JURNAL KOMIK PETUALANGAN AGEN 005: ROMANTIKA ABAD KLASIK : KISAH SENOPATI NYI AGENG SERANG

TB Arief Z-art

Font-komik Satria Surosena Metamorfosis. By TB Arief Z

TB Arief Z-art

Pisau Ukir Buah Kudus Rp 30.000 1 set. (2012). By TB Arief Z. Pisau Ukir buah ini adalah produk pertama di Indonesia.

Surosowan-art doc

Dunia Nyi Ageng Serang-Wanita pejuang bangsa

Kutipan layout kajian

Sejak Sultan gunungsepuh Tirtayasa kalah perang, akibat juga di khianati puteranya Pangeran Haji Abdul Kohar yang memilih bersekutu dengan VOC Belanda, membuat Belanda juga leluasa membangun benteng dan pos-pos militernya di Banten. Di mana benteng utamanya adalah di benteng Speelman (kini juga di sebut kuburan Belanda).

Di sebut pula benteng kuburan Belanda, lantaran setelah melewati masa di naikkannya Sultan Haji Abdul Kohar yang bahkan di benci penduduk dan bertakhtanya cuma beberapa tahun pendek, akibat menjadi sinting dan di benci penduduknya. Ada pula yang menyebut akibat melakukan kedurhakaan besar pada orangtuanya.

Di samping ia juga melakukan penyimpangan kehendaknya melakukan pelaminan dengan kelewatan banyak isteri hingga 100 isteri.

Di antaranya perempuan Belanda, Eropa, lokal. Mungkin yang paling gila satu-satunya melakukan pelaminan dengan 100 isteri di masa sejarah kesultanan, cuma Sultan Haji Abdul Kohar itu yang melakukannya. Dan dulu pula istana Surosowan sempat menjadi sangat luas, bahkan hingga terdapat ruang bawah tanahnya juga sebagai pemandian.

Tapi yang menjadi keanehannya, bagaimana mungkin pada perempuan-perempuannya hingga bahkan mau di jadikan segenap 100 isterinya Sultan Haji Abdul Kohar.

Bahkan berbanding sejarah ini, Cassanova playboy Eropa pun kalah daya tarik dengannya. Di sejarah ini pun nampak, bahwa justru lelaki don yuan terhebat di sejarah dunia, justru adalah Sultan Banten Haji Abdul Kohar.

Walau pun ia di cap pengkhianat patriot bangsa dan di golongkan sejarah buruk di Banten,Jawa, Indonesia.

Di terjemahan mayoritas ulama dan pengertian umat Islam, soal lelaki mengambil isteri, berdasarkan ayat Qur’an di sebut boleh mengambil 1, 2, 3 hingga batas 4 isteri, itu pun dengan syarat bisa berlaku adil pada isteri.

Ketika menyampaikan maksudnya pada ayahnya, Sultan Tirtayasa, walau ia juga berpoligami 2, kakek buyut Wali  Sunan Gunung Jati berpoligami maksimal 4 (dengan maslahat rahmat ALLOH di karuniai usia panjang 109 tahun juga melalui poligami batas 4 isteri), pun menentang keinginan Pangeran Haji Abdul Kohar untuk menikahi 100 isteri.

Tapi bagaimana pula ia sampai berani menyampaikan maksudnya ke bapaknya, jika ia pula hingga bisa membuat 100 perempuan berminat menjadi isterinya, bahkan termasuk perempuan Belanda dan Eropa.

Sultan ageng Tirtayasa sebenarnya juga hendak mewariskan takhta pada putera sulungnya. Tapi Pangeran Haji juga menginterupsi menuntut jatah takhta Sultan Banten.

Di antara temuan bagaimana sosok pada Pangeran Haji Abdul Kohar, sejak muda ia tergolong anak cerdas jenius, bahkan di usianya ke 12 tahun sudah lulus sebagai status Habib dari mahad perguruan tinggi agama Islam di Mekah. 

Bahkan di usianya ke 12 tahun pula dengan meraih gelar haji hingga sepulang kembali ke tanah airnya, di Banten.

Dulu di masa klasik, pusat perguruan tinggi jurusan pendidikan Islam di Mekah.

Ia juga sudah mampu menjadi wirausahawan sukses, mandiri dan kaya. Bahkan berkemandirian kaya di luar kekayaan dari bapaknya, Sultan ageng Tirtayasa.

Dan bukan hanya itu, ia pun termasuk dapat kesempatan menjadi pegawai kantor bergaji tinggi,bahkan di kantor Belanda, di antara penduduk yang juga pengangguran sulit dapat lapangan kerja, dengan terdapatnya penguasaan kapitalisme VOC juga di pemerintahan Batavia.

Mungkin kesuksesan kayanya seperti mantan Gubernur Foke yang juga punya akses korupsi mendapatkan akses pendapatan dana-dana besar dari pemerintah, bahkan mancanegara. Atau fenomena pertanyaan aneh, pada anak saudara dekatnya yang memperlihatkan tangannya memegang gepokan uang merah ratusan ribu rupiah, dari mana asal-usul dapatnya.

Dan hal utama yang di pandang perempuan walau cantik-cantik, bahenol, ratu kecantikan ironisnya adalah sebagai perempuan materialisme pada lelaki berpenghasilan kaya, figur kemapanan kaya.

Walau lelaki itu juga sebenarnya dholim  atau di kemudian realita di temukan pula sebagai pelaku korupsi, golongan thoffif. Seperti dholim menegakkan amanat konsekuen adil dengan hak-hak.

Dan ironisnya perempuan condong memandangnya mendahulukan ke yang tinggi-tinggi, telah kaya, atau kurang ada yang minat dengan sebagai penolong modal bak Siti Khodjah ra., pada pemuda Muhammad SAW., walau upaya ikhtiarnya pemuda bujang sedari berondong wirausahawan tapi sedang kekurangan modal, pekerja dari bawah.

Padahal Nabi SAW., juga bersabda, Perempuan sebaiknya juga bersedekah. Atau sabda Nabi SAW., Jihad utama adalah pernyataan keadilan terhadap penguasa dholim.

Hal mana juga berhubungan hikmat perempuan yang mendapatkan keutamaan justru yang pula menolong lelaki sedari masanya sebagai pejuang /berjihad berikhtiar yang bahkan ketika sedang merintis dari bawah.

Atau sedang bersama-sama berikhtiar merintis dari bawah.

 Tapi, sejarah buruk Sultan Haji Abdul Kohar, pantasnya hanya di jadikan sebagai catatan dulu dan satu-satunya nilai keburukan bagian sejarah, yang tidak lagi ada penerus realitasnya.

Surosowan-art doc

Monumen Nyi Ageng Serang di DI Banten lama

Di masa Muhammad SAW., sedari pemuda yatim piatu dan miskin, yang berperan besar menolongnya ialah Siti Khodijah ra., yang juga mengangkatnya menjadi berkemapanan.

Bahkan Siti Khodijah ra., pula menjadi sosok yang bahkan menolongnya hingga mengajukan dirinya menjadi isteri pertama pemuda Muhammad SAW. Bahkan menjadi isteri yang paling di cintai Nabi Muhammad SAW.

Bahkan Nabi SAW., di sabdanya pernah mengatakan, bahwa Siti Khodijah ra., mendapat rumah di surga akhirat. Siti Khodijah ra., juga pahlawan Islam, dengan jasa besarnya menolong Nabi Muhammad SAW., sejak mudanya.

Siti Khodijah ra., juga perempuan beriman, wirausahawan mapan dan punya pengetahuan seimbang di agama Islam dan Alkitab. Bahkan berimannya walau sedari Nasrani menjadi mualaf ke Islam sejak menikah dengan pemuda Muhammad SAw.

Tergolong sosok perempuan istimewa dan pendamping layak buat keturunan keluarga Nabi Ibrohim ‘as., yang mana sesuai anjuran Nabi Ibrohim ‘as., pada puteranya Ismail ‘as., untuk mencari jodohnya perempuan istimewa dan beriman. Di mana Nabi SAW., juga di pidatonya di segenap umat Islam dengan memandang cucunya, berkata, Cucuku ini sayid.

Hingga turut membesarkannya sedari sebagai wirausahawan, Nabiyalloh hingga pemimpin istimewa umat manusia universil.

Di sejarah masa kerajaan besar Majapahit, nampak sosok-sosok pemimpin perempuan hebat seperti Ratu Tribhuwanattunggadewi, hingga Ratu Suhita.

Bahkan di masanya beliau-beliau ini juga sosok perempuan sebagai Ratu pemimpin-pemimpin yang bahkan bagaikan Ibu memulihkan dan membesarkan kerajaan Majapahit yang bahkan hingga menguasai nusantara dan berkuasa ke mancanegara.

Di Demak dan Mataram, pernah terdapat sosok-sosok perempuan hebat bernama sama Ratu Ayu Pembayun.

Ratu Ayu Pembayun yang pertama puterinya Ki Sunan Gunung Jati yang menikah dengan Sultan II Demak, Yusuf / Yat-sun, atau Pangeran Sabrang ler.

Jika di negeri Tiongkok, terdapat kisah epos kepahlawanan Jenderal Mulan, maka di Propinsi DI Banten, terdapat epos Senopati Nyi Ageng Serang. Beliau ialah sosok Senopati laskar Surosowan, yang bahkan meraih keberhasilan mengalahkan penjajah.

Kisah Senopati Nyi Ageng Serang adalah sosok unik yang bahkan termasuk pahlawan nasional Indonesia, di jajaran para pahlawan nasional laki-laki.

Menandai pula, bahwa sebagai sosok perempuan hebat. Bahkan di Jawa, monumen pahlawan nasional perempuan seperti penghargaan pada Nyi Ageng Serang juga uniknya hanya nampak menonjol di propinsi DI Banten, termasuk hubungan dengan sejarah asal-usul istimewa kedaerahannya, dengan Banten lama, kesultanan Banten Darussalam atau istana Surosowan.

Di bukunya, Sarinah, Presiden RI pertama, Ir. Soekarno menuliskan, bahwa di balik sosok pemimpin hebat, di belakangnya juga terdapat perempuan hebat.

Surosowan-art doc

Monumen Nyi Ageng Serang di DI Banten lama

Tapi, ironis pula sosok hebat Nyi Ageng Serang bahkan kurang di angkat, dan seperti terlupakan, seperti perbandingan dengan kisahnya pahlawan Aceh, Cut Nyak Dien yang bahkan hingga di filmkan.

Tapi, keduanya juga sosok pahlawan-pahlawan hebat, yang pula sebagai perempuan hebat mampu membuktikan kegigihannya dalam perjuangan memerdekakan bangsa Indonesia., bahkan juga sebagai kodrat perempuannya menikah dan membantu lelaki suaminya. Seperti Cut Nyak Dien yang juga sebagai isteri shalihah dengan Teuku Umar.

Atau di mancanegara, seperti bangsa India Pakistan, dengan sosok figur Benazir Bhutto, hingga dari Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Di barat, bahkan di sejarah perempuannya kerap di lecehkan, seperti misal pada sejarah Joan of Arc. Bahkan hingga pelajar menengah siswi perempuan di Israel di paksa di kenai wajib militer.

Bahkan ketika jadi tentara pun di paksa mesti berbikini oleh penguasa zionis Israel.

Baru di jaman modern seperti dengan kemunculan Evita Peron, Presiden Jerman, Angela Merkel, Hillary Clinton, Alanis Morisette perempuan barat di hargai.

Ironis memang perbandingan figur perempuan dulu dan modern. Di mana bahkan ada di antara perempuan untuk menjadi hebat dalam karir hingga sampai berpendapat dan memutuskan tidak menikah.

Padahal kodrat agama menganjurkan lelaki dan perempuan menikah, bahkan saling tolong-menolong melengkapi yang lemah di antaranya.

Tapi figur-figur pahlawan perempuan dulu, sedari Siti Khodijah ra., Rajapatmi Tribhuwanatunggadewi, Panglima Tiongkok Mulan, Ratu Ayu Pembayun, Nyi Ageng Serang, hingga Cut Nyak Dien justru membuktikan sosok keteladanan perempuan yang berhasil dalam karir juga sebagai penolong dan perempuan hebat di balik pasangannya laki-laki sebagai pemimpin pula.

Padahal sebenarnya prestasi Nyi Ageng Serang bahkan setara Jenderal Mulan dari Tiongkok. Di mana beliau bahkan sebagai senopati berhasil menjadi pemenang perang dan penakluk mengalahkan Belanda.

Ada pun Cut Nyak Dien pun di ungsikan akibat pembuangan Belanda, ke Sumedang. Memang ironisnya di rumah kediaman terakhirnya di Sumedang juga kurang perhatian pemeliharaan sebagai bagian situs sejarah Indonesia.

Walau di sudut lain, sejak masa Prabhu hingga jadi Sultan pun ada yang tetap melakukan poligami. Tapi bukan pula untuk merendahkan harkat kaum perempuan. Nyatanya lelaki juga makhluk lemah bertulang rusuk ganjil kurang sebelah, makanya sesuai dengan kodratnya butuh perempuan.

Dan di kisah Nyi Ageng Serang pula di tampakkan bagaimana masa kesultanan perempuan juga di beri kesempatan menempati posisi tinggi, dari Ratu Suri, Permaisuri, hingga Panglima senopati, seperti di kesultanan Banten Darussalam.

Di Banten pun sudah terdapat keberadaan benteng Belanda.

Sejak dulu, di Jawa sudah ada demokrasi perempuan dan laki-laki.

Di abad pertengahan abad 17 m., pula ketika terjadi perjanjian dan perang Giyanti antar keluarga Mataram, justru kesultanan Banten Darussalam tetap utuh menjadi kekaisaran Sultan. Bahkan di masa ini pula, pasukan Surosowan melakukan ekspedisi-ekspedisi pendudukan di pedalaman Sunda, hingga ke Sumedang.

Bahkan Raden-raden Sumedang sempat kaget, karena tiba-tiba di tawan dan di kumpulkan di istana Sumedang oleh pasukan Surosowan.

Kemudian di suruh mengakui sejak itu kerajaannya adalah kerajaan bawahan kesultanan gunungsepuh Banten Darussalam. Setelah sudah mengakui baru di bebaskan. Hal itu di lakukan akibat Belanda mulai mempengaruhi para Bupati-bupati di Jawa Barat. Lagi pula di masa itu, Belanda sedang berupaya terus melancarkan misinya menjajah di Indonesia.

Tapi penawanan para Raden-raden Sumedang juga membuat mereka bingung, kenapa mereka jadi dicurigai, walau memang sejak di datangi utusan Belanda. Sedangkan kesultanan Banten dengan pasukannya hanya memastikan saja pada adik kerabat Kawali, kerajaan Sumedang.

Dan di pertengahan abad 17 m., pula Kaisar Sultan Mohammad Syapah dan Kaisar Louis Perancis menjadi tokoh-tokoh penting sebagai pengesah kemerdekaan kedaulatan negara Amerika Serikat, bertemu tokoh pemimpinnya, George Washington.

Belanda yang terdesak di Jawa Tengah, kembali mengalihkan misi pendudukan di kesultanan Banten Darussalam.

Di samping rasa irinya Belanda padanya, karena Kaisar Sultan Banten bersama Kaisar Louis XVI telah menjadi tokoh pemimpin penting internasional sebagai pengesah kedaulatan negara Amerika Serikat. Seperti Elang  bondol tua mendapatkan anak angkat Elang Rajawali.

Hingga melatih agen dari Arab, Fatimah. Dan membujuk Kaisar Sultan Arifin untuk mengambilnya sebagai tambahan isteri.

Maka terjadilah bak pertemuan agen 007 James Bond dengan agen Pussy Galore. Atau pertemuan dengan agen The Spy who loved me.

ASAL-USUL NYI AGENG SERANG (SERANG PURWODADI, 1752 – YOGYAKARTA, 1828 M)

http://indonesiaindonesia.com/f/114178-serial-pahlawan-nasional-nyi-ageng-serang

Potret Nyi Ageng Serang di DI Banten lama

Potret Nyi Ageng Serang di DI Banten lama

Sejak lahirnya, beliau ialah puteri dari Pangeran Natapraja, yang menguasai wilayah terpencil dari kerajaan Mataram tepatnya di Serang, yang kini menjadi wilayah sekitar perbatasan Grobogan-Sragen, di Purwodadi, Jawa Tengah.

Beliau dari latar ayahnya masih keturunan dari Sunan Kalijaga, ia juga mempunyai keturunan seorang pahlawan nasional, yakni Soewardi Suryaningrat atau Ki Hajar Dewantara, tokoh sesepuh pendidikan nasional.

Sejak usia kecilnya, beliau juga sempat mendapatkan didikan ilmu siasat dan  keprajuritan.

Dan beliau juga di kenal cerdas.

Setelah ayahnya wafat Nyi Ageng Serang menggantikan kedudukan ayahnya.

Meski merupakan puteri bangsawan, namun sejak kecil Nyi Ageng Serang di kenal dekat dengan rakyat.

Setelah dewasa dia juga tampil sebagai salah satu panglima perang melawan penjajah.

Surosowan-art doc

Senopato Nyi_Ageng_Serang

SEMANGAT JUANG NYI AGENG SERANG

Semangatnya untuk bangkit selain untuk membela rakyat, juga di picu kematian kakaknya saat membela Pangeran Mangkubumi melawan Pakubuwana I melawan Belanda.

Meski merupakan putri bangsawan, namun sejak kecil Nyi Ageng Serang dikenal dekat dengan rakyat. Setelah dewasa dia juga tampil sebagai salah satu panglima perang melawan penjajah. Semangatnya untuk bangkit selain untuk membela rakyat, juga dipicu kematian kakaknya saat membela Pangeran Mangkubumi melawan Paku Buwana I yang dibantu Belanda.

Yang sangat menonjol dari sejarah perilaku dan perjuangan Pahlawan Wanita ini antara lain ialah kemahirannya dalam krida perang, kepemimpinan yang arif bijaksana sehingga menjadi suri tauladan bagi penganut-penganutnya. Tekadnya keras untuk lebih maju dalam berbagai bidang, dengan jiwa patriotisme dan anti penjajahan yang kuat dan konsekuen. Imannya teguh terhadap Allah SWT dan terampil dalam menjalankan peran gandanya sebagai pejuang sekalligus istri/ibu rumah tangga dan pendidik utama putra-putranya.

Sebutan Nyi Ageng Serang dikaitkan dengan kota tempat kelahirannya yaitu kota Serang yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur (bukan kota Serang, Banten). Kota Serang menjadi terkenal, semula karena menjadi Markas Besar perjuangan Natapraja atau Penembahan Natapraja, yaitu rekan perjuangan Mangkubumi dalam Perang Giyanti tersebut.

Surosowan-art doc

Monumen Nyi Ageng Serang di DI Banten lama

Nyi Ageng Serang mewarisi jiwa dan sifat ayahandanya yang sangat benci kepada penjajahan Belanda (VOC) dan memiliki patriotisme yang tinggi.

Menyimpang dari adat kebiasaan yang masih kuat mengingat kaum wanita masa itu, Nyi Ageng Serang mengikuti latihan-latihan kemiliteran dan siasat perang bersama-bersama dengan para prajurit pria.

Keberaniannya sangat mengagumkan, dalam kehidupannya sehari-hari beliau sangat berdisiplin dan pandai mengatur serta memanfaatkan waktu untuk kegiatan-kegatan yang bermanfaat.

Pandangannya sangat tajam dan menjangkau jauh ke depan. Menurut keyakinannya, selama ada penjajahan di bumi pertiwi, selama itu pula rakyat harus siap tempur untuk melawan dan mengusir penjajah.

Karena itu rakyat terutama pemudanya dilatih terus-menerus dalam hal kemahiran berperang.

Hal itu rupanya dapat diketahui oleh penjajah Belanda.

Karenanya pada suatu ketika mereka mengadakan penyerbuan secara mendadak terhadap kubu pertahanan Pangeran Natapraja bersama putra-putrinya itu, dengan kekuatan tentara yang besar.

Karena usianya sudah lanjut, pemimpin pertahanan Serang di serahkan kepada nyi Ageng Serang bersama putranya laki-laki.

Walaupun diserang dengan mendadak dan dengan jumlah dan kekuatan tentara besar, pasukan Serang tetap berjuang dengan gigih dan melakukan perlawanan mati-matian.

Dalam suatu pertempuran yang sangat sengit putra Penembahan Natapraja, saudara laki-laki nyi Ageng Serang, gugur.

Pimpinan dipegang langsung sendiri oleh Nyi Ageng Serang dan berjuang terus dengan gagah berani.

Namun demikian, karena jumlah dan kekuatan musuh memang jauh lebih besar, sedangkan rekan seperjuangannya yaitu Pangeran Mangkubumi tidak membantu lagi karena mengadakan perdamaian dengan Belanda berdasarkan perjanjian Giyanti. (13 Februari 1755), maka akhirnya pasukan Serang terdesak, dan banyak yang gugur sehingga tidak mungkin melanjutkan perlawan lagi.

Walaupun Nyi Ageng Serang tidak mau menyerahkan diri, akhirnya tertangkap juga dan menjadi tawanan Belanda.

Panembahan Natapraja sudah makin lanjut usia dan menderita batin yang mendalam dengan terjadinya peristiwa-peristiwa tersebut.

Akhirnya beliau jatuh sakit dan wafat.

Surosowan-art doc

Nyi_Ageng_Serang Panglima Surosowan

Selama Nyi Ageng Serang dalam tahanan Belanda, terjadi perubahan-perubahan pending di Yogyakarta. Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengkubuwono I telah diganti Sultan Hamengkubuwono II.

Bertepatan dengan Upacara Penobatan Sultan Hamengkubuwono II itu, Nyi Ageng Serang dibebaskan dari tahanan Belanda dan bahkan diantarkan ke Yogyakarta untuk diserahkan kepada Sri Sultan.

Surosowan-art doc

Nyi Ageng Serang

Entah apa latar belakang yang sesungguhnya sehingga hal itu terjadi. Yang dapat diketahui dengan jelas ialah bahwa kedatangan Nyi Ageng Serang di Yogyakarta disambut secara besar-besaran dengan tata cara penghormatan yang tinggi sesuai adat keraton.

Upacara itu dilakukan mengingat jasa dan patriotisme almarhum Panembahan Natapraja dan Nyi Ageng Serang serta keharuman nama Pahlawan Nasional Wanita itu sendiri.

 

 

Surosowan-art doc

Seni Tari Surosowan pentas pasukan Nyi Ageng Serang

Monumen Nyi Ageng Serang

Surosowan-art doc

Monumen Nyi Ageng Serang, Panglima Surosowan-Wates Kulonprogo

Nyi Ageng Serang di makamkan di Kalibawang, Kulonprogo. Beliau pahlawan nasional yang hampir terlupakan mungkin namanya tak sepopuler RA Kartini atau Cut Nyak Dien, tetapi beliau sangat berjasa bagi negeri ini.

Warga Kulonprogo mengabadikan monumen beliau di tengah kota Wates berupa patung beliau sedang menaiki kuda dengan gagah berani membawa tombak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s