JURNAL PETUALANGAN AGEN 005-PERJUANGAN HAK KEMERDEKAAN

TB Arief Z-art

Knight Surosena and Macan Ali Panji Kemerdekaan, by TB Arief Z.
Adobe Photoshop 7 & Corel Draw X5

LIGA JURDIL JADI LIGA HAK KEMERDEKAAN ( RIGHT FREEDOM LEAGUE).

Ingin punya penghidupan layak, tapi masih sebatas impian,,,padahal kata Ibu Mega Indonesia sudah merdeka,,,,padahal kenyataannya segenap bangsa-bangsa belum utuh merdekanya.
Kalo galeri lewat online juga sudah galeri kini.
Cuman kan yg masalah di soal logistik, prasarana dan update prasarana berkarya, lantaran ada perubahan update fasilitas modern misal dari kamera film ke digital, dulu menggambar dan melukis cuman kuas, pensil, rotring, kertas, kanvas kini ada wacom
Kayaknya nyatanya soal update di teknologi massa ini juga jadi transisi masalah baru di ekonomi kerakyatan
Seperti di mobil juga demikian, dulu bensin Premium Solar ke Pertamax, kmd ke BBG, kmd kini mo ke bahan bakar listrik,  update tekonologi juga jadi masalah ekonomi kekinian.
Apakah arti kemerdekaan
Apakah arti kemerdekaan? Padahal istilah kemerdekaan sering di gunakan, bahkan sebagai kata pusaka terciptanya kemerdekaan setiap bangsa atau negara.
Indonesia juga mulanya berdiri menjadi negara berawal dari Proklamasi Kemerdekaan.
Bahkan sewaktu gerilyawan di Libya melakukan aksi pergerakan perlawanan terdahap penguasa masa Khadafy, sempat ada yang mengatakan bahwa juga ingin belajar apakah kemerdekaan berdasar dari sejarah Indonesia.
Gerilyawan Libya melakukan perlawanan pada Khadafy karena menganggapnya sebagai sosok diktator, penindas walau berjubah Islam.
Apakah kemerdekaan identik dengan kebebasan.
Tapi, di tulisan opini yang pernah di muat di harian Kompas, mungkin sekitaran tahun 1998 juga pernah tercantum artikel bertajuk” Kebebasan bertanggungjawab.”
Kenapa Kebebasan di hubungkan dengan tanggung jawab?
Kebebasan ada di kaitkan dengan realitas yang plural, di mana juga terdapat penyimpangan-penyimpangan perbuatan dari antara sesama manusia.
Di mana penyimpangan-penyimpangan perbuatan tersebut juga turut mengusik keharmonisan ketenteraman hidup dengan sesama manusia. Contohnya dari penyimpangan perbuatan seperti kriminal/ kejahatan, korupsi, perkosaan, trafiking, anak usia di bawah umur di nikahi, bahkan hingga hamil, narkoba.
Lantas, apa bagian merdekanya manusia?
Sepengetahuan dari Pembukaan UUD 45 tercantum kalimat, Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa.
Dari cantuman kalimat pembukaan UUD 45, nampak hikmat bahwa kemerdekaan juga berarti hak-hak.
Dan para penulis buat pembukaan UUD 45 negaranya Indonesia, pastinya juga terdiri dari orang-orang intelektual Indonesia, yang juga termasuk standar tinggi di pengetahuan agamanya, di Islam.
Di mana di pembukaan UUD 45 di alinea terakhirnya, ke-4 juga tercantum Pancasila.
Hak, menurut agama Islam, berdasar dari terjemah Qur’an berarti juga kebenaran dan keadilan (ayat:Keadilan adalah hak).  Hak juga berarti pewaris wewenang, dan pewaris harta, hingga berarti fakir miskin yang berhak di bantu soal bagian kesejahteraanya.
Di Amerika Serikat pun dasar pertama hukumnya sejak mengesahkan kemerdekaannya, adalah Bill of Rights.
Walau kerap kali di jumpai pula negara-negara lain nampak kontroversi dengan sebagian dari aksi AS, misal di melakukan invasi ke negara lain.
Hak-hak yang benar juga di anggap ada juga yang di manipulatif, hingga jadi asimetri.
Ada pun  di stasiun televisi AS, HBO 02/02/2013 pk 16.00-17.50 WIB, sempat muncul tayangan spesial wawancara dengan mantan Menteri Pertahanan AS, Robert Mc Namara. Mc Namara juga pernah punya pengalaman  dengan Le Mans di militer AS, masa perang Dunia II.
Robert Mc Namara juga mengutip kata Presiden Woodrow Wilson, seperti : ” Dengan kita memenangkan perang, maka kita mengakhiri perang.”
Robert Mc Namara sebelumnya, setelah Perang Dunia II berakhir mendapatkan tawaran bekerja di perusahaan Ford, hingga menjadi Presiden Direktur. Tapi ketika ia mencapai puncak karirnya di perusahaan Ford, justru beliau di tawari jabatan Menteri Pertahanan oleh Presiden Kennedy.
Robert Mc Namara telah melalui masa-masa beberapa kali misi perang Amerika Serikat, di Perang Dunia II, perang Vietnam, hingga ke masa yang di sebut Coldwar, perang dingin.
Bahkan nyaris terjadi perang nuklir antara AS dengan Cina, di mana juga dengan pensiunnya Robert Mc Namara dari Menhan AS kemudian segera di susul Presiden Lyndon Johnson.
Di sekitar masa ini pula, Dr. Chaerul Saleh di ajak Presiden Soekarno turut menghadiri undangan persenjataannya negara Cina. Walau padahal Dr. Chaerul Saleh enggan datang, karena waktu itu pula dirinya pula sedang mawas di jebak fitnah. Lantaran sebelumnya sempat dapat surat ancaman akan di bunuh. Dan bertulisan dari PKI.
Hal itu juga tengah di selidikinya dengan orang-orangnya.  Tapi di tulisan mantan Mayjen (alm) Omar Dhani, juga menuliskan jika surat itu kiriman dari Mayjen Pangkostrad waktu itu, Soeharto.
Dan penguasa KIB kini juga dari militer, Presiden SBY yang juga berpartai Demokrat dan punya koalisinya menguasai pemerintahan dan negara Indonesia kini. Di mana di partainya juga melibatkan anggota-anggota dari militer dan kepolisian RI.
Bahkan juga ada sebutan jaringan mafia korupsi, mafia markusnya dari kelompok oknum bangsa sendiri. Atau ada juga jaringannya terselip berupa ormas.
Dan SBY juga pernah bersekolah militer di Australia, bahkan pernah bersalaman dengan George W. Bush, punya kenalan-kenalan militer mancanegara pula.
Seperti kata Pak Robert Mc Namarra, bagaimanapun lantaran kepentingan membela diri bangsa negara.
Dan kesultanan Banten di dirikan mulanya dari Sultan pertamanya Maulana Hasanuddin hidup di tengah rakyat kemudian juga membangun benteng. Apalagi rakyat tanpa bagian dari ormas, partai, cuma sebagai pemilih ato golput, TKI, juga punya hak membentengi dirinya, hak kemerdekaannya sebagai bangsa.
Bahkan hak penghidupan layaknya sebagai sesama rakyat di dunia sejahtera merata pun belum tentu di urusi benar.
Di mana seperti khawatirnya seperti di kasus Prita Mulyasari, dll sejenisnya. Khawatir kena manipulatif jebakan fitnah, sasaran pembunuh agen siluman ketika sedang di mana, padahal cuman lantaran menyampaikan pendapat hak demokrasinya, berbuat hak kemerdekaannya.
Orang-orang dulu AS, tidak mau hipokrit jika di tanya soal perang, seperti jawaban Robert Mc Namara, part of human nature, sudah termasuk sifatnya manusia.
Dan beliau juga tidak percaya perang bisa berakhir. Teredam iya, tapi perang-perang lainnya dapat muncul kembali.
Dan terdapat juga pepatah Amerika Serikat, ” There’s no peace without justice.” Atau Tiada rasa damai tanpa rasa keadilan.
Misal, perang vs Korupsi, seperti juga di Indonesia. Sama saja pada si pelaku korupsi, sudah tau korupsi itu perbuatan dholim, kenapa pelakunya melakukan perbuatan khianat demikian.
Setelah pensiun dari jabatan Menhan, beliau sempat di angkat jadi Presiden World Bank  beberapa tahun hingga 1981. Kemudian masih turut serta mengikuti kegiatan-kegiatan seperti untuk menolong pengentasan kemiskinan di dunia.
Robert Mc Namara juga sempat memperlihatkan foto-foto dan video koleksi dokumentasinya, di antaranya memperlihatkan serdadu AS dengan kereta dorongnya membawa produk bom atom dengan bertulisan” Only beginning.”
Robert Mc Namara juga mengatakan sejak perang dunia II, militer AS telah menghasilkan bom bernama Rolling Thunder. Dan bom Rolling Thunder juga di kembangkan hingga ke masa perang Vietnam.
Teringat namanya, teringat nama sutradara James Mc Namara yang juga sering nampak membuat film-film perang AS modern.
Robert Mc Namarra juga mengatakan, perang adalah hal yang kompleks. Bukan berarti manusia tidak rasional. Manusia makhluk rasional, tapi perang juga hal yang di luar akal manusia.
Di perang kadang membunuh manusia yang tidak semestinya di bunuh. Bahkan kadang meleset dari sasaran.
Beliau mengatakannya juga dengan memberitahu sekitar 67 kota di Jepang hancur di bom AS.
Rumah-rumah penduduk Jepang yang rata-rata terbuat dari kayu pun mudah terbakar.
Kemudian nampak di video dokumenter, nampak di kota Tokyo, hampir semua rumah, bangunan rata hancur, cuma tersisa 1 bangunan rumah besar.
Sebenarnya maksud Pak Mc Namarra ini juga bingung kenapa sampai ada perang. Beliau juga mengatakan, jika di cap sebagai Warcrime (penjahat perang), maka ia juga termasuk.
Juga ucapan mentornya, Le Mans yang pernah mengatakan, Jika perang (PD II) sudah berakhir dan ada yang di seret sebagai penjahat perang, maka saya juga termasuk. Tapi Amerika melakukannya lantaran untuk membela pertahanan bangsanya.
Dan kegilaan perang dunia II, dengan kamikaze prajurit Jepang, prajurit bunuh dirinya yang gila.
Jadi teringat ucapannya Dr. Chaerul Saleh waktu jadi pemuda pada Pak Ir. Soekarno dan Dr. Mohammad Hatta, Jepang telah bom habis sekutu,,,ini kesempatan untuk menuntut kemerdekaan.
Dulu, Robert Mc Namarra menemukan favorit orang umumnya mendapatkan mobil berkelas, di masanya dengan desain penambahan sayap di bagian belakangnya. Misal model Thunderbird.
Kemudian ia membandingkan dengan produk penjualan VW, yang sejak di dirikannya bermisi menciptakan kendaraan ekonomis.
Robert Mc Namarra juga ketika bekerja di perusahaan Ford, pernah melihat data-data kejadian tingkat kecelakaan kendaraan yang begitu tinggi di AS.
Kemudian melalui Ford, di munculkan jenis sedan di bagian belakangnya hanya berbagasi biasa.  Tapi, penjualan Ford pun jadi meningkat.
Bahkan di produk sedan sport pertama di dunia juga dari keluaran VW, Carmanghia yang pernah di miliki Dr.Chaerul Saleh. Dan berwarna merah.
VW seperti sejak mulanya jenis Beetle hingga Carmanghia rata-rata berukuran kecil, di banding mobil-mobil keluaran AS dulunya, yang lebar-lebar, panjang.
Kemudian datang seseorang padanya, menanyakan bagaimana sampai padamu mendapatkan telurmu tidak pecah?
Pak Mc Namarra berkata,” Saya tidak tau, urusan itu isteri saya yang biasanya mengurusi,,,”
Si orang itu  menjawab,” Biasanya telur di kemas dari toko. Dan di kemas dengan karton.”
Pak Robert Mc Namarra menanyai isterinya, Marge dan mendapatkan kebenaran orang itu.
Kemudian, di gedung universitas Robert Mc Namarra melakukan percobaan-percobaan dengan melemparkan replika-replika tulang kepala manusia dengan berbagai percobaan bahan pelindung dari lantai atas tangga ke bawah.
Hingga di masa beliau menjabat Presiden Direktur Ford, menciptakan airbag dan pencantuman safety bealt untuk keselamatan. Saran dari mantan penasihat militer AS di masa PD II. Munculnya melalui mobil Ford.
Jadi teringat juga di sejarah keluarga, kakek dari bapaknya dulu juga pernah punya mobil Ford tapi masih jenis klasik walau sudah tidak pakai engkol.
Dan sempat di parkir di halaman rumah gedongnya di desa Petanahan. Walau ironisnya rumah gedongnya kakek kena juga sasaran bom skuadron Belanda dari pangkalannya di Australia.
Di waktu di bom skuadron Belanda pada rumah gedongnya, kakek membawa bapak yang masih berusia bayi dengan mobil Fordnya.
Walau di masa modern AS di cap macam-macam, biasanya paling menonjol oleh kaum fundamental, tapi produk AS juga pernah melindungi keluarganya bahkan di masa perang dunia berkecamuk.
Dan ketika pilot pemburu pesawat AS ikut pasukan nekolim melakukan agresi di Indonesia pun, yang menembaknya juga pilot AURI dari saudara bapaknya. Proportional as guideline.
Pak Robert Mc Namarra juga menyampaikan pelajaran-pelajarannya, seperti :
  • Proportional as guideline at war ( consider wright or wrong: pertimbangan kecenderungan apa yang benar ketimbang yang salah)
  • Seeing and believe are different
Maksudnya berhubungan dengan pembuktian sungguh-sungguh.
  • Never say Never
Maksudnya berhubungan dengan tetap semangat eksplorasi (penjelajahan).
Beliau juga mengatakan pengalamannya dari melakukan eksplorasi justru mendapatkan di titik semula.
-Re-exam from what thought
Mungkin maksudnya jangan pernah puas dengan apa yang di yakini dari pendapat sendiri atau orang lain. Melakukan evaluasi atau pengkajian ulang.
-In order to do good involve with evil
Maksudnya untuk kepentingan berbuat baik, juga mempelajari pelaku kejahatan.
Mungkin contohnya ketika beliau menemukan kasus penjahat gila membakar rumahnya. Sementara ia masih memegang anaknya. Kemudian di bujuk, dan si oknum melemparkan anaknya. Si isterinya seperti mengatakan kekerasan (atau kejahatan kekerasan) mesti di hilangkan.
Atau misal dengan hubungan kasus penembakan liar di AS, hingga memunculkan ajuan soal Gun Control.
Atau dengan kasus temuan narkoba zat Chanone di Indonesia belakangan ini.
Atau seperti Gurita Cikeas, hingga Cikeas makin menggurita di buku tulisannya George Yunus Aditjondro yang bahkan pernah di bredel di toko-toko.
Ada juga kata di antara regenerasi Wilson kesekian di masa kini, aneh jika masa kini masalah rasial masih di permasalahkan.
Seperti misal kritikan pada Wagub DKI, Basuki Cahaya Purnama, atau Ahok, di mana Surosena teringat ucapan ibunya,,,,padahal di mana aja sama aja,,,,ada yang baik ada yang jahat juga,,,ngapain di masalahkan ke rasial sih,,,.
Juga seperti temuannya, terduga koruptor ada Anggodo, Anggoro, Aburizal Bakrie, orang bule, Afrika, Husni Mubarak dari Mesir, bahkan gurita Cikeas dengan indikasi Bigbosnya.
Pelaku koruptor juga tidak di batasi rasial dan agama, bahkan hingga ke pejabat atau aparat negara, bahkan ke mantan Menag Sayid Agil Munawar yang pernah melakukan korupsi dana abadi umat. Atau mantan Gubernur DKI kemarin (periode 2007-2012), Fauzi Bowo di sekitaran bulan tahun 2012 juga pernah akan di selidiki KPK, karena terdapat temuan KPK soal korupsinya di sejumlah proyek pembangunan di Jakarta, tapi kebetulan juga ia sudah berada di luar negeri.
Bahkan dengan terdapatnya pula berjaringan. Maka pemerangnya juga layaknya. Seeing and believe are different. Proportional as guideline, consider wright or wrong.
Kata Nabi Muhammad SAW., Jangan pandang siapa, tapi pandanglah apa kebenaran yang di sampaikannya.
Nabi Muhammad SAW., juga bersabda,” Tiada agama tanpa akal sehat.”
Atau cerita kholifah Umar ra., yang bahkan mengirimkan tanda ancamannya dengan goresan lurus pedangnya pada Amirul Gubernur di Damsyik (Suriah), ‘Amr bin Ash, ketika menggusur gubuk seorang Yahudi fakir miskin yang bahkan belum memeluk agama Islam, buat membangun kantor gubernurnya Amr bin Ash.
Dengan maksud pesan tanda goresan lurus pedangnya pada Gubernur Amr bin Ash, ” Berlaku lurus atau kamu saya luruskan dengan pedang.”
Atau di hubungkan dengan mendengar dan melihat kesemena-menaan kejinya Raja dan Presiden Suriah, pada penduduknya di Suriah.  Di mana juga terdapat di tayangan berita televisi. Hingga di antara penduduk menghimpun melakukan perlawanan gerilya padanya.
Bahkan anak-anak yang sedang baru bermain di luar rumahnya pun, kena di bunuhi dengan keji oleh tentaranya Raja Suriah.
Dan seperti kata filsuf realisme AS, Edward Brightman,” Realitas itu plural.”
Dan kata Georg Lukacs, filsuf realisme juga (dari Hungaria/Asia minor (Eurasia/Kaukasia)), “,,,maka aku sebagai subyektif berinteraksi dengan realitas sekitar.”
Pak Robert Mc Namarra sempat di tanya soal AS di Vietnam.
Dan ia pun berkata,” Saya tau akan di pertanyakan ke soal itu. Dan ceritanya pun kompleks, katanya.”
Pak Robert Mc Namarra bercerita, Waktu itu keadaannya tiba-tiba berbalik menyedihkan. Bahkan membuat Presiden Kennedy sangat terpukul.
Dalam kudeta militer di Vietnam selatan, Dhiem ikut tewas. Padahal beliau Pemimpin dan kepala negaranya!, kata Pak Robert.
Kemudian ketika ia menemui pemimpin di Vietnam sambil berbincang di meja makan, langsung menyalahkan Amerika Serikat tertuju padanya.
AS penjajah, katanya,,,padahal kami (Vietnam) juga memerangi Cina, walau sesama negara komunis, katanya pemimpin Vietnam.
Dan Pak Robert Mc Namarra juga menyampaikan pendapatnya,” Kami juga hanya membela pertahanan bangsa,,,” katanya.
Di waktu itu, Indonesia di masa Presidennya Ir. Soekarno. Presiden Soekarno bahkan pernah menjumpai Presiden Kennedy di Washington.
Bahkan pernah turut mengirimkan pasukan Indonesia untuk di misi sebagai pasukan penjaga perdamaian kesatuan PBB.
Tapi, Pak Karno kecewa lantaran yang di angkat sebagai Ketua DK PBB di perwakilan Asia, melalui hak vetonya Inggeris justru Malaysia.
Apalagi situasi Indonesia dan Malaysia juga sempat memanas sejak 1964, lantaran PM Malaysia juga berlaku sombong dan menghina Indonesia di pidatonya depan massa di Malaysia.
Kemudian di balas Pak Karno,” Jangan galak-galak lho,,,”
Juga ucapannya Pak Karno ketika menyatakan pandangannya tentang Indonesia dan Nasakom, (Nasional, agama, komunis), mengenai nekolim,” ,,,Inggeris kita linggis, Amerika kita setrika,,,anti nekolim, neo kolonialisme.  Ganyang Malaysia.”
Kemudian Indonesia menarik pasukannya di Vietnam, lantaran bermasalah dengan Malaysia.
Kemudian pecah perang antara AS dengan Vietnam.
Dan pecah pula perang misi Indonesia ganyang Malaysia di 1965.
Dan di mana Inggeris waktu itu? Inggeris pun tiada di Vietnam, malahan menjadi pasukan bantuan Malaysia waktu itu.
Waktu itu jika Malaysia tidak di bantu Inggeris, agresi Indonesia nyaris berhasil menduduki Malaysia menjadi bagian NKRI setelah Papua barat.
Agresi skuadron Indonesia juga kedatangan benturan menghadapi skuadron Inggeris di Malaysia.
Kemudian terdapat sebagian skuadron Indonesia jatuh dan menjadi tawanan di Malaysia. Di antaranya jatuhnya ke rumah penduduk di Malaysia, bahkan menikah dengan gadis cantik Malaysia.
Kemudian terjadi perjanjian perdamaian antara Indonesia-Malaysia. Untuk menyelamatkan tawanan Indonesia di Malaysia.
Tapi kini, juga terjadi masalah TKI di antaranya di aniaya di Malaysia, atau bahkan melalui kontrak tidak jelas. Di mana di Malaysia juga sedang ada program untuk menyesuaikan kepadatan jumlah tenaga kerja asing di negaranya. Tapi juga masih ada TKI yang juga melalui agen nakal malah menempatkan dirinya jadi tawanan bahkan melalui jalur ilegal.
Sementara di dalam negeri juga pemerintah ada korupsi, kurang turun tangannya membantu soal penyediaan lapangan kerja di dalam negeri, membantu ekonomi, modal prasarana segenap rakyat.  Kontroversi penjajahan bangsa sendiri.
Pendidikan dalam negeri juga malahan jadi di buat sebagai tekanan beban buat rakyat.
Akibatnya juga karena salah memilih pemimpin yang buruk, perkembangan bangsa negara Indonesia justru jadi berbalik kalah tertinggal dari negara tetangga Malaysia.
Padahal dulunya orang Malaysia yang belajar pada Indonesia, bahkan sempat lebih maju soal persenjataannya.
Dan bukan berarti dari Malaysia pun masih tidak ada penyimpangan perilakunya berbuat keji pada orang-orang Indonesia. Atau hingga di masa kini pun orang-orang AS juga ada yang pernah kena di aniaya oleh orang Malaysia. Atau di kasus Mantan Wakil Perdana Menteri, Anwar Ibrahim oleh Mahathir Mohammad.
Di mana memang di kenyataan kini, justru lebih banyak orang-orang Indonesia yang juga berkekerabatan dengan keluarga di AS. Ketimbang Malaysia.
Karena dulu di bekingi Inggeris, juga membuat elit, dan aparat Malaysia jadi sombong dan di temukan juga kerap berbuat semena-mena.
Tapi, anehnya seperti di kasus pulau Sipadan tadinya termasuk wilayah NKRI, malahan melalui konvensi internasional membela Malaysia jadi pemiliknya. Hingga berkurang lagi wilayah perbatasan NKRI.
Bahkan orang-orang India pun pernah bermasalah dengan Malaysia. Hingga melakukan demonstrasi.
Dan seperti teringat kembali ucapannya Robert Mc Namarra, kenapa terjadi perang? dan ia juga menjawab di lessonnya, salah satunya akibat human nature (sifat alamiahnya manusia).
Di sejarah pula, misal di jaman Majapahit, Gajah Mada juga melakukan pendudukan hingga di Malaka. Atau juga di masa Sriwijaya bermitra dengan Pajajaran sempat menguasai semenanjung Melayu dan menjadikannya sebagai lintas bandar pelabuhannya juga untuk memperkaya kerajaan-kerajaannya, penduduknya di wilayah nusantara. Atau ketika masa awal Demak melakukan misi ekspedisinya untuk menguasai Malaka. Sedari misi Sabrang ler 1, 2.
Di temukan hubungan human naturenya, kebiasaan dulunya Singapura dan Malaysia itu wilayah pelabuhan perahan ekonominya bangsa Indonesia. Tapi karena di bantu Inggeris, Malaysia jadi sombong. Atau lantaran sudah jadi negara sendiri.
Jika di dasar penerimaan pengetahuan human naturenya bangsa Indonesia ada tertanam demikian.
Atau kenapa negara Cina memperkuat benteng negara dan persenjataannya dengan hubungan sejarah di bangunnya benteng tembok Cina.
Dan sudah human naturenya bangsa Indonesia yang juga keturunan Pandawa, Arjuna, Semar, punakawan yang juga sebagai sesama turunan kekeluargaan besar Bani Adam, juga suka melakukan perjalanan antar negara, atau menjadi amfibi, punya permukiman di dua negara juga menurut sejarah masa lalunya.
Cuma di jenis amfibi pun ada bermacam-macam, meliputi : Katak atau bebegig ( yang terdapat juga di simbol Majapahit, Sunda, Bali, istilah lama asal-usul daerah dan bumiputera di Indonesia), hingga jenis buaya kanibal atau di bahasa daerahnya di sebut juga Cengkar.
Di mana kadang juga buaya / cengkar kanibal dengan komplotannya bisa pula berbuat memanipulasi menghadang katak melompat, atau di blokade hubungannya dengan satwa lain, lantaran bisa saja si komplotan cengkar kanibal dengan politik menutupi mafia korupsinya.
Dan kelompok cengkar kanibal juga ada punya jaringan dengan kelompok cengkar rawa lainnya. Cengkar cokelat, hijau, merah, putih.
Atau si katak sebagian ada yang tidak bisa melompat, lantaran pijakan lompatannya di kurangi di rawa. Hingga ada juga istilahnya  dibuat menjadi katak dalam tempurung.
Padahal tujuannya bisa saja selaras human naturenya manusia katak/ bebegig. Punya 2 rumah di 2 rawa, dengan kebutuhan multi pijakan penunjangnya.
Bahkan ada di lagunya alm Benyamin S, “Sang kodok dan sang Bangau.” Teringat juga Surosena waktu kecil hingga remaja datang ke rumah neneknya, di belakang rumahnya juga terdapat patung kodok berwarna putih. Kodok memang simbol Sunda juga sejak dulu, seperti simbol dulunya orang Majapahit , simbol orang dulu di Jawa.
Di mana katak juga berarti pelompat, amfibi yang juga hidup di 2 alam. Juga termasuk sifat human naturenya bangsa Indonesia.
Atau cerita dongengnya barat, Pangeran Kodok (Prince Frog fairy tale). Di mana Pangeran Kodok setelah di cium Puteri jelita kemudian menjelma kembali jadi Pangeran manusia.
Kemudian di istilah modern juga muncul istilah “Cecak vs Buaya.” Menyimbolkan perlawanan KPK vs mafia koruptor.
SUROSENA, BEE DAN MADA BINGUNG JUGA LIGANYA JADI LIGA JURDIL ATO LIGA HAK KEMERDEKAAN
Ya sudahlah, jadi Liga Kemerdekaan, kata Surosena. Yah khawatirnya di salah artikan Liga kita, kata Bee. Mada juga diam saja.
“Apalah arti sebuah nama kata Shakespeare,” Surosena, Bee dan Mada tiba-tiba berkata sama.
Yang penting perbuatannya, lagi-lagi Surosena Bee dan Mada berucap bersamaan. Semoga saja masih di batas kewajaran kemanusiaan, Surosena berkata.
Gara-gara satelit liganya menangkap tayangan satelit Indosat, dan stasiun TV HBO sedang menayangkan tayangan Robert Mc Namarra, jadinya ikutan menyimak dan mengkaji pelajaran-pelajaran darinya.
Terus latih skillmu, kata Mada.
“Hmmm,,,” kata Surosena. ” Hmm,,,,” juga Bee.
“Teruskan referensi,,,,” kata Mada.   ” hmmm,,,,” gumam Surosena. Juga Bee.
” Yah bebaslah,,,,” kata Mada. ” hmm,,,’ lagi-lagi gumam Surosena. Juga Bee.
Sebenarnya aku tiba-tiba ngantuk, lelah,, kepingin tidur,,,gumam Surosena dalam hati.
” Saya sudah mengamatimu sejak lama agen Surosena,,,” kata Mada.
”Yah,,,,saya tak menyangka,,,,” kata Surosena.
” Sejujurnya perkembanganmu kurang memuaskan.” Maka latih terus skillmu.” kata Mada.
” Yah, bebaslah,,,jangan terlalu patokan satu bidang,” kata Mada.   ” hmm,,,,” gumam Surosena.
Surosena jadi teringat ucapan pemimpin MI pada agen 007, ketika di perankan Sean Connery di film Never say never again. Waktu itu juga pemimpin MI sempat meragukan agen 007 Bond. Lantaran di latihan simulasinya Bond juga gagal tesnya.
Jika menonton serial agen 007 James Bond, nampaknya ia tidak pernah menikah. Selalu single, tapi juga selalu merayu perempuan, dan,,,ada juga perempuan-perempuan cantik yang terdapat di sekitarnya.
Dan sebagai agen anomali, ia juga punya licensed to kill. Dari hak asal-usul istimewa kedaerahannya, Surosena juga punya hak  dan wewenang Dul Fakhar dari Nabi Muhammad SAW. Di samping wewenang hak istimewanya sebagai putera mahkota dzurriyah Surosowan Sultan Banten Darussalam.
Di mana sebenarnya juga terdapat wewenang otonomi istimewa termasuk meminta jizyah/pajak. Tapi, memang perlu memandang adil juga pada situasinya, karena ada pula di antara penduduk yang miskin dengan beban kebutuhan hidup, tapi yang berkelebihan juga ada.
Bahkan di sejarah pula, kakek buyutnya, Sultan Tirtayasa bersama pasukan Surosowan pernah merampok kapal kargonya Inggeris yang bermuatan harta kekayaan. Memang di sejarah dulu, beberapa kali Sultan-sultan Banten bersama pasukan Surosowannya pernah merampok kapal-kapal Inggeris yang bermuatan kargo harta kekayaan.
Maka hingga muncul dongeng Robin Hood, Prince of Thieves dan kelompok Sherwood merampok penguasa Inggeris yang kaya dan kapitalis jahat, Sir John. Dan istilah Bantam di kamus Inggeris. Atau di peta Inggeris menunjukkan label Straits of Prince One di selat Sunda. Robin di Jawa di sebut juga Raden.
Atau artiannya pernah merampok harta orang kaya, untuk mencukupi kebutuhan ekonominya, baitul mal kesultanannya. Di mana Sultan agung sedang sibuk di Jatim.
Tapi, Tirtayasa melakukannya berbeda dengan masa ayahnya Sultan Abdul Mufakhir, ketika di pelabuhan Banten, kapalnya Sir James turut di bakar dan turut menewaskan Sir James utusannya Inggeris di abad 16m.
Lagipula jika melihat film-film dan bacaan sejarah dulu, penguasa Inggeris dulunya kejam dan penjajah juga. Misal dengan melihat film Braveheart, film perlawanan bangsa Skotlandia dan Sir William Wallace yang melakukan perlawanan pada Inggeris. Kemudian ketika akan di eksekusi, William Wallace berteriak lantang di hadapan Inggeris dan Skotlandia,,,,Freedooom !!!!!!!
Demikian inti masalahnya, soal rasa hak kemerdekaan.
Makanya juga nampak kesamaan pakaian prajurit Surosowan dan Skotlandia dulu, bermotif kotak-kotak.
Di abad 17m., Tirtayasa merubah kejadian di abad 16m pada yang menimpa Sir James,  cuma merampok harta kekayaan dari kapal kargonya Inggeris, buat modal kesultanannya. Bahkan ia sempat mengirim utusan pada Raja Inggeris Charles II, untuk kembali menjalin hubungan. Dan di restui Raja Inggeris.
Dan Nabi Muhammad SAW., juga bersabda,” Jihad utama adalah pernyataan keadilan.” Beliau SAW., juga bersabda,” Bayarlah hak masing-masing!.”
Yah, bagaimanalah Alloh mentakdirkan lahirnya manusia jadi masih hidup hingga sebagai anomalinya kini, dalam benak Surosena.
Hidup juga siasat.
Teringat juga ajaran almarhum ustad waktu ikut pengajian ta’lim di masjid, ” Manusia yang lahir hingga hidup kini ada tujuannya berguna,,,sesuai kodratnya dari ALLOH,” demikian kata Ustad.
Ada juga Ustad kerabat dari Jayakarta pernah bilang,” Jika sudah bertekad, maka laksanakan tekad tersebut.” Ketika mengajarkan tafsir hadits dari Nabi Muhammad SAW.
Lagipula ada hadits Nabi SAW., juga,” Mukmin dan mukmin itu seperti satu bangunan, yang satu saling menguatkan yang lain.”
Surosena teringat kutipan ajaran-ajaran ini, jadi ingat Don Lawrence, pelukis komik.
Ia mengakui dulunya berasal dari kuliah akademi seni lukis. Tapi karena lama-kelamaan tidak cocok melukis terus di kanvas, maka ia membuat lukisan komik.
Karena dengan membuat komik juga menggambar, berekspresi dengan ilustrasi cerita. Melukis cat air dan poster, bahkan mungkin di campurnya dengan teknik arsiran pensil warna di atasnya.
Bahkan dengan senyum khasnya ia dengan duduk juga sambil memperlihatkan tangannya memegang rokok yang masih menyala. Nampak di fotonya.
Hidup ini juga demokrasi. Tiap manusia punya hak-hak kemerdekaannya. Di samping sebagai makhluk sosial juga saling tolong-menolong dalam kebaikan.
Surosena justru mendapatkan bahwa di seni lukis memang terdapat bagan-bagan serupa tapi tak sama di segenap ilmunya. Karena walau satu kata seni lukis, tapi sebenarnya di dalamnya seperti Bima di ajak masuk ke pandangannya satu sosok Batara Ruci, kemudian menemukan pandangan yang luas.
Seperti seni lukis, ada cocoknya melukis berlatih dengan kuas di kanvas, menggambar di kertas, melukis cat air, poster di kertas.
Atau sembari melukis dan menulis cerita seperti Ian Fleming, penulis serial agen anomali 007 James Bond. Walau ia juga pernah sempat di omeli Ibunya, kamu bangsawan, mestinya kamu turut peduli mengurus warisan tanah-tanah kebun.  Jadi mandornya.
Atau jika memungkinkan bereksplorasi media yang juga di sekitarnya. Ada benarnya dari seniornya mengatakan berkarya dari hati nurani.
Di waktu perang dunia, menurut sejarawan Ian Flemming sebenarnya tidak di tempatkan di garis depan, maka di tempatkan di tempat aman di intelijen dan komando pengatur siasat penyerangan, lantaran statusnya sebagai bangsawan kerajaan.
Sebagai Komander operasi militer memang benar. Licensed to killnya menggunakan tangan orang, tapi targetnya dari dia.
Komander Surosena sesuai hak otonominya dari kesultanan gunungsepuh Banten/Surosowan pengin juga seperti Ian Fleming. Misal targetnya ke para kapital bajingan bangsa, seperti termasuk Foke. Dengan menggunakan operator siluman. Seperti masa jaladi Mantri Majapahit, Mataram atau kesultanan Banten.
Tapi, juga sebagai agen Surosena yang terang-terangan keliatan kostumnya ia tidak mampu begitu saja menemui target-target itu.
Mungkin jika ia sudah memiliki maksimal tenaga dalam dan ilmu silumannya Prabhu Siliwangi, tinggal terus-menerus mengirimkan cakar silumannya saja.
Insya ALLOH. Basmalah. Sholawat. Kata ustad menafsirkan ajaran Nabi SAW.,” Jika sudah tekad maka laksanakan tekad itu.”
Juga dengan misi dalam Amar makruf nahi mungkar kebatilan dan pengkhianatan. Dengan dimensi fokus sasaran. Supaya ngelotok.
Tekad dan fokus perlu. Dan dengan menghilangkan banyak pemecahan perhatian dari fokus teramat sangat. Untuk upaya penuntasan misi.
Juga sudah human naturenya orang Jawa juga, dulunya dari genetik orang tuanya sebagai antara pendekar, prajurit bayaran bahkan pembunuh jaladi mantri.
Juga melalui sebagai kajineman.
Mafia korupsi saja bisa membunuh orang seperti contoh di kasus pembunuhan Nasruddin. Atau seperti di kasus silam pada pembunuhan wartawan di Yogya dari harian Bernas.
Dul Fakhar juga wewenang sah jika di pakainya dalam penegakkan rasa keadilan. Atau mungkin juga memang sesuai pelajaran human nature dari Pak Robert Mc Namarra.
Jurdil. Jujur dan adil.
TB Arief Z-art

Jurnal petualangan agen 005, Surosena dan metamorfosis, by TB Arief Z

TB Arief Z-art

“Dark ages rakyat dan cecak vs buaya korupsi,” by TB Arief Z. Acrylic painting on canvas 100 X 120 cm .

Hak demokrasi Jurdil dan menjelang pemilu 2014 di Indonesia
Kebetulan menjelang pemilu lagi, 2014, partai-partai juga sedang mempersiapkan ke ajang pemilu 2014.
Bagaimanapun yang teringat dari prinsip  pemilu adalah luber dan sesuai prinsip dasar hak demokrasi bangsa adalah jurdil atau jujur dan adil. Dan luber berarti langsung, umum, bebas, rahasia. Luber hanya di pakai ketika pas pemilunya. Tapi, prinsip dasar demokrasinya bangsa adalah jurdil.
Memang demokrasi Indonesia juga di sebut berpaham demokrasi terpimpin, terpimpin dengan prinsip dasarnya, jurdil.  Jujur dan adil.
Negara lain, justru ada yang demokrasinya liberal, tapi buat di bangsa negara Indonesia yang mayoritas juga umat Islam, belum tentu cocok dengan demokrasi liberalnya di negara lain.
Tapi, kontroversinya demokrasi jurdil buat segenap rakyat bangsa Indonesia juga belum nyata di dapat.
Ada juga pendapat, bahwa ironisnya seolah demokrasi Indonesia kian jujur padahal sebenarnya tidak. Korupsi makin banyak, demokrasi Indonesia justru makin kacau. Rakyat masih ada yang miskin, pengangguran, pemuda baligh belum dapat jatah menikahnya, lantaran miskin tapi di abaikan di pedulikan dan di tolong negara.
Sementara masalah merokok saja di permasalahkan. Padahal rokok tidak haram, tembakaunya tetap masih dari hasil lahan Indonesia walau bercampur filter darimana dulunya tidak mengandung babi, tapi kemudian di buat-buat mengandung babi di masa kini.  Padahal merokok juga bagian dari demokrasi kejujuran bangsa Indonesia. Dan belum melanggar batasan hak adil. Misal termasuk zat narkoba (dari kimia) dan kejahatan. Rokok juga dari tembakau, hasil rempah, di mana di sejarahnya Indonesia juga berasal dari negara penghasil rempah-rempah.
Cuma, ironisnya soal rokok dan tembakau di Indonesia ini masih dominan di kuasai pengusaha-pengusaha Tionghoa yang juga tengkulak. Misal dengan seolah mempermasalahkan rokok dan tembakau, atau dengan menggunakan pemerintah, padahal di baliknya untuk menaikkan harga rokok dan tembakau, atau melalui dalih di filternya.
Ada juga yang bilang, jika laki-laki perokok bisa berpengaruh ke anaknya. Tapi, yang di temukan seperti pada kakek di keluarga Surosowan, beliau mantan romusha dan tentara Jepang, juga perokok bahkan merokoknya dengan pipa atau filter, dengan tembakau dulunya produk Indonesia-Belanda, Mars Brand,  tapi bahkan berketurunan 2 anak yang sehat-sehat, bahkan melalui anak-anaknya juga bercucu-cucu sehat pula.
Bahkan sang kakek hidup hingga berusia ke 78 tahun. Tergolong usia yang panjang di antara segenerasinya. Di mana bahkan isterinya yang tidak merokok justru yang mangkat duluan. Padahal usianya lebih muda isterinya.
Atau memang karena masih faktor genetik, turunan Ki Sunan Gunung Jati yang berusia hingga 109 tahun juga pengaruh dari genetik.
Padahal Ki Sunan Gunung Jati juga berpoligami, bahkan menikah hingga 6 kali. Di mana ada yang bilang poligami juga pengaruhi usia, tapi nyatanya di soal Ki Sunan Gunung Jati. Atau ke masih kakek moyangnya, Nabi Adam ‘as yang hanya menikah dengan Siti Hawa (monogami) tapi berusia hingga 1000 tahun. Atau Nabi Nuh ‘as., yang juga berusia panjang sekitar ratusan tahun.
Jadi kembali ke human naturenya.
Dan di temukan justru pria-pria baik yang mungkin saja menurut penilaian ALLOH SWT., yang justru di panjangkan usianya di dunia.
Atau ada juga siapa yang karena melalui dho’a Nabi, atau dzuriyahnya yang terzolimi, kemudian dho’a dan ungkapan hatinya di kabulkan ALLOH SWT., kemudian si siapa oknum jadi di cabut nyawanya melalui Malaikat maut.
Bahkan ketika baru mati, langsung di siksa kubur oleh Malaikat dengan gada-gada besinya yang besar-besar. Misal seperti pada Abu Jahal, Jadd al-Quys, Tsa’labah, Qorun yang kaya tapi bakhil dengan enggan, khianat dan menolak ketika di pinta Nabi Musa as membayar jizyah/pajak padanya.
Padahal di antara yang sesama mati, ada yang tidur dulu atau mungkin masih sempat berjalan-jalan hingga tiba masanya di kumpulkan semua di hari pengadilan akhir di padang Mahsyar.
Medis juga berhubungan dengan human nature, seperti pelajaran dari Pak Robert Mc Namarra ketika berbicara soal kenapa terjadinya perang. Dan di jawabnya abstraksi, kompleks dan human nature (sifat alamiah manusia).
Maka mari berpanjang-panjangan umur secara alamiah, kecuali buat penjahat yang pantas dapat sanksi.
Dan menggunakan umur yang masih di dapat untuk berusaha berbuat manfaat. Di samping kata ayat Qur’an hidup juga permainan dan senda gurau.
Padahal jika demokrasi jurdil ini sudah nyata di dapat buat segenap bangsa Indonesia, sudah utuh dan lunas amanatnya negara.
Dan kembali ke inti asalnya arti demokrasi juga berarti untuk menolong kebutuhan rakyat. Tapi, siapa-siapa juga ksatria bangsa yang bisa membuktikan ke internasional, bahwa prinsip demokrasi jurdil Indonesia dengan hasil sesuai nyata terbaik di dunia.
Tapi, karena nyatanya tidak jurdil, juga akibat ada yang di buat, makanya masalah terus berbuntut tak kunjung usai.
Dan terdapatnya partai-partai semakin banyak menempati posisi pemerintahan, DPR, DPRD juga membuat bingung . Di mana dari pemerintahan masa KIB pun tidak terasa berarti manfaat dan sumbangsihnya buat menolong kemapanan rakyat.
Misal berbanding dengan pernyataan Presiden RI pertama Soekarno, soal untuk menciptakan bangsa negara berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) yang juga berarti menciptakan bangsa / segenap rakyat yang mapan yang juga mestinya di tunjang para pembesar negara.
Dan para pembesar negara yang amanat mestinya cenderung membesarkan segenap rakyat menjadi mapan, belum terbukti. Malahan cuma nampak sibuk mengurusi citra partai masing-masing, dan bagaimana nantinya dapat kedudukan.
Padahal obyek utamanya adalah rakyat. Tapi kenyataannya segenap rakyatnya juga dapat apa. Nyatanya masih ada kemiskinan, segenap rakyat juga belum mendapatkan kemapanannya.
Lingkungan juga kian rusak, seperti contoh di kasus limbah lumpur lapindo Sidoarjo-Porong, hingga berbuntut lahar dingin di Tulungagung, Jawa Timur.
Penyebabnya juga siapa lagi kalo bukan dari Menterinya KIB Presiden SBY, yaitu Aburizal Bakrie, dari pengusaha kapital yang bahkan kini juga turut mencalonkan jadi capres dari partai Golkar.
Nabi Muhammad SAW., bersabda, Jihad utama adalah pernyataan keadilan.
Dari ucapan Nabi SAW., ini nampak bahwa posisi rakyat terbaiknya juga sebagai pejuang (dari hubungan kata Jihad), melintasi realita kekinian yang juga terdapat di antara kekacauan, kezoliman, ketidakadilan, korupsi, kedholiman, kejahatan.
Realitas memang plural, tapi manusia juga perlu dimensi subyektif kata Lukacs, dan pengenalan realita dengan penggambaran komando perwujudan realitas secara obyektif (imbang) menurut pelukis Courbet.
Jadi menurut pelukis Courbet, realitas yang di kenali juga perlu di kemudikan secara imbang.
Seperti ketika pelukis melukiskan realitas ke karya dengan penggunaan proporsi, komposisi, pengambilan sudut perspektif, dimensi ruang.
Yang juga dapat diartikan realisme adalah realitas artifisial (realita buatan) si pelukis dengan pedoman estetika (keindahan) dan keseimbangan (obyektif).
Di sinilah kelebihan makna dan bergunanya realisme ketimbang isme-isme lain di seni rupa bahkan di kesenian. Tapi setiap isme di pengetahuan seni juga bagian dari demokrasi estetika seni.
Seperti hal abstraksi juga bagian dari realita yang di temukan seniman. Tapi paham realisme mencoba juga mengenali dan meresolusi, dan melakukan artifisial (buatan ) realitas, menjadi ke  estetika yang berkecenderungan ke nilai keseimbangan.
Tapi utamanya adalah apa yang bisa di lakukan kini untuk memperbaiki keadaan dengan bergotong-royong.
Dan kembali lagi ke, siapa-siapa juga dari bangsa Indonesia yang bisa membuktikan ke internasional, bahwa prinsip demokrasi jurdil Indonesia dengan hasil sesuai nyata terbaik di dunia.
Tentunya hasil pembuktiannya juga dengan kejujuran nyata dari apa yang di rasakan ‘puasnya’ segenap rakyat bangsa Indonesianya mendapatkan jatah utuh segenap hak kemerdekaan dan penghidupan layaknya.
Nyatanya hidup juga melalui perang dengan human naturenya. Dan dzuriyah juga punya benteng hak otonomi Dul Fakhar. Hak Dul Fakharnya utamanya wewenangnya gunungsepuhnya, yakni dari keluarga putera mahkota kesultanan gunungsepuh Banten Darussalam.
Dan Nabi SAW., juga bersabda,” Celakalah para pengusik.” Juga sabdanya beliau SAW.,” Pengkhianat itu ditempatkan di kelompok musuh berbendera pengkhianat.”
Berita Israel ikut mengirimkan skuadron menyerang warga di Suriah
Keadaan Suriah nampaknya makin kacau dan menampakkan kedholiman penindasan pemerintahnya Raja Bashar Assad yang juga di bantu pasukan zionis Israel.
Dan situasi politik di Israel pun nampak Benyamin Netanyahu dari partai Likud hendak lagi berkuasa di kekuasaan pemerintahan Israel. Padahal sosok Benyamin Netanyahu juga nampak sebagai penerusnya Ariel Sharon sebagai pemimpin keji dari Israel.
Dulu, di Indonesia cuma menerima kehadiran pemimpin Simon Perez dari Israel. Simon Perez masih termasuk di nilai pemimpin proporsional menurut standar penilaian di Indonesia dan internasional.
Di mimpinya Surosena melampiaskan keinginannya memarahi Bashar Assaad.
Tapi, apa hubungan kewenangannya hingga ia dari Indonesia memarahi Presiden Suriah Assad yang di nilainya tirani dan semena-mena.
Kelakuan kesemena-menaannya membunuhi warganya, pada korban anak-anak di Suriah, menampakkan penyimpangan dholimnya menjadi pemimpin di Suriah.
Ia juga setuju dengan aksinya gerilyawan Suriah untuk menggulingkan pemimpin seperti Assad. Tapi juga sempat teringat ucapan Kiai Salahudin, Raja tidak pantas membunuh sesama raja.
Tapi adilnya dengan melalui tangan pendukungnya. Dan Raja bolehnya mendukung siapa yang hendak menghilangkan Raja jahat di negerinya, dan menggantinya dengan pemimpin yang benar.
Sebagai Raja sesuai wewenangnya menggunakan wewenangnya pada laskarnya terlebih dulu. Raja juga punya hak kewenangan termasuk sebagai pengatur siasat. Apalagi Surosena juga Sultannya di  antara Sultan-sultan dan raja-raja Indonesia juga dengan pertimbangan kemaslahatan bagi bangsanya juga.
Di mana soal Suriah juga jaraknya jauh dari Indonesia.
Tapi juga teringat isi pembukaan UUD 45, kemerdekaan adalah hak setiap bangsa. Dan Indonesia juga sebagai negara yang turut serta menjaga dan memelihara perdamaian dan ketertiban di dunia. Di samping juga pertimbangan di dalamnya pula soal hak merdekanya bangsa sendiri.
Tapi di simpatinya turut mendukung para gerilyawan di Suriah untuk menggulingkan pemerintahan Raja Bashar Assad. Apalagi jika ada bantuannya dari sekitar timur tengah, Iran, Lebanon. Karena Indonesia juga pertimbangan jarak jauh dengan Suriah.
Lagipula sedang ada masalah internal soal bahagian ekonomi kerakyatan. Seperti salah satu siasat di Tsun-Zu, pentingnya membangun kemapanan perbekalan segenap bangsa. benteng dan persenjataan negara terlebih dulu. Walau dengan menurutkan kesabaran dan menghiraukan permasalahan di sekitar, atau lain negara.
Surosena juga pernah berandai-andai, jika saja cukup melalui kesultanannya Banten Darussalam bisa kaya, kemudian turut membangun satelit canggih pengintai lokasi sasaran misi, dan persenjataan misal rudal canggih jarak jauh, tentunya  seperti di misi pengiriman menuju sasaran gudang senjata dan alat-alat senjatanya Israel.
Atau sekalian membuat pesawat tanpa awak  canggih memburu ke arah sasaran pemimpin seperti Benyamin Netanyahu, dan Assad.
Atau ke Bashar Assadnya bisa saja berubah di urungkan. Lantaran tiba-tiba saja melihat di tayangan berita, 04/02/2013, Presiden Assaad sudah menjumpai Ketua Dewan pertahanan nasional Iran. Juga menyatakan antipatinya pada aksi Israel yang melanggar batas wilayah masuk ke Suriah. Atau di kasus ketika Israel melakukan penyerangan ke Lebanon.
Atau, jika Bashar Assad sungguh-sungguh bertaubat, insyaf untuk memperbaiki kebaikan hubungan dengan rakyatnya.
Atau, walau Bashar Assad Raja dan Presiden di Suriah, yang juga termasuk kekerabatan sayidina al-Husain ra., tapi beliau juga mesti ingat, ada abang gunungsepuhnya di kekeluargaan besar dzuriyah al-Husain ra., yakni keluarga Sultan Banten Darussalam atau dzurriyah Surosowan.
Walau beliau berusia lebih tua sebagai paman, tapi berlakunya sebagai Paman Umayyah, maka Dul Fakhar sayidina Husain bin Ali ra., pun bisa bereaksi terhadapnya.
Teguran ini juga berlaku pada Raja Arab Saudi dari kekerabatan paman Abbas ra.
Karena wewenang Dul Fakhar juga amanat menegakkan keadilan.
Surosena kecewa juga mendapati di antara pamannya ada yang berbuat zolim, termasuk seperti Foke. Bahkan sedari masa sejarah silam dengan Mangkubumi Rana Menggala., Umayah, Bayazid bin Umayah, Abu Jahal, Qorun kakek moyang paman dari Bani Israil, Kurawa, Batara Kala si putera Iblis yang bahkan terdapat di cerita Mahabharata, juga masih kakek pamannya, atau bahkan Sultan Haji Abdul Kohar.
Kecewa juga punya kerabat, bahkan masih menjadi penguasa Raja di mancanegara, atau ketika jadi pejabat di dalam negeri malah berbuat menzolimi, berkhianat.
Padahal di antara cucu Nabi SAW., sudah berkurang satu generasinya sayidina Hasan ra. Tinggal generasi sayidina Husain ra., dan keluarga pamannya, Abbas ra., itu pun mulai berkurang lagi di jaman modern ini. Mungkin juga semakin masuk mendekati masa kiamat makin langka, atau sudah punah sisa cucunya Nabi SAW.
Jadinya sesuai Janji ALLOH SWT., pada Nabi Ibrohim as., hanya memberikan keistimewaan, hak kekuasaan kerajaan besar, dan perlindungan di bumi khusus pada anak-anak dan cucunya Nabi Ibrohim ‘as., di mana jika sudah tiada, maka Janji ALLOH memberikan perlindungan, keistimewaan, hak kerajaan besar itu pun bisa otomatis di cabut, manusia yang tersisa cuma di perlakukan sembarang, atau bisa jadi tak di anggap.
Urusan hak kekuasaan kerajaan besarnya keluarga dzuriyah hubungannya istimewa dengan HablumminalloH. Karena dari ALLOH SWT.,  langsung memberikan pengesahan hak kekuasaan kerajaan besarnya dzuriyah.
Lain dengan kerajaan dinasti lainnya, ada haknya di tahbiskan melalui hanya hukum buatan manusia. Atau pada kepemimpinan manusia di negara.
Soal ini, cuma untuk di pergunakan di urusan kendali masalah ketenteraman di internasional. Dengan kode urusan khusus. Mungkin untuk sementara di percayakan pada Sultan Bantennya seorang, di misi pelepasan persenjataan canggih; rudal  dan pesawat tanpa awak. Terkait wewenang otonomi istimewa “Dul Fakharnya.”
Mau di salahkan ke pemerintah Indonesia oleh negara-negara lain oleh PBB juga tidaklah bisa, karena sesuai UU Indonesia, sesuai hak asal-usul istimewa kedaerahan di pasal 18 UUD 45, Kesultanan Banten punya hak wewenang otonomi sendiri, tapi juga terhubung sebagai NKRI.
Tapi yang kena tanggung jawab cuma Sultan Banten, melalui wewenang otonominya. Atau bisa saja di bunuh, dan di penjarakan jika terbukti nyata melakukan penyimpangan di kewenangan otonominya sebagai Sultan Banten.
Dan apapun aksi, pertimbangan utamanya berdasar rasa keadilan.
Dan Sultan Banten juga punya pengawas kebijakan / otonomi, seperti melalui Kasunyatan, Mangkubhumi, rakyat bumiputera.
Korupsi penguasa nasional mestinya sebagai pembesar-pembesar bangsa dan negara memang menyebalkan dan kontroversi.
Masalah di dunia ini begitu banyak, kompleks, juga butuh penyelidikan. Sementara Surosena di samping sebagai pelukis ato ilustrator, juga sebagai putera mahkota kesultanan.
Maka ia juga mencoba jadi agen kajineman, yang mungkin juga telah mengalir dari leluhurnya orang Jawa.
Karena realita yang melintas juga perlu di kaji. Realisme dan pengkajian nampak juga berhubungan.
Di mana juga berhubungan dengan proses upaya menggunakan hak otonomi Sultannya Banten dengan benar.
Teringat ucapan Nabi SAW.,Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin ada pertanggungjawabannya. Tanggung jawab utamanya adalah seperti tiap orang, menegakkan rasa keadilan. Seperti sabda Nabi SAW., Jihad utama adalah pernyataan keadilan pada penguasa zolim.
Dan jalurnya ke ibadah Islam juga banyak, dapat melalui sholat, tadabbur, tadarusan, tasbih, sedekah, jihad, insyaf. Di mana manusia juga makhluk khilaf.
Tapi khilafnya manusia masih di maklumi, karena sudah kodratnya manusia di ciptakan berunsur sebagai makhluk khilaf tapi juga sebagai kholifah di muka bumi.
Soal PKS menganggap partainya di kriminalisasi KPK dengan embelan kaitan zionisme, dengan pertanyaan sebaliknya jikalau PKS tidak sebagai partai yang jujur dan adil, hingga menyebabkannya dapat di cap buruk partai tidak jurdil, dan tidak lagi di percaya di pemilu 2014.
Walau dari orang-orang jaringan elit PKS menyuarakan demikian, seperti partainya di kriminalisasi KPK, tapi rakyat juga punya hak menilai secara jurdil di hak demokrasi terpimpinnya, jujur dan adil.
Justru dari penampakkan orang-orang jaringan elit PKS berbuat demikian jadinya malahan pula menampakkannya sebagai partai tidak jurdil dan berkurang di percaya massa.
Sekjen PKS juga sempat mengatakan, bagaimana mau menyuap, padahal anggota PKS juga kecewa iurannya kecil-kecil.
Tapi, dari pengamatan sejak masa kemarin, yang nampak di tayangan, contoh seperti Tifatul Sembiring ketika di wawancarai reporter televisi di rumahnya, nampak mewah, besar. Masakan iuran kecil tapi dari penampakkan rumahnya nampak kaya. Satu hal lagi temuan ketidakjujurannya PKS.
Atau bagaimana Hidayat Nurwahid, mantan ketua PKS bisa sempat mengikuti kampanye pilkada gubernur DKI 2012 silam, dari mana dananya iuran kecil anggota partai PKS bisa kampanye pilkada gubernur DKI Jakarta? Lagi-lagi temuan tanda ketidakjujuran PKS.
Bahkan di suatu masjid yang juga terdapat perguruan mahad/ universitas pendidikan agama Islam Al-Hikmah, yang sebenarnya juga pendiri awalnya masih nenek dan pamannya P.Jayakarta dari Surosena. Tadinya sejak dulu termasuk pendukung dan asal-mula berdirinya PKS.
Di sana teringat bersama kakak perempuannya ikut lomba cerdas cermat tingkat sekolah pendidikan agama Islam, tapi tak di duga menang pula, padahal kakaknya dari SMAN 82. Bahkan Surosena kecil tidak ikut menjawab pertanyaan-pertanyaan yang cepat, cuman kakak perempuan dan teman perempuan sebayanya yang menjawab.
Kemudian komunitas masjid dan civitas akademi di sana juga sempat menempelkan kritiknya pada PKS, tertuju pada elit-elitnya, termasuk Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring sebagai penipu.
Bahkan foto-fotonya juga di gambari dengan spidol hitam di matanya, atau pada janggutnya di tuliskan jenggot palsu. Nampak sebagai coretan anak-anak di mading sekolah, tapi ini mading sekolah universitasnya civitas mahasiswa agama Islam.Walau di mahasiswa agama Islam, tapi di situ pula terletak kejujuran dari anak mahasiswa. Atau berbanding lagunya Ahmad Dani,,,seperti lirik yang tua korup,,,.
Yang bahkan studinya dengan menghafal ayat-ayat Qur’an, dan hadits, belajar bahasa Arab. Atau beradanya di kelas, atau di masjid, atau di kantin, atau di toko buku dan perlengkapan agama Islam.
Bagusnya, ketika ia mendatangi tokonya kampus agama Islam tersebut, di berinya oleh penjaganya Qur’an bersampul merah. Wah cocok. Dapat tanda umat Islam realisme. Atau Sarekat merah?
Civitas masjid dan kampus Islam itu memang ada mengenali sebagian dari warga di sekitar. Walau juga seolah tak kenal.  Tapi namanya orang masjid dan kampus juga orang di bidang pendidikan, yang juga mengenali karakter orang-orang, apalagi warga lama di sekitar.
Di masjid dan kampus Islam Al-Hikmah, civitas lama juga nampak ada penyesalan dan segannya pada Ustad lama dari paman Jayakarta yang dulu termasuk pendiri mula-mulanya tempat itu, tapi bahkan jasanya tidak di anggap. Dan sang Ustad tua sudah nampak enggan ke sana lagi, bahkan meninggalkan, dan bertempat di masjid sebelumnya yang juga terdapat sekolah yang juga hendak beliau kembangkan pula, bernama Masjid dan lembaga pendidikan At-Takwa, tapi baru sebatas TK, SD sampai SMA. Dan bergabungnya juga dengan Kiai-kiai dan orang-orang NU.
Yah, biar masih miskin, tapi berjaringannya dengan jaringan sepuh.
Kontroversi juga, Paman Kiai termasuk dinasti P.Jayakarta pula, termasuk dzuriyah, sampai tidak di hargai lagi dan tidak di anggap di tempat yang pernah di dirikannya. Ibaratnya seperti di durhakai anak-anak umat Islam, tapi sebenarnya bak Malin Kundang.
Sementara civitas Al-Hikmah dan PKS nampaknya berjaringannya juga dengan Muhammadiyah.
Di samping, memang kalo soal ibadah, enaknya dekat sama yang tua, karena orang tua fisiknya sudah lemah, maka ibadahnya juga tidak berpanjang-panjang berdiri, jika di banding tempat bermasjid dominan pemuda-pemudi.
Pernah teringat, waktu sehabis lulus SMA, Surosena bingung mau kuliah di mana, kemudian sempat juga berbicara dengan adik dari sang Ustad tua yang juga paman kerabat Jayakarta, di mana beliau juga lulusan Sarjana IKIP  Rawamangun, jurusan guru. Ia juga sempat bilang sudah mendaftar di FSRD IKJ.  Waktu itu sempat ancer-ancer juga jika tak dapat di sana, maka pilihan alternatif adalah kuliah agama Islam. Tapi berat juga membayangkan, mesti tiap hari belajar menghafal Qur’an, belajar bahasa Arab, ada juga kekhawatirannya di situ pada beratnya.
Tapi, masuk mahad baru Islam juga tidak di kenai ujian tes masuk waktu itu, apalagi jika sudah ada kenalan lulusan lama pernah jadi guru, atau pendiri. Apalagi statusnya masih baru waktu itu, beda dengan kini statusnya makin naik, juga melalui lulusannya jadi kader PKS, masuk ke pemerintahan. Karena naik pamor, naik gengsi, status juga tambah beban syarat masuknya. Itulah termasuk cirinya sekolah.
Enaknya jika sudah tuntas lulus sekolah, tinggal termasuk jadi cerita kelinci, sudah ikut balapan, di tengah balapan tinggal tidur istirahat menunggu teman satwa kecilnya si kura-kura mengejarnya. Memberinya kesempatan.
Tapi di soal ekonomi juga perlu berbagi. Supaya adil bagian masing-masing sesuai memenuhi kebutuhannya masing-masing.
Kemudian ketika datang lagi ke sana, nampak Paman guru sedang menggambar ibu-ibu mengenakan kebaya sebagai poster untuk pendaftaran masuk di lembaga pendidikan At-Takwa. Paman guru juga kegiatannya sebagai guru pelajar SD hingga menengah di sana. Bahkan waktu SMA, pernah  pula ia ketitipan ikut jadi guru ekstrakurikuler les tambahan buat muridnya. Rupanya jadi guru itu susah juga, apalagi menghadapi anak-anak yang susah di tertibkan, atau menyimak pelajaran.
Tapi, jadi geer juga ketika pernah satu malam tidak masuk, kemudian sempat di tanya anak murid di kelas, kok tidak ngajar.  Sampai sekarang bingung juga pada dirinya yang padahal termasuk orang awam tapi bisa tiba-tiba diangkat jadi guru dadakan. Takdir ALLOH memang tak di nyana kadang-kadang.
Anak-anak murid senangnya di ajar olehnya karena juga di ajar menggambar ketimbang pelajaran les agama Islam.  Tapi mereka juga murid dari sekolah agama Islam. Tapi rupanya mereka juga jenuh, lantaran guru-guru les lainnya malahan tidak mengajarinya gambar.
Sedangkan di sekolah-sekolah hingga menengah pun di Jakarta tiada kejuruannya di menggambar, misal seperti SMSR di Yogya, Padang.
Tapi,karena mulai memasuki masa ujian kelulusan SMA, maka ia pun mengundurkan diri jadi guru.
Jika ingat masa itu, mungkin anak-anak siswanya di antaranya sudah lulus kuliah bahkan. Atau bisa juga sudah menikah berumahtangga di antaranya. Waktu memang cepat berlalu.
Guru muda di les pelajaran menggambar murid-murid sekolah agama Islam, terkejut juga di antara 200 mahasiswa pelamar ke FSRD IKJ, termasuk di antara 100 mahasiswa baru yang di terima di pendaftarannya ke Desain Grafis mulanya. Dari sempat jadi guru gambar anak-anak SD, jadi pelajar mahasiswa baru dari mula.
Bola dunia memang berputar, kadang di utara, kadang di selatan, barat, timur, tenggara.
Teringat waktu sempat mengajar anak-anak SD, ada di temukan sekelompok tidak menyimak, tapi bermain tebak-tebakan nama buah dari satu huruf. Mengingatkannnya pula waktu anak-anak belajar mengaji juga berbuat demikian. Dan ia malahan ikutan.
Kalo gurunya dulu juga masih muda, kalo melihat ada anak muridnya tidak menyimak papan tulis, kemudian mendatangi dan menyabet dengan seperti sabetan kayu tipis di bagian kaki. Teringat dulu kakak dan teman sebayanya yang biasanya kena di sabet, tapi karena ia masih siswa termuda di biarkan, jadi anak bawang.
Nyatanya masa kanak-kanaknya juga tidak jauh di libatkan ke pendidikan agama Islam.
Kaderisasi PKS, mulanya juga di ambil dari lulusan Sarjana LC dari Al-Hikmah. Pamornya PKS nampaknya ketika terjadi banjir di 2002, anggota-anggota dari PKS yang nampak banyak turun ke bawah menolong korban banjir.
Kemudian nampak ketuanya waktu itu Hidayat Nurwahid mengatakan walau partai baru kami siap menolong rakyat khususnya di tingkat bawah.
Tapi itu dulu. Dan nyatanya bukan cuman orang-orang PKS yang partisipasi di waktu banjir 2012. Tapi juga gotong-royong dari segenap warga, tentara, SAR, dan Wanadri. Tapi di  angkat ke kampanyenya seolah cuman PKS paling utama berjasa, karena juga menjelang pemilu.
Ironisnya ketika PKS bahkan sebagai partai baru mengejutkan dengan perolehan suara pemilihnya. Kemudian mendapatkan kedudukan-kedudukan penting, bahkan ketuanya Hidayat Nurwahid sempat di angkat jadi Ketua MPR, PKS sejak itu juga mulai berubah jadi golongan kapital atau elit.
Kemudian ketika masuk ke masjid Al-Hikmah seperti ke kampung halaman civitas kuliahnya, nampak pula ketika ke masjid telah bermobil, bermotor bahkan baru, di dalam atau di sekitar masjid HPnya juga nampak baru. Keadaan di masjid Al-Hikmah jadi berubah dulu dengan kemudian, di mana juga terdapat kesenjangan.
Bahkan ada pembedaan, misal menjelang malam lailatul Qodar, yang bayar ke masjid dapat prasarana VIP, yang tidak di bedakan jelas. Dan orang-orang di panitia itu juga termasuk kemudian diantaranya jadi kader di PKS.
Fenomena itu saja baru di lingkup masjid dan kampus, kemudian setelah senat panitianya jadi kader PKS, masuk ke posisi pemerintah. Ke Departemen Kementerian, DPR, DPRD Jakarta, Depok.  Seperti sejak atas nama ibadah saja sudah di oportuniskan, bagaimana bayangannya karena urusannya kemudian hingga ke masa KIB sudah di tempatkan posisi pemerintahan negara, dan imbasnya juga ke rakyat.
Dan yang nampak kini juga nuansa kesenjangan dan kapitalisme, dengan gaya kebusanaan peci, busana Islami modern di sekitar dengan refleksi bayangan kronologi silam asal perubahan lingkungan itu. Di mana juga acuh dengan kesenjangan, tapi dengan label keadilan seolah sudah berbuat adil. Tapi label keadilan saru/palsu. Seolah bersih, tapi juga arogan, dan label keadilannya saru, palsu di bukti kenyataan di tempatkan di posisi pemerintah juga kurang bermaslahat, juga tidak giat menegakkan keadilan, melunasi hak-hak keadilan.
Menurut Prof. Makhfud MD., temuan KPK pada kasus impor daging sapi mengenai Luthfi Hasan, juga masih dugaan. Tapi beliau juga mendukung KPK menjalankan tugasnya, tanpa terpengaruh kemudian bermunculan suara-suara kriminalisasi PKS dari KPK, KPK mengkhianati Islam dengan di sebut antek zionis Yahudi, tapi jadinya malahan menggrecoki yang namanya sudah tugasnya KPK sebagai penyelidik obyektif. Juga penilaian obyektifnya massa pada sikapnya PKS, tidak menjaga posisi obyektif, netral, juga asal tuding KPK antek zionis, Yahudi, karena jadinya mengganggu penyelidikan KPK yang obyektif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s