ketika di bumi, adalah di soal urusan dan pertanggungjawaban kekholifahannya di muka bumi.

Sementara Iblis dan Batara Kala si putera Iblis sedang mempersiapkan kebangkitan Dajjal. Monster bawahannya yang berkekuatan ghoib besar.

Di suatu tempat, di mana di perkirakan markas pusatnya adalah di sekitar segitiga bermuda.

Di ucapan Nabi SAW., menyebut ciri-ciri Dajjal seperti, di sekitar jidatnya terdapat tanda Kaaf, Laam, Ya seperti huruf Arab.

Ada pula yang menerjemahkan tanda-tanda berdasar huruf Arab Kaaf, Lam, Yaitu ada kemiripan dengan kiasan tanda segitiga.

Di antara partai yang bahkan sedang berkuasa di masa KIB, simbol partainya menggunakan segitiga, adalah partai Demokrat.

Ada juga yang menerjemahkan segitiga sebenarnya adalah simbol sebagai penunjang, lantaran terdiri dari segitiga sama sisi, dan berputar.

Tapi tidak di temukan makna sebagai penunjang demikian di kenyataan dari partai Demokrat.

Maka kecenderungan terjemahan pun di alternatif terjemahan negatifnya.

Di mana di AS pun terdapat jaringan kapitalisme yang menggunakan simbol segitiga. Juga di simbol bendera zionis Israel.

Tapi, orang Syi’ah malah menyebut terjemahan, bahwa isi Al-Qur’an berjumlah 6666 ayat juga di buat oleh kelompok Ulama Dajal. Dengan tanda 6666 ayat, di mana Syi’ah Qur’annya berjumlah 10.000 ayat.

Padahal di hadits Nabi SAW., belum di temukan menyebut, bahwa termasuk tanda Dajjal angka 6.

Dan terdapat juga dugaan, bahwa seperti keberadaan ormas FPI, atau jaringannya juga bawahan Habib-habib Arab, di baliknya ada hubungan jaringan dengan partai Demokrat.

Di mana ormas FPI di antara ulahnya juga mulai di rasa mengusik rasa kemerdekaan dan ketenteraman penduduk di negara merdeka Indonesia.

Orang-orang FPI memasalahkan pornografi, tapi orang-orangnya juga melindungi dan mendatangi pelayanan panti pijat plus-plus, yang juga mendanai dan melayani ormasnya.

Menghancurkan hingga seperti di Kemang, bahkan tempat penjual minuman anggur, tapi waktu menghancurkan pabrik miras, ikut menyita dan menengggaknya di antara anggotanya. Padahal jenis mirasnya bukan tergolong anggur.

Dan anggur dengan miras bukan anggur itu ada bedanya. Di mana jika anggur dapat jadi obat jika sesuai takarannya sesuai pada pasien jenis kebutuhan medisnya (3 gelas sehari), atau bir hitam seperti Guinnes, juga untuk cuaca dingin, apalagi di malam hari keluar angin.

Tapi orang Jawa juga ada membuat minuman jahe. Tapi juga ada yang kebutuhan medisnya cocok dengan anggur, tapi juga dengan takaran. Ada juga yang bilang sehabis minum anggur, kemudian tidur esoknya badan segar (buat penyegar tubuh), melalui pengalamannya dan kecocokan rasanya.

Kalau di ayat agama, haramnya khomar di terjemahkan jika sampai memabukkan.

Atau di banding kasus daging ular, padahal ular termasuk jenis satwa bertaring, berkuku yang di jenis di haramkan. Tapi karena buat obat buat pasien yang memang sesuai kebutuhan medisnya, di bolehkan (ikhtilaf).

Sama saja seperti perkara opium buat obat pereda sakit/nyeri yang di tanam di Pakistan. Sama saja di perkara rokok, yang malah pernah di katakan oleh perwakilan dari pemerintah pada kretek, padahal yang kretek itu yang justru lebih mudah membuat cokelat gigi, karena tanpa filter.

Tapi di buat-buat untuk menaikkan lagi, bahkan pada harga rokok filter nasional. Padahal tembakau Indonesia ladangnya banyak, bisa di tanam di mana saja, juga buat filternya.

Padahal rokok dari tembakau termasuk barokah dari hasil tanaman, yang bisa berkembang, dan tidak seperti minyak bumi. Dan tembakau juga bisa berguna sebagai obat. Ada juga shaman Indian yang menggunakan asap rokok sebagai teknik pengobatannya.

Justru mestinya stop kenaikan lagi harga rokok filter nasional. Orang belum bisa berhenti merokok, tapi di paksa berhenti, atau dengan manipulasi tertentu, sama saja kejahatan kemanusiaan atau termasuk idealnya pelanggaran HAM.

Munculnya tamak juga hal kontroversial.

Dan Nabi Muhammad SAW., juga bersabda,” Janganlah melarang sesuatu yang belum layak di larang.”

Bahkan sesepuh Kiai NU juga pernah bilang, kalo soal rokok, makruh. Aneh juga ada yang memasalahkan sesuatu yang tidak patut di permasalahkan.

Dan Syekh Syafi’i (Ulama madzhab Syafi’i) mengatakan, bid’ah (buatan) ada 2 jenis, bid’ah hasanah (buatan yang baik) dan bid’ah dholim (buatan jahat).  Yang bid’ah hasanah di perbolehkan, dan yang bid’ah dholim yang di larang.

Atau di hubungan sirah nabi SAW., ketika pamannya Hamzah ra., juga menenggak sejenis anggur, kenapa tidak pernah di larang beliau SAW.

Dan Hamzah ra., juga menenggaknya lantaran sudah kebiasaan dan kecocokannya minum anggur, bahkan sebelum masuk Islam hingga beragama Islam.

Dan sehabis tiap ikut berperang fisabililah, Hamzah ra., masih melakukannya.

Dan bisa jadi Hamzah ra., melakukannya bukan buat bermabukan, tapi mungkin melalui menenggak anggur juga sebagai obatnya, karena di lakukannya tiap habis ikut berperang fisabililah.

Sudut ini misal di hubungkan dengan risalahnya (kajian ilmiah dengan hubungan sumber Islam, melalui Kitabulah Qur’an atau hadits; siroh nabawiyah).

Sunda Kelapa

Sunda Kelapa (Photo credit: drhenkenstein)

Ada saja buatan jaringan siluman Batara Kala menyusahkan umat manusia. Hingga juga menyelipkan Kurawa-kurawa, monster buto ijo modern.

Umat manusia mau merdeka, tapi malah ada saja muncul usikannya. Dan usikan hadangannya dominan di soal dapat duit. Atau pada perempuan cakep, juga di bisiki Iblis dan syaithon untuk enggan menikah, atau ketika memilih pasangan malah menimbulkan bibit ketidakadilan hubungan ketidaktenteraman. Lantaran khianatnya pada dzuriyah, sedangkan di dzuriyah ada zat nurbuwah yang di jaga malaikat. Sedangkan di ayat Qs Ali Imron : 18, ALLOH SWT dan para Malaikat mengawasi keadilan di langit dan bumi.

Kata Nabi SAW., sumber asal bencana termasuk dari perempuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s