JURNAL PETUALANGAN AGEN 005 SUROSENA KRONOLOGI KERAJAAN SARASEN 2

TB Arief Z-art

Sampul Petualangan agen 005 Surosena : Kronologi kerajaan Sarasen, by TB Arief Z-flamming art

Jurnal petualangan agen 005 Surosena. Kronologi kerajaan Sarasen – Bab 2.

Salahuddin menunda masuk ke kota suci selama dua hari, menunggu hingga tanggal 2 Oktober 1187 atau bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 583 H.

Tanggal itu merupakan tanggal saat Nabi Muhammad SAW., melakukan Isro Mi’roj (perjalanan menembus langit untuk bertemu ALLOH SWT dari Masjid Al-Aqsho yang terdapat di Yerusalem).

Di kota ini, Salahuddin lagi-lagi menampilkan sikap yang adil dan bijaksana,

Masjid Al-Aqsho dan Kubah Batu (Dome of Rock) yang sempat di jadikan markas ordo Templar dan gereja Kristen, segera di bersihkan.

Namun demikian, Gereja Makam suci tetap di buka dan ia tetap mempersilahkan umat Kristen untuk melakukan ibadah dan aktifitas di situ.

Demikian juga kaum Yahudi tetap di persilahkan beribadah dan melakukan aktifitas sewajarnya.

Kebijakan ini sempat menerima tentangan dari pendukung-pendukungnya. Namun Salahuddin berujar,” Muslim yang baik harus memuliakan tempat ibadah agama yang lain !”

Salahudin sendiri tidak tinggal di istana yang megah. Ia justru tinggal di masjid kecil bernama Al-Khanagah di via jalan Dolorossa, dekat Gereja Makam Suci.

Kantornya terdiri dari dua ruangan berpenerangan minim yang luasnya nyaris tak mampu menampung 6 orang yang duduk berkeliling.

Salahuddin sangat menghindari korupsi yang sering menghinggapi raja pemenang perang dulu, jika kini pemerintah nasional.

Setelah Salahudin menguasai Yerusalem, jadi Palestina, maka kota suci dari tiga agama Yahudi, Kristen, Islam, ini tidak berpindah tangan dari penguasa muslim hingga abad ke-20, setelah Perang Dunia I.

Ketika daerah Palestina di kuasai Inggeris dan akhirnya di serahkan pada kaum Yahudi untuk di bentuk sebagai Negara Israel.

Jika menilik asal-usul sejarah Palestina ini, memang dari Masjidnya pertama, Baitul Maqdis atau di sebut Bethlehem oleh lisan orang barat, Nasrani, Yahudi, di dirikan oleh Nabi Ya’kub ‘as., (Prophet Jacob), puteranya Nabi Ishak. Dimana juga terdapat makamnya Nabi Ya’kub, bapaknya Nabi bangsa Israil, dan Eropa.

Tapi di Palestina juga terdapat situs Masjid Al-Aqsho, tempat keberangkatan peristiwa Isro Mi’roj Nabi Muhammad SAW. Juga terdapt tempat  kelahiran Nabi Isa ‘Alaihissalam. Jadinya memang tempat tiga agama samawi yang masih berkekerabatan putera-puteranya Nabi Ibrohim ‘as.

Cuma di Palestina nampaknya kurang bisa menjaga toleransi keberagaman antar agama yang cuma 3 bahkan masih samawi sekekerabatan, di banding misal di Indonesia, dengan toleransi 5 keberagaman agama, Islam, Nasrani Protestan, Katolik, Hindu, Budha. Bahkan hingga sekitar 60-an tahun Indonesia merdeka. Walau baru-baru ini sejak awal tahun 2000, hingga kini, dengan kemunculan aksi terorisme, ormas FPI jadi merusak terpeliharanya harmoni ketentaraman antar umat beragama 5 yang di akui negara Indonesia. Di mana ada pula yang menyebut bukan karena soal latar agama sebenarnya, melainkan akibat dari buatan politik.

Pertemuan Raja Richard Si Hati Singa dan Salahudin tua

Nampak melintas rombongan pasukan berbendera Singa. Adalah pasukan Raja Richard.

Ketika melintasi tempat pandai besi di mana Bailan kembali ke pekerjaannya semula, Richard sempat menanyakan apakah ia puteranya Sir Gotfried.

Tapi Bailan menjawab, ” Bukan.”

Rombongan prajurit itu pun meneruskan perjalanan.

Di usia tuanya, Salahudin juga berhasil mempertahankan Yerusalem dari serbuan prajurit Kristen pimpinan Richard ” Si Hati Singa.”

Richard mengepung Yerusalem hingga dua kali, yaitu bulan Desember 1191 dan Juni 1192.

Richard juga tercatat sebagai sosok prajurit paling berani. Tubuhnya kekar atletis. Bahkan ia pernah lantaran frustrasi misi perangnya gagal, kemudian menantang terang-terangan mengajak duel pada Salahudin tua.

Tapi pasukan Sarasen tidak ada yang menanggapi, juga Salahudin. Yang juga berkata, Saya sudah tua.

Di bulan Juli 1192, sepasukan muslim menggerebek 12 tenda pasukan kristen termasuk tenda Raja Richard I, di luar benteng kota Jaffa.

Richard yang terusik segera bangun dan bersiap tempur. Pasukannya kalah jumlah 1 : 4. Tak peduli, Richard berjalan kaki menyongsong mengikuti pasukannya menyongsong musuh.

Salahuddin yang melihatnya, bergumam dengan tenang pada saudaranya, al-Malik al-Adil,” Bagaimanakah seorang Raja berjalan kaki bersama prajuritnya? Pergilah, ambil dua kuda arab ini dan berikan padanya.

Katakan padanya, aku yang mengirimkan untuknya. Seorang laki-laki hebat seperti dia tidak seharusnya berada di tempat ini dengan berjalan kaki.”

Fragmen di atas juga di catat sejarawan kristen dan muslim sebagai salah satu pencapaian tertinggi Salahudin al-Ayubi sebagai ksatria. Walau berada di atas angin, ia tetap menginginkan pertempuran yang adil bagi musuhnya.

Bahkan terdapat juga cerita, Salahudin sendiri hingga menyusup ke tenda Raja Richard, mengirimkan obat padanya, ketika sempat terkena panah oleh prajurit Perancis.

Namun karena Salahudin mampu membuat Richard frustrasi dan akhirnya kembali ke Eropa dan tanpa pernah menyentuh tanah Yerusalem.

Salahudin meninggal pada Maret 1193 di Damaskus.

Para pengurus jenazahnya sempat terperangah  karena ternyata Salahudin tidak mempunyai harta.

Ia hanya mempunyai selembar kain kafan lusuh yang selalu di bawanya dalam setiap perjalanan dan uang senilai 66 dirham Nasirian (mata uang Suriah waktu itu) di dalam kotak besinya.

Untuk mengurus penguburan panglima alim tersebut, mereka harus berhutang dahulu.

Ksatria Surosena yang menyaru, turut mengambil kantung koceknya yang ada. Kemudian ikutan menyelipkan rasa penghormatannya ke kotak amal untuk urusan penguburan Salahudin.

Kemudian diam-diam melesat lagi mencari tempat persembunyian.

Kasultanan Mamluk

Sultan Mamluk I, kiranya ialah Salahudin al-Ayub.

Setelah di bangunnya benteng-benteng tinggi di sekitar Mesir, yang juga untuk melindungi putera mahkota termasuk di masa Salahudin, takhta kerajaan Mamluk di kembalikan pada putera mahkota Mesir yang sah.

Melalui penaklukan Salahudin, kerajaan Mamluk yang berpusat di Mesir, telah menguasai Mesir, Libya, Palestina, Antiokia (Israel utara kini), dan Suriah.

Mesir, walau terkenal sebagai negara berkota Debu, tapi dengan daulat kerajaan Mamluk, juga menguasai aset-aset kekayaan alam yang besar. Seperti misal Libya yang kaya hasil minyak bumi.

Di sejarahnya, kesultanan Mamluk mulanya menurunkan takhta kembali pada putera mahkota Mesir, tapi di sejarah genetiknya kemudian menjadi bagian dari dzurriyah keturunan sulung keluarga sayidina al-Husain ra.

Sejak peristiwa tragedi Karbala, jenazah puteranya sayidina Hasan ra., dan Husain ra., sempat di bawa ke Afrika. Hingga untuk melindungi keluarganya dari Raja Bayazid kemudian pendiri dinasti Umayah, juga bermukim di sekitar Afrika.

Lantaran di tepi batas Mesir, sekitar sungai Ismailiyat, bertemu dengan kaum Syi’ah yang di usir oleh Sultan I Abbas, dari Irak, membuat pula pertemuan dengan kaum Syi’ah di Mesir.

Kedatangan utusan Italia, Marcopolo ke Perlak, Indonesia di pertengahan abad 12 m.

Sejak dulu, Nusantara Indonesia telah terkenal sebagai penghasil rempah-rempah berkualitas utama di internasional.

Karenanya hingga membuat Marcopolo, duta penjelajahnya Raja Italia, juga mendengar perihal wilayah Perlak.

Marcopolo juga punya misi menjelajah ke timur. Hingga dari Gujarat, ke Perlak. Kebetulan kebanyakan wilayah yang di singgahinya juga masih wilayah-wilayah umat Islam di timur.

Marcopolo kemudian tiba di Perlak.

Di catatannya Marcopolo juga mendapati wilayah Perlak sebagai wilayah yang berperadaban, dan nampak damai di waktu itu.

Bahkan toleransi juga nampak terjaga.

Marcopolo juga melakukan perjalanan hingga ke pedalaman Sumatera. Di mana ia juga masih menemui terdapatnya suku-suku primitif di pedalaman selatan.

Bahkan perjalanan Marcopolo di Sumatera, merasakan lebih tenang, ketimbang ketika melintasi sekitar Arab, India.

Bahkan ketika di wilayah Arab, Marcopolo nyaris kena di pancung. (Di film Marcopolo).

Rupanya Marcopolo justru berceritanya merasakan dan melihat alam pemandangan di Sumatera yang indah. Pegunungan alami, udara bersih.

Dan telah nampak pasar-pasar di Perlak. Yang juga di datangi pedagang dari sekitar India dan Arab.

Masa ketika Kerajaan Kediri menguasai 2/3 wilayah Indonesia

Di awal abad 12 masehi, masih kerajaan Jawa dari Kediri yang dominan nampak menguasai wilayah Indonesia, sebagai penguasa oposisi Sriwijaya di Asia Tenggara.

Kerajaan Sriwijaya masih terkuat kedudukannya di Sumatera, walau mulai muncul kesultanan Perlak. Tapi yang nampak lebih kuat adalah kerajaan dari Jawa, Kediri yang menguasai hampir 2/3 Indonesia.

Wali-wali Islam sebenarnya sudah masuk ke Jawa, sejak abad 9 masehi, tapi masih merupakan warga minoritas di Jawa.

Misal di abad 9 masehi dengan tanda terdapatnya masjid di sekitar Sunda, Jawa Barat, di wilayah kerajaan Banjaran.

Hingga terdapatnya peristiwa Raja Borosngora dari kerajaan Panjalu (Tasikmalaya) yang tiba-tiba dapat ilham pergi naik haji ke Mekah.

Bahkan di tandai dengan terdapatnya makam Fatimah binti Maimum, di Leran, Gresik yang masih berhuruf Arab kufi, atau huruf awal kaligrafi Islam.

Tapi, di kerajaan Hindu pun terdapat tradisi kuat yang mewajibkan Raja mesti beragama Hindu. Karena berhubungan juga dengan keberadaan pendeta-pendeta/ brahmana Hindu, hingga ilmu kanuragan yang terdapat pula unsur mistisnya.

Sejak masa agama Hindu pun sudah ada ibadat seperti puasa mutih, tapi khusus buat yang menuju ke olah kanuragan. Bahkan di puasa mutih hingga tidak di perbolehkan makan daging sama sekali, gula.

Hampir sama dengan agama Budha yang jadi agama kerajaan Sriwijaya. Makanya hingga muncul Hindu Tantraya di Jawa.

Makanya Wali dulu yang di datangkan ke Jawa, hingga Wali khusus yang juga berbekal ilmu kanuragan, dimana Walinya juga melibatkan kalangan bangsawan dan orang Indonesia. Di mana bahkan Wali-wali Indonesia juga melakukan samadi, seperti tapabratanya olahkanuragan. Jadinya mencampur antara Islam dan peninggalan kanuragan dulunya dari Indonesia.

Tapi, justru membuat Wali-wali Indonesia, seperti Walisongo hingga menjadi Wali pimpinan internasional. Karena dulunya juga kuat dan sebagai da’i juga penolong. Bahkan sempat ketika di antara Raden Majapahit yang telah beragama Islam, tapi kemudian juga  menjadi Berandal lokajaya, sempat di biarkan para Wali, dan masih belum di anggap keterlaluan.

  • Berdirinya kesultanan Samudera Pasai / Pase.

Nusantara Indonesia, sejak dulu melalui lintas hubungan dagang deDi Jawa, terjadi perang saudara antar wangsa Singosaringan Afrika, pedagang Arab, Asia, telah terkenal sebagai penghasil rempah berkualitas.

Bahkan pedagang dari Arab, Gujarat, India sering bepergian ke sekitar wilayah Indonesia untuk membeli hasil rempah-rempah, kemudian di dagangkan lagi ke Timur tengah, bahkan hingga ke Eropa.

Lantaran rempah Indonesia punya kekhasan sendiri, bahkan termasuk produk berkualitas utama yang di cari di dunia internasional.

Kerajaan Fatimiyah juga mempunyai jaringan di kerajaan Perlak.

Sejak lama, Perlak terbagi 2, kerajaan Perlak luar dan Perlak dalam. Dan mengalami pertentangan antar kerajaan.

Yang satu kerajaan Perlak beraliran Syi’ah dan satunya lagi kerajaan Perlak beraliran sunah.

Maka dari Gujarat, Kapten Nazamuddin al-Kamil mendatangi Mohrat Marah Silu, dari bangsawan kaum sunah.

Tujuannya untuk mengenyahkan afiliasi kekuasaan Fatimiyah di Perlak.

Mohrat Silu bahkan di masukkan ke kelompok serdadu Sarasen cabang Sumatera, Indonesia.

Mohrat Silu mengumpulkan juga pasukannya dari Batak Gayo.

Misinya untuk menggempur kerajaan Perlak.

Dalam perang beberapa waktu, Marah Silu dan pasukannya merebut kekuasaan.

Sejak itu, Mara (Mohrat) Silu melalui Kapten Nazamuddin al-Kamil di nobatkan menjadi Sultan. Dan beliau merubah gelarnya menjadi Sultan Malik al-Saleh.

Karena Marah Silu tertarik dengan pemandangan pantai yang di sekitarnya berupa pasak karang yang dekat gunung, maka menamai kesultanannya Pase.

Lama-kelamaan menjadi kesultanan Samudera Pase atau Samudera Pasai.

Adapun Kapten Nazamudin al-Kamil meneruskan perjalanan untuk misi penaklukan wilayah Kampar (Riau). Dan Sultan Malik al-Saleh tidak berani lagi membantu Kapten Nazamudin meneruskan misi ke Kampar.

Tapi di misinya Kapten Nazamudin menemui kegagalan, bahkan mangkat.

Wilayah Kampar ini nantinya di kuasai Singasari hingga Majapahit, atau orang-orang Jawa, kemudian dengan orang-orang Bugis.

Bahkan di Jambi, melalui Singasari hingga Majapahit, orang-orang Jawa dominan menguasai Jambi.

1292 m., kerajaan Baghdad di duduki pasukan Mongol

Kerajaan Baghdad dari dinasti Abbasiyah mendapatkan serbuan dari pasukan Mongol yang masih di bawah masa pemimpinnya, Jengis Khan. 

Wilayah Baghdad berminggu-minggu di jarah rayah oleh pasukan Mongol.

Bahkan hingga banjir darah di kota Baghdad, lantaran pasukan Mongol nyaris membantai segenap penduduk di Baghdad.

Pasukan Mongol juga meneruskan ekspedisinya hingga di Suriah.

Di Suriah juga di jarah rayah pasukan Mongol berminggu-minggu.

Jengis Khan juga memimpin pasukannya menduduki Cina.

Orang-orang Mongol berasal dari suku nomaden, tadinya terpencar-pencar kemudian di persatukan oleh Jengis Khan, sepertinya rasa kebenciannya lebih besar pada bangsa Cina.

Karena sempat pada suatu masa, negara Cina melalui kerajaannya melakukan penutupan hubungan dengan Cina. Termasuk menutup hubungan dagang buat orang Mongol berhubungan dengan bangsa lain.

Apalagi orang-orang Mongol ini hidupnya juga miskin sebagai bangsa nomaden yang rata-rata terbiasa hidup di wilayah bersalju yang keras. Kemudian merasa seperti mendapat perlakuan diskriminatif juga dari bangsa Cina.

Di mana di masa dulu pun juga sempat di anggap ancaman oleh kerajaan Romawi, sebagai simbol negara adidaya Eropa dulu.

Dan ketimur tengah, justru merasakan kekasaran dari orang-orang Arab.

Maka karena pula belajar hidup dari alam liar, perburuan, merasa di diskriminatif, di kucilkan oleh bangsa-bangsa lain yang hidupnya berkelimpahan tapi bakhil, orang-orang Mongol juga jadi berlaku kejam di masa dulu.

Kisah sejarah dulunya orang-orang Mongol, mungkin hampir mirip dengan bangsa Korea Utara kini. Yang di antaranya sempat pindahnya ke Bosnia.

Kerajaan-kerajaan Mesir, Afganistan melepaskan diri dari ikatan dengan kerajaan Baghdad akibat di kuasai Mongol

Kerajaan-kerajaan seperti Mesir, Afganistan, hingga bangsa Arab tidak sudi di jajah Mongol.

Maka kerajaan-kerajaan itu juga melepaskan ikatan dengan Baghdad, lantaran di kuasai orang-orang Mongol.

Bahkan di Arab, suku Baduy masih melakukan pergerakan gerilya pada pendudukan Mongol di jazirah Arab, hingga ke Mekah waktu itu.

Kesultanan Mamluk sempat di kalahkan pasukan Mongol Jengis Khan

Kerajaan Mesir juga bersiap menyongsong kedatangan pasukan Mongol.

Tapi dengan berpanglima Jengis Khan, pasukan Mongol tidak mampu pula di bendung pasukan Mamluk.

Walau pasukan Mamluk kalah, dan di antaranya yang selamat, di tawan, bahkan dalam keadaan luka-luka. Tapi Mongol tetap menghargai keberadaan kerajaan Mamluk.

Dan dari kekalahan itu pula, pasukan Mamluk jadi termotivasi belajar dari kekalahannya.

Mangkatnya Jengis Khan

Dari aksi penjarah-rayahannya orang-orang Mongol ke kerajaan Islam di Timur tengah, justru membuat orang-orang Mongol menemukan harta paling berharga, yakni Islam.

Di mana orang-orang Mongol juga mengambil kitab-kitab Al-Qur’an hingga ke kitab-kitab ilmu pengetahuan.

Di mana terdapat pula ilmu pengetahuan berupa ilmu hayat, anatomi, medis, botani, ekologi, biologi, astronomi atau ilmu nujum  (perbintangan), arimatika; aljabar atau matematika, fisika, arsitektur, seni budaya, tanwir (seni rupa) di barat jadi di sebut art, seni musik, kerajinan, tembikar,karpet,keramik dll. Bahkan cara membuat kertas pun mulanya hasil dari peradaban Islam, yang asal mulanya dari Mesir, di sebut papyrus.

Yang membuat orang-orang Mongol yang tadinya bangsa nomaden barbar, berpengetahuan hanya belajar dari alam liar, serigala, beruang kutub, menjadi banyak yang pindah beragama Islam.

Setelah, Jengis Khan mangkat, putera-puteranya menyebar.

Putera sulungnya Timurlang termasuk yang masuk Islam. Ia menjadi Panglima melakukan ekspedisi-ekspedisi ke sekitar wilayah Sovyet, dan menjarahi orang-orang Eropa, hingga harta-harta gereja, emas, dll.

Kemudian dari harta yang di kumpulkan melalui ekspedisi militernya, Timurlang mendirikan kesultanan Moghul.

Putera keduanya, Kubilai Khan, pindah ke Tiongkok. Di Tiongkok mendirikan ibukota yang di bangun dengan tembok-tembok besar, di sebut kota Khanbalik. Atau Canbaluc. Kubilai Khan sangat menyukai peradaban Cina.

Kaisar Kubilai Khan (Jubilee), punya ambisi meluaskan wilayah kerajaan hingga ke segenap Asia.

Di abad 12 m., dari Asia, Indonesia dan Jepang mengalahkan ekspedisi penjajah Mongol-Tartar

Surosena di kawasan segitiga bermuda

Pasukan Nagakala sedang berkumpul lagi di sekitar segitiga bermuda. Segala macam konspirasi, pembantaian, kesewangan Raja, Panglima telah di liputinya.

Ksatria Surosena terpaksa mesti bertempur di sekitar kawasan Pasifik.

Hingga saking sengitnya pertempuran, aduan jurus pukulan halimun vs siluman, menghasilkan gelombang dahsyat berupa tsunami di sekitar kawasan laut Jepang.

 

Ekspedisi Mongol Tartar dan pertempuran dengan pasukan Samurai di Jepang

Hubungan Mamluk dan Mogul

Sultan Mogul Timurlang ini yang di datangi oleh Syekh Ibnu Kholdun, sebagai dutanya Sultan Mamluk, di Mesir.  Dan Syekh Ibnu Kholdun juga di terima dengan baik oleh Timur. Maka sejak itu pula kesultanan Mamluk yang pertama menjalin hubungan diplomatik dengan kesultanan Mogul.

 

Balasan kesultanan Mamluk dan Turki Utsmani mengalahkan pasukan Mogul

Rupanya perjanjian damai antara kesultanan Mamluk dan kesultanan Mogul tidak berlangsung terus.

Ketika Sultan  Timur mangkat, puteranya, Babur Khan mengerahkan lagi misi ekspedisi militer untuk menguasai wilayah Timur-tengah.

Di kekuasaan dinasti Mongol Yuan, sempat terjadi perlawanan dari bangsa pribumi Han melalui pergerakan kelompok Ming di Tiongkok

Tapi, dari aksi penjarah-rayahannya orang-orang Mongol ke kerajaan Islam di Arab, justru membuat orang-orang Mongol menemukan harta paling berharga, yakni Islam.

Di mana orang-orang Mongol juga mengambil kitab-kitab Al-Qur’an hingga ke kitab-kitab ilmu pengetahuan.

Di mana terdapat pula ilmu pengetahuan berupa ilmu hayat, anatomi, medis, botani, ekologi, biologi, astronomi atau ilmu nujum  (perbintangan), arimatika; aljabar atau matematika, fisika, arsitektur, seni budaya, tanwir (seni rupa) di barat jadi di sebut art, seni musik, kerajinan, tembikar,karpet,keramik dll. Bahkan cara membuat kertas pun mulanya hasil dari peradaban Islam, yang asal mulanya dari Mesir, di sebut papyrus.

Yang membuat orang-orang Mongol yang tadinya bangsa nomaden barbar, berpengetahuan hanya belajar dari alam liar, serigala, beruang kutub, menjadi banyak yang pindah beragama Islam.

 Majapahit mendirikan kuil Surowono untuk rumah tapabrata

Di sejarah masa lalu, tercatat Mongol telah di kalahkan orang-orang Majapahit dari Indonesia. Sehubungan dengan misi Pamalayu Bapak mertuanya Sang Rama Wijaya, yakni Kertanegara Prabhu Singosari, Majapahit juga menemukan peninggalan Sarasen di Sumatera. Hingga terpengaruh juga pada pembuatan kuil Surowono di Majapahit.


Di Majapahit, bahkan sejak pendahulunya Singosari di Jawa, telah terjadi proses pembelajaran akulturasi agama-agama. Misal sejak masa Singosari terakhir telah ada agama Hindu aliran Tantrayana. Yaitu campuran ajaran Hindu dan Budha. Aliran Tantrayana ini sebenarnya seperti pembuka wawasan soal pengetahuan agama kerajaan di Jawa, hingga juga termasuk membuka wawasan dengan Islam.

Di umat Budha pun di jaman Singosari telah ada aliran Mahayana. Sama juga sebagai pembuka akulturasi wawasan antar agama. Di mana pada sejarah kemudian cenderungnya di Jawa ke Islam.

Islam masuknya ke Indonesia melalui jalan syi’ar damai mulanya, maka bisa masuk ke mayoritas penduduk di Indonesia.

Tapi di kerajaan sebagai penguasa negara, di jaman dulu tidak mudah begitu saja Prabhu merubah tradisi agama penguasa dari Hindu yang telah berabad-abad lamanya ke Islam.

Karena juga mesti menghadapi brahmana-brahmana yang juga telah menguasai dan begitu meresap di bidang politik kekuasaan pemerintahan dan negara di kerajaan-kerajaan besar di Indonesia waktu itu Majapahit, Pajajaran dan Sriwijaya. Walau telah banyak pula Islam telah di anut oleh para bangsawan dan penduduk di Indonesia.

Kuil candi Surowono Majapahit juga berhiaskan ukiran relief menggambarkan Raden Arjuna sebagai simbol moyang Raja-rajanya Jawa tengah bersemadi sambil berkontemplasi, merenung guna mencari wangsit / ilham untuk mengatasi menghadapi Kurawa.

Candi Surowono yang sebenarnya seperti rumah vilanya Raja Majapahit seperti istana Cipanas, juga di temukan lokasinya berdekatan gunung Arjuna. Para Raja Majapahit biasanya juga melakukan tapabrata di candi Surowono sambil mengingat sejarah pendahulunya sejak Arjuna, Angling Dharma, asal-usul Babad Tanah Jawi, Kediri, Joyoboyo, Airlangga, Sabdo Palon, Naya Genggong, punakawan, Empu Bharada, Mpu Tantular, Mpu Prapanca, bagaimana ajaran dan melakukan pemerintahannya, hingga mendapatkan referensi mencapai kegemilangannya.

Di mana dari Raja-raja dan Mpu-mpu dahulu juga meninggalkan kitab-kitab yang juga berisi ilmu kanuragan purba Jawa.

Mungkin juga sejak masa Majapahit pula telah di pertimbangkan bagaimana caranya kewenangan kerajaan beralih ke Raja-raja umat Islam di Jawa.

Tapi mungkin juga ada pertimbangan bagaimana caranya memadukan peninggalan kanuragan purba dengan beragama Islam. Karena mungkin di jaman dulu, tanah di pulau Jawa juga telah di masukkan unsur kanuragan purba juga. Ada campuran unsur mistisnya.

Di sejarah, bahkan para Wali Songo mulanya juga melakukan samadi di gua-gua. Tapi, kedatangan para Wali Songo yang juga turunan Nabi SAW., jelas juga menjadi bibit besar pendukung rencana ke transisi kewenangan kekuasaan di Jawa, pada 2 kerajaan besar Majapahit dan Pajajaran.

Di Sumatera sudah ada Samudera Pase, di mana Sultannya seperti Zaenal Abidin sudah turunan sayidina al-Husain ra.,  tapi di Jawa, sempat masih sekedar Prabhu Majapahit dan Pajajaran.

Tapi itu dulu, ketika mengapa hingga Majapahit berulang-ulang melakukan ekspedisi ke Sumatera. Wangsa Majapahit sebagai penerus Arjuna, Dharmawangsa, Sanjaya, Rakai Pikatan, ingin juga transisi ke Islam, tapi juga ingin tetap sebagai Raja penguasa di Indonesia, bahkan di Asia.

Dan jawaban pengisi gizinya adalah melalui perantara para Da’i Ulama terdahulu hingga ke Wali Songo.

Cuma ironisnya di Majapahit sempat mesti melalui masa-masa permasalahan politis internal, bahkan sedari akhir masa Sang Rama Wijaya hingga ke naiknya takhta Jayanegara.

Tapi, bagusnya setelah beralih  menjadi kekuasaan kesultanan-kesultanan, wangsa Majapahit tetap bersusunan teratur, di mana Bang Wetannya/ gunungsepuhnya masih kesultanan Banten, keduanya kannoman Cirebon ( dari turunan Sunan Ampel/ Raden Ali Rahmat adik sepupunya Kertabhumi), ketiganya Mataram menjadi keluarga keraton kasepuhan Kota Gede/ Dul Gendhu, Pakubuwono, Surakarta, kannoman Ngayogyakarta.

Di mana Banten dan Cirebon juga mewakili sisa 2 abang segenap wangsa Pajajaran, perwakilan generasi kerajaan besar di Sunda, Jawa. Di mana di relasi keluarga kerajaan Pajajaran, juga berelasi kekerabatan dengan Sumedang/ Kawali, Garut, Panjalu (di Tasikmalaya), semuanya juga telah jadi kerajaan Islam di Jawa. Dari Majapahit juga masih terdapat relasi kekerabatan dengan Raja Bali dan Lombok.

Di Sumatera juga berkekerabatan dengan Raja-raja turunan Singosari di Sumatera (Sinanggar tulo), yang biasanya bermarga Si, misal Siregar, Simalungun, Saleh,  Sinaga, Simorangkir, Simanjuntak, Sitompul. Sebenarnya mereka juga turunan Jawa.

Masa awal dan perpecahan di masa Sang Rama Wijaya Majapahit

Setelah mengalahkan pasukan Tartar, Sang Rama Wijaya, dengan teman-teman senopati-senopatinya Ranggalawe, Sora, Nambi mendatangi Prabhu Jayakatwang yang telah di tempatkan di kerangkeng tawanan Majapahit.

Prabhu Jayakatwang yang juga Uwaknya Raden Wijaya, turut mengomel padanya. Kamu sudah kuberikan amnesti dan kedudukan, kini kau berbalik menawanku, ucapnya.

“Tapi Romo Uwak juga telah membinasakan Uwak Kartanegara, dan mengkhianati haknya,” jawab Raden Wijaya.

“Kurang ajar kau Wijaya,,,!!!,” Kemudian Jayakatwang mengamuk dan memecah besi kerangkeng. Langsung melompat hendak menerjang Raden Wijaya.

Tapi, Wijaya dengan teman-teman para senopati bersama-sama menjajal serangan Jayakatwang. Kumpulan tenaga dalam mereka membuat Jayakatwang ambruk kembali. Dan terluka dalam. Dari mulutnya keluar darah.

Membuat Prabhu Jayakatwang jadi sekarat, kemudian tewas.

Kemudian Prabhu Jayakatwang di kuburkan juga dengan penghormatan.

Senopati Ranggalawe nampak berbincang dengan Pendekar Aria Kamandanu. Sejak gurunya mangkat, Aria Kamandanu menjadi pendekar keturunan Singosari yang mungkin sebagai penerus Pendekar kelas satu di Jawa waktu itu. Di bahunya masih tersandang keris pedang pusakanya.

” Sungguh Kamandanu, kemampuanmu dapat berguna sebagai senopati di Majapahit,” kata Ranggalawe.

” Benar Romo, saya ingin hidup damai saja, apalagi isteri dan anak saya sedang menunggu di desa,” kata Aria Kamandanu.

” Sebenarnya saya sayang melepasmu,” kata Ranggalawe.

” Terimakasih Romo,” kata Aria Kamandanu.

Kemudian Aria Kamandanu dengan penghargaan tanda jasa Majapahit, kembali menuju pulang ke rumahnya. Menemui isterinya Mei Shin dan anaknya. Di rumahnya dekat gunung dan sawah miliknya.

Pemerintahan kerajaan Majapahit mulanya berlangsung tenteram, bahkan Sang Rama Wijaya turut mengusahakan kesejahteraan segenap penduduk.

Para senopati yang dulu sangat berjasa menolongnya juga di angkat menjadi para pembesar kerajaan Majapahit.

Nambi di angkat sebagai Mahapatih, karena memandang jasan ayahnya Aria Wiraraja yang pernah memberikan perlindungan ketika Raden Wijaya dengan kelompoknya sedang tertekan di kejar pasukan Kediri.

Ranggalawe di angkat menjadi adipati di wilayah Tuban, atau pesisir utara Jawa Timur.  Waktu itu Tuban juga berfungsi sebagai pelabuhan utama dan strategis bandar pelabuhan Majapahit.

Sora juga mendapatkan jatah. Dan di angkat sebagai Senopati.

Tapi, lantaran di Majapahit juga masih di masukkan orang Kediri, melalui orang Kediri itu juga memunculkan hasutan mengadu domba Sora dengan Nambi.

Demikianlah kerawanan politik, ada saja oknum di antaranya.

Hasutan orang Kediri pada Sora, kenapa ia tidak menuntut jatah sepadan. Toh ia juga ikut berjasa dalam pendirian Majapahit. Dan arahnya pada Nambi yang dapat jatah hadiah lebih besar dari Prabhu Wijaya.

Lama-kelamaan hasutan itu mempengaruhi Sora. Hingga dengan munculnya isu fitnah jika Nambi hendak mempersiapkan pasukan untuk melakukan kudeta pada Prabhu Wijaya.

Membuat Senopati Sora memimpin pasukan mengepung kediaman Patih Nambi.

Patih Nambi tidak mengakui sedang mempersiapkan kudeta. Tapi lantaran munculnya fitnah pada dirinya ia juga terpaksa melakukan persiapan benteng.

Pertempuran antara pasukan Sora dan Nambi pun tak terelakkan. Di pertempuran itu Nambi tewas.

Ranggalawe mendengar Nambi, yang masih kerabatnya tewas tidak terima. Dan melakukan pemberontakan.

Anehnya di sejarah ini, apa Prabhu Wijaya juga yang memerintahkan Sora, atau Sora bertindak sebagai Senopati main hakim sendiri kemudian dibantu orang-orang Kediri.

Atau mungkin juga lantaran awal berdirinya Majapahit, belum berkembang pula intelijen kerajaan yang cermat memberikan dan melakukan pengkajian informasi situasi sebenarnya.

Pemberontakan Dipati Ranggalawelah yang paling berbahaya di sejarah awal Majapahit. Apalagi Ranggalawe sudah jadi senopati ber pengalaman sejak masa Singosari, dan tangan kanan senopati andalannya Raden Wijaya sejak masa melawan Tartar dan menggulingkan Kediri.

Berkecamuknya pertempuran antara sesama pasukan Majapahit mengorbankan banyak prajurit. Senopati Sora bahkan ikut tewas. Akhirnya Ranggalawe juga tewas berhadapan dengan pasukan Majapahit.

Pralaya sengit di Majapahit, jelas tidak berani di ikutcampuri oleh kerajaan-kerajaan tetangga di Jawa, termasuk Pajajaran yang waktu itu juga mungkin sedang sibuk bermitra dagang dengan Sriwijaya. Turut empati perihatin, tapi tak berdaya turut campur begitu saja. Padahal juga sejak dulu kerajaan-kerajaan di Indonesia berkekerabatan.

Apalagi orang-orang Majapahit juga terkenal keras dan kuat-kuat, berilmu kanuragan tinggi.

Sang Rama Wijaya pun tertunduk lesu di singgasananya, sangat sedih melihat pembesar-pembesar bahkan teman-teman dekatnya dulu saling bertempur, dan sudah mangkat semua.

Kesedihannya juga akibat merasa ketidakberdayaannya menanggulangi masalah perpecahan yang membesar di Majapahit.

Hingga Sang Rama Wijaya menjadi sakit keras. Tabib-tabib Majapahit juga sudah susah menyembuhkannya.

Kemudian Sang Rama Wijaya mangkat.

Kesedihan, keperihatinan melanda Majapahit, beserta kericuhan siapa bakal pengganti Raja Majapahit sepeninggalnya.

Tadinya mayoritas orang-orang Majapahit menunjuknya pada isterinya Sang Rama Wijaya, Dyah Gayatri. Tapi Dyah Gayatri telah memilih jadi pendeta, hendak meninggalkan urusan politik, lantaran juga kekecewaan dan kesedihannnya akibat peristiwa kemarin melanda Majapahit. Maka puterinya Tribhuwana di jadikan Rajapatmi, puteri mahkota.

Sementara takhta di berikan pada putera sulungnya Jayanegara, dari hasil pernikahannya Prabhu Wijaya dengan Dara Petak, puteri sulung Raja Dharmasraya Sriwijaya.

Tapi dari hasil penunjukan pada Jayanegara, juga membuat penduduk Jawa kurang puas, lantaran sebelumnya telah memilih Dyah Gayatri atau puterinya, Rajapatmi Tribhuwana.

Hingga akibatnya juga membuat Jayanegara yang di angkat menjadi Raja Majapahit di usia kanak-kanaknya turut di korbani perkembangan psikologisnya sejak bocah.

Dan soal ketenteraman di Majapahit pun belum tuntas.

Bersambung ke Jurnal Petualangan agen 005 Surosena : Babad Tanah Jawi Perjuangan Jati diri Bab Prahara Ksatria Mata-mata Majapahit-1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s