TINJAUAN JURNAL CERITA PETUALANGAN KSATRIA DETEKTIF SUROSENA: PRAHARA KSATRIA MATA-MATA MAJAPAHIT

TINJAUAN JURNAL CERITA PETUALANGAN WAKTU KSATRIA DETEKTIF SUROSENA DI BABAD SUROSOWAN_PRAHARA KSATRIA MATA-MATA MAJAPAHIT

ilustrasi dan cerita tbrm (tubagus raden mas) Arief Z_S.sn IKJ_warga lama Jakarta, WNI kaukasia dan termasuk keluarga P. Jakarta, sedulur dzuriyat kesultanan banten darussalam dan sedulur dzuriyat Mataram_Indonesia. Pernah  mendapat juara  tim favorit di lomba mural/ grafiti SMA di Al-Azhar pusat_jl.Sisingamangaraja Jakarta_pameran dialog 2 kota 1 dan 2 FSRD IKJ-ISI di TIM Jakarta dan Dialog 2 kota ke-2 di galeri sonobudyo_Yogya dan pameran PEKSIMINAS  1997 di ITB, Bandung. Ilustrator freelance di majalah Tajuk melalui teman jurnalis senior dari ISI_Mas Heru. Waktu itu masih mahasiswa di IKJ membuat ilustrasi kritik ke penguasaan penekanan IMF Wolfensohn di Indonesia melalui menteri Boediono di masa akhir orde baru Soeharto. Walau majalah Tajuk (di kawasan Metropol depan stasiun Cikini waktu itu ) yang turut kena di brebel di 1997 , dengan Tempo, Gatra, karena termasuk yang di anggap kena subversif lantaran mengulas berita soal kontroversi di peristiwa tragedi 1997 ke penyerangan markas pdi (Bu Megawati waktu itu) oleh PDI Suryadi dengan bantuan militer AD dan polisi waktu di 1997 dulu itu karena pengaruh dari antara orang-orangnya Pak Harto dari Golkar.

Pernah mendapat nilai A plus di mayor lukis IKJ ujian akhir kelulusan strata D3_konsep pengantar : sudut kota sebagai sumber ekspresi. Dan pertama kalinya mendapat nilai B di ujian akhir kelulusan strata S1_konsep pengantar : seni lukis realisme (ekspresi/ungkapan) individu.  Pernah bekerja tim di pelukis dekorasi di mebel bents termasuk buat pameran di JCC dengan civitas IKJ dan tim pelukis plafon, wash, marble di pt renaissans art dan interior berkantor di Kelapa gading_bekerja dari proyek di komplek-komplek perumahan di Jakarta hingga di kota Wisata, Bogor dengan civitas IKJ, hingga dengan civitas Unair Surabaya di proyek komplek perkantoran Bank Ekonomi di jl.Prapen_Surabaya, Jatim.

 

tbrm arief z_comic art

tbrm arief z (september 2014)_hal 1_komik detektif surosena dan uni ksatria keadilan_Kontroversi krisis dan masalah rasa keadilan.

 

 

 

 

Sinopsis : Ksatria surosena mendapatkan mesin waktu dari Mbah buyutnya Naga taksaka Antaboga, dan menggunakannya untuk memburu siluman jahat yang memasuki di masa sejarah keprabon Majapahit masa Kalagemet, hingga turut mempengaruhinya, dan terdapatnya pengkhianatan anggota dharmaputera Ra Kuti.

 

 

 

ILUSTRASI KRONOLOGI

EPISODE : PRAHARA KSATRIA MATA-MATA MOJOPAHIT, by TB Arief Z-art. Dari  saduran buku cerita Mata-mata Majapahit tulisan alm sutradara CM Nas (buku ini di berikan almarhum ketika masih hidup pada Ibu dan alm Bapak penulis ulang cerita ini, TB Arief Z).

TB Arief Z-art

Sampul komik Ksatria Surosena : PerjuanganJati diri , by TB Arief Z

English: Brahu temple at Trowulan archaeologic...

English: Brahu temple at Trowulan archaeological site, East Java. The tall red bricks temple is dated from Majapahit period circa 13th to 15th century. (Photo credit: Wikipedia)

The statue of Harihara, the half Shiva and hal...

The statue of Harihara, the half Shiva and half Vishnu god. This statue is the mortuary deified potrayal of King Kertarajasa (Raden Wijaya), the first king of Majapahit (rule 1293-1309). The statue is taken from the temple Candi Simping, Sumberjati, Blitar, East Java, Now it is the exhibit collection of Indonesian National Museum, Jakarta. Raden Wijaya (Nararya Sanggramawijaya) or known as Kertarajasa Jayawardhana was the direct descendant of Rajasa Dynasty. (Photo credit: Wikipedia)

Walau baru berdirinya, sepak terjang kerajaan Majapahit cukup menggentarkan nusantara, bahkan dunia.

Kerajaan Kediri yang telah lama menguasai nusantara, berganti Singosari berganti dengan penguasaan Majapahit.

Pasukan Kekaisaran Mongolia Kubilai Khan (Jubilee) yang waktu itu di segani dunia dengan ekspedisi-ekspedisi penaklukkannya pun di kalahkan Majapahit dari Jawa.

Tapi, kerajaan Majapahit yang baru muncul bahkan sebagai bibit kerajaan penguasa Asia Tenggara, kemudian sempat mengalami penurunan akibat permasalahan politis internal.

Permasalahannya akibat pembesar-pembesar Majapahit yang dulu pernah sangat berjasa membantu Prabhu Sang Rama Wijaya, tidak puas dengan pembagian hadiah jasanya.

Hingga juga mengakibatkan pralaya negara.

Prabhu Sang Rama Wijaya mangkat dan menunjuk pengganti putera sulungnya, Jayanegara

Prabhu Wijaya yang sakit parah nampak semakin lemah di pembaringannya.

Tragedi-tragedi pembunuhan antar pembesar-pembesarnya Ranggalawe, Nambi, Sora, turut menjadi penyebab sakitnya.

Di antara penyebabnya adalah hasutan yang di sebarkan oleh sisa orang Kediri yang ingin membalas dendam.

Dan masing-masing pembesar yang iri pada patih Nambi yang di berikan jatah hadiah penghargaan jasanya yang lebih besar.

Nambi putera Adipati Wiraraja di Madura juga di fitnah karena termasuk dari kerabat Kediri yang di curigai juga mempersiapkan pemberontakan membalas dendam terhadap Mojopahit.

Pemberontakan terbesar justru dilakukan Ranggalawe, pembesar mantan pentolan senopati Mojopahit pembela Raden Wijaya, yang tidak terima atas perlakuan pasukan Mojopahit akhirnya menggempur Nambi, hingga menewaskannya.

Ranggalawe melakukan belapati mengamuk habis-habisan hingga berakhir kematiannya.

Prabhu Wijaya yang dari awal perseteruan antar pembesar padahal selalu mencoba mengambil jalan tengah, namun para pembesarnya malahan mengambil tindakan dengan pasukannya masing-masing, sehingga sempat membuat perpecahan yang sangat melemahkan pertahanan Mojopahit.

Setelah mangkatnya Nambi, Ranggalawe, Prabhu Wijaya pun jatuh sakit keras. Hingga menemui mangkatnya akibat depresi tidak mampu menjaga jalinan persatuan di antara pembesar-pembesar dekatnya sedari mendirikan Mojopahit.

 

Dyah Dewi Gayatri, isteri keempatnya atau puteri bungsu Kertanegara yang telah di tunjuk sebagai Rajapatmi pengganti Raden Wijaya menjadi Raja, malah memilih menjadi pendeta.

Setelah Sang Rama Wijaya mangkat, takhta jatuh pada putera sulungnya, Jayanegara yang bahkan masih berusia bocah.

Jayanegara ialah putera dari pelaminan Raden Wijaya dengan puteri Dara Petak.

Dulunya Raja Dharmasraya (Sriwijaya) menitipkan puteri-puterinya Dara Petak dan Dara Jingga pada Prabhu Kertanegara.

Kemudian setelah Prabhu Kertanegara mangkat Dara Petak dengan 4 puteri-puteri Kertanegara di ambil menjadi isteri oleh Raden Wijaya.  Dan adiknya, Dara Jingga di berikan pada Mahamantri Singasari dan melahirkan Adityawarman.

Ada pun dari puteri Kertanegara, Gayatri melahirkan Tribhuwanatunggadewi yang juga di sebut Rajapatmi (Raja puteri). Lantaran tadinya takhta hendak di berikan pada Dyah Dewi Gayatri, tapi memilih jadi pendeta.

Mungkin karena latar sejarah Jayanegara ini, di turunan kesekian Pangeran Majapahit ketika hendak melamar Puteri Samudera Pase di bunuh oleh Sultan Pase yang juga peranakan arab. Padahal Pangeran Majapahit ini telah bersedia mualaf pula bilamana lamarannya ke puteri Samudera pase di terima.

Dan memang salah satu cara Majapahit untuk memasuki ke Islam juga melalui fase sejarah ini.

Di abad 12 masehi, sejak di abad 7 m.,pusat persebaran syi’ar agama Islam di tepi barat Sumatera, juga keberadaan Ulama-ulamanya.

Ada lagi tinjauan latar sejarahnya dari masa sebelumnya di sekitar abad 11 masehi, di sejarah Marah Silu atau Malik al-saleh, ketika kedatangan utusan dari sarasen dari kaum sunah arab timur tengah, kapten Najamudin al-Kamil. Kapten Najamudin di misi untuk mengenyahkan sisa-sisa keberadaan dinasti syi’ah Fatimiyah di Sumatera sejak terdapat di kerajaan Perlak. Dan terdapat 2 kerajaan perlak, perlak atas(kaum syi’ah) dan bawah (kaum sunah). Perlak atas ini yang syi’ah mulanya. 2 kerajaan perlak juga pernah melakukan pralaya dan permusuhan dingin. Kapten Najamudin juga yang membantu Malik al-saleh menggulingkan kerajaan perlak atas, hingga 2 kerajaan menjadi di persatukan di bawah panji berdirinya kesultanan samudera pase. Setelah di tahbiskan menjadi Sultan juga melalui Najamudin. Kapten Najamudin berencana melakukan teruskan ekspedisinya hingga di Kampar yang juga terkenal dengan hasil rempah-rempahnya. Kapten arab Najamudin juga mau cari untung untuk di bawa pulangnya nanti ke timur tengah dengan eksepedisinya untuk menguasai  Kampar, berubah dari misinya semula pada urusannya dengan dinasti fatimiyah.

Dan di Kampar masa itu di kuasai pasukan Singasari melalui juga perjanjian kesepakatan Kertanegara dengan Raja Sriwijaya Dharmasraya untuk menangkal kedatangan ekspedisi pasukan tartar Kubilai, yang hingga memberi hadiah balik, 2 puterinya Dara Petak dan Dara Jingga. Karenanya pasukan Singasari pernah di tempatkan di sana. Di mana penyerbuan Najamudin di Kampar, gugur.

Dan sejak berdirinya kesultanan Samudera Pase itu juga masih ada jalinan hubungan dekat dengan sarasen di timur tengah.

Dan entah pula sejak Malik al-Saleh ini juga menikahnya dengan perempuan Arab. Di sejarah wangsa Samudera pase di keluarga raja-rajanya juga peranakan keturunan arab.

Dan tersebut di sejarah, masa masuknya Islam ke Indonesia juga sempat ada pertentangan di hal yang masuk budaya ketimurtengahan atau Islamnya. Karena di tiap bangsa negara juga punya budaya masing-masing. Di tiap bangsa juga ada 2 sifat baik atau buruk, yang pertentangannya ke kejahatan sedari masa purba di agama apapun sejak dulu, hindu, budha, Islam hingga Nasrani di sejarah agama di Indonesia. Dan sedari pendahulunya hindu dan budha bisa lama tercipta kerukunan antar umat beragama. Di Islam juga tak di ajarkan berbuat semena-mena ke sesama umat agama, juga di ajar memelihara kerukunan antar umat beragama sejak melalui ketua pertama dewan wali songo, Wali sunan Ampel. Di sejarah agama-agama di Indonesia, Islam ini seperti anak tengah yang kemudian juga menjadi umat mayoritas di Indonesia. Di samping karena anak tengah di urutan sejarah agama2 di Indonesia, kiranya di harapkan bisa turut sebagai penengah, umat yang bijaksana.

dan andai pasukan Singasari waktu itu telah mualaf umat Islam di perjuangannya jadi termasuk di hikmat jihad, yakni mempertahankan hak tanah air.

Di abad 13m., dari guru besar Al-Azhar Kairo juga penasihat Sultan Mamluk, Ulama muda Syekh Ibnu Kholdun di bukunya Mukaddimah (pembukaan) juga menuliskan di halamannya mengenai ashobiiyah, atau hak bangsa2 negara dengan tanah airnya.

Puteri Samudera Pase dan Pangeran Majapahit ini juga telah ada hubungan asmara, dan sang puteri telah menerima pinangannya. Tapi ayahandanya Sultan pase yang menolak, hingga membunuhnya.Karena mendengar kekasihnya pangeran Majapahit di bunuh ayahandanya, sang puteri pase turut belapati bunuh diri.

Di samping karena latar peristiwa sejarah ini, Gajah Mada setelah mengucap sumpahnya di halaman istana Majapahit, kemudian bersama senapati Adityawarman (anak dari Mahamantri Singasari dengan puteri Dara Jingga) melakukan ekspedisi ke misi penaklukan Samudera pase terlebih dulu waktu di Sumatera.

Tapi belakangan kemudian Pangeran Majapahit juga berkekerabatan dengan Samudera Pase. Termasuk melalui pernikahan. Dan hubungan Majapahit dan Samudera Pase terjalin kembali.

Dan sejak di masa kenaikan takhta rajapatmi Tribuwanatunggadewi dengan pembangunan candi penataran juga di buat candi Surowono. Nantinya di masa puteranya rajasanagara Hayam Wuruk yang sering berada di candi surowono juga prabu jawa pertama yang membuka kawasan permukiman umat Islam di  Jawa, di Trowulan, waktu itu ibukota Majapahit.

Walau leluhur Hayam Wuruk tak sempat masuk Islam seperti Abu Tholib yang sama ada kebaikannya, tapi di keturunannya yang kemudian memasuki di lembar sejarah keluarga kerajaan2 Islam di Jawa, di banten darussalam, juga mataram.

PRABHU JAYANEGARA / KALAGEMET

Pangeran Jayanegara di nobatkan menjadi Raja Mojopahit pengganti kekuasaan Singosari dan Kediri, simbol kekaisaran di Jawa bahkan segenap Nusantara Indonesia dalam usia yang sangat muda belia.  Atau bisa di bilang tergolong usia kanak remaja.

Usia terlalu belia yang labil menyalahgunakan kekuasaan seperti condong menyimpang ke hedonisme. Menggunakan kekuasaan untuk memuaskan nafsu remajanya. Dan Jayanegara juga memiliki semacam penyakit hipersex. Tapi di baliknya sebenarnya akibat pengaruh politis, dan pengaruh dari politisi Jawa, di samping unsur lain dari orang-orang Kediri yang hendak membalas dendam pada Sang Rama Wijaya. Dan pengaruh krisis ekonomi melanda penduduk Jawa setelah terjadinya pralaya antar pembesar-pembesar orang-orangnya Sang Rama Wijaya.

Di samping dengan naik takhtanya Jayanagara, masih terdapat kontroversi di penduduk Jawa, karena juga masih bersimpatinya ke rajapatmi puteri dari Gayatri, dari puteri Kertanegara. Tapi dari keprabon sangrama Wijaya juga mencoba berlaku bijaksana soal takhta pemimpin Majapahit juga di wariskannya memberi kesempatan ke Jayanagara.

 

Walau karena dari sifat Jayanagara juga jadi kontroversi di Jawa.

Tapi penyaluran hypersexnya tidak sekeji Caligula, Kaisar Rumawi yang hingga menyuruh pejabat-pejabat dan pelayan di istana Romawi hingga melakukan kegiatan sex setiap waktu,bahkan hingga ada pelarangan bila masih ada perempuan muda yang perawan. Hingga bila ketahuan kaisar durjana Caligula itu yang memaksa memerawani.

Bedanya, Jayanegara walau sudah beristeri, tapi kadang-kadang bahkan hingga menyuruh pasukan menangkapi gadis-gadis cantik kembang desa untuk memuaskan berahinya, akibat penyakit hiperseksnya.Atau walau perempuannya telah jadi isteri orang. Bahkan ia juga hingga mempekerjakan tabib-tabib istana untuk mengobati penyakitnya.

Tentunya jika di Jawa, hal itu jadi bermasalah, lantaran Majapahit juga sehabis mengalami masa pralaya panjang antar para pembesar. Yang juga mengakibatkan negara mengalami kemunduran dan kemiskinan di rakyat. Sementara Prabhunya malahan cenderung asyik bermain perempuan dan mengacuhkan masalah krisis ekonomi di negaranya. Bahkan Jayanegara malah pula membebani rakyat dengan kenaikan pajak yang tinggi. Yang tidak sanggup membayar pajak bahkan hingga di kenai sanksi hukuman mati.

Karena ulahnya Jayanegara juga di juluki Kala Gemet. Yang sebab akibatnya juga lantaran rasa kekecewaannya melihat sejarah masa lalunya para pembesar malah menyebabkan pralaya, hingga membuat ayahandanya sakit lantaran berat dan kesedihannya memikirkan urusan negara jadi pralaya.

Hingga di lampiaskannya ke bersenang-senang, main perempuan, di mana Jayanegara juga naik takhtanya di usia sangat muda, bahkan telah di tinggal mangkat ayahnya Sang Rama Wijaya.

Tapi, rakyat juga jadi kecewa, lantaran di antara  beberapa dari anak gadisnya di tangkapi dan di bawa ke istana sekedar jadi pemuas berahi Jayanegara. Apalagi di tambah dampak, Prabhu jadi semena-mena menaikkan pajak pada rakyat tanpa peduli kemiskinan yang tengah di derita rakyat. Lantaran di baliknya berhubung akibat juga untuk memuaskan kegiatan gelap asmaragamanya Jayanegara.

Dan yang menjadi kontroversi penduduk di Jawa, sebenarnya adalah nurani penduduk memilih saudaranya, Tribhuwanatunggadewi sebagai Prabhu di Majapahit.

Di sejarah jauh masa sebelumnya seperti masa naik takhtanya Kaisar Romawi, Caligula.

Caligula memerintah jauh berbeda dari kakeknya Kaisar Gaius Augustus yang sangat berdedikasi membangun kerajaan Romawi. Hingga terkenal dengan pembangunan tata saluran air bersihnya untuk mengairi segenap penjuru Romawi, seperti prestasi Raja Tarumanegara, Purnawarman.

Lain yang tua lain yang muda di masa purba dan klasik.

 Kadang yang pendahulu menciptakan hasil pemerintahan yang lebih hebat, dan regenerasi mudanya yang menjadi harapan malah membuat penyalahgunaan kekuasaan.

 Kadang pula yang pendahulu seolah menciptakan pemerintahan  atau teladan yang hebat  tapi hipokrisi, kemudian menyabotase yang regenerasi mudanya dan memasukkan bibit hipokrisinya ke dalam orde regenerasi mudanya.

Proses tiap seseorang ketika mendapat hak kewenangan kemudian menggunakan kewenangannya juga di pengaruhi oleh kematangannya melalui  kesadaran, kebijaksanaan, kejelian, kesabaran, pembelajaran, pengalaman dan apa nilai kebenaran / kebaikan kemanusiawian yang di dapat dari realita kehidupannya.

 

Sejak di nobatkan menjadi Kaisar remaja ketika di tinggal mangkat bapak-ibunya.  Ia juga berlaku seenaknya yang sering menjadi pertentangan para senat Romawi.

Perilaku sesukanya yang sangat kontroversial sebagai kepala negara konvensional mencuat dengan perilaku kegilaan seksual.

Dan kebetulan Pangeran Jayanegara karena ulah menyalahgunakan kekuasaan untuk memuaskan nafsu remajanya juga di juluki Kala Gemet.  Kala Gemet pun nyaris serupa menggunakan kekuasaannya seperti Kaisar Rum Caligula di Mojopahit.

Banyak orangtua sedih dan kecewa, termasuk puterinya yang termasuk kembang negara di tangkapi prajurit Mojopahit hingga kehilangan keperawanannya atau di renggut dari suaminya yang masih terikat pernikahan,sekedar untuk di jadikan pemuas birahi Kala Gemet yang kaya di istananya.

Terang saja mereka kecewa, dengan pertanyaan kenapa Kala Gemet yang sudah punya modal lebih dari cukup harta bukan sekalian saja menikahi salah satunya, tanpa harus menyenggamai semuanya tanpa ikatan pernikahan nyata sebelumnya.

Seperti Kaligula, Kala Gemet juga mempunyai kelainan penyimpangan hipersex.

Namun apakah unsur genetiknya yang demikian memiliki nafsu seks yang besar, juga turut serta menurun pada genetik cucu-cicit kerabat keturunannya? Jika iya, maka jika menjadi suami yang monogami dapat atau poligami 4, punya bakat dapat memuaskan isteri pasangannya sebagai Raden-raden Mojopahit pejantan tangguh pemuasan kebutuhan asmaragama dengan isterinya.

Maka sekalian gadis cantik dan sintal rupawan utamakanlah pilihan untuk segera menikah dengan sekalian wangsa Raden-raden Mojopahit di tiap masanya.

Selain untuk kesembuhan kebutuhan seks sekalian gadis-gadis cantik sintal rupawan, juga untuk standar kesembuhan kebutuhan  seks sekalian wangsa Raden-raden Mojopahit pewaris genetik pejantan tangguh.

Hingga yang di tunjuk sebagai pengganti Raden Wijaya ialah Pangeran Jayanegara, puteranya dari isteri pertama atau puteri sulungnya Kertanegara Dyah Sri Tribhuwaneswari.

Puteri dari Gayatri yakni Rajapatmi, di tempatkan di Daha.

Ksatria Surosena dari kejauhan menyempatkan pula memandang ke nenek leluhurnya di Majapahit ini.

Kemunculan Ra Kuti, pemuda dari desa yang kecewa dengan pemerintahan Jayanegara

Kemiskinan yang teramat parah termasuk di desanya, membuat Ra Kuti kesal dengan pemerintah pusat Majapahit.

Kekesalannya lantaran pemerintah juga menaikkan pajak demikian tinggi, walau tanpa mengabaikan kemiskinan rakyat.

Hingga ia pun punya maksud membunuh Prabhu Majapahit.

Adapun pemerintahan di Majapahit, lantaran Jayanegara juga di usia bocah dadakan naik takhta, juga di pegang oleh para Patih Majapahit, termasuk di antaranya dari susupan orang-orang Kediri yang hendak membalas dendam.

Di samping untuk maksud pemulihan negara Majapahit, akibat peristiwa pralaya silam yang juga mengorbankan kerugian besar buat negara.

Ra Kuti melancarkan rencananya dengan melamar menjadi prajurit.

Ra Kuti dengan kemampuan kanuragannya berhasil masuk menjadi prajurit Majapahit.

Bertahun-tahun kemudian Ra Kuti kemudian melejit karirnya di istana Majapahit. Hingga membuatnya di angkat sebagai anggota Dharmaputera, setingkat pejabat senat perwakilan rakyat di kerajaan Majapahit. atau seperti keberadaan pejabat wakil rakyat DPR kini. Di masa lalu di sejarah Majapahit telah ada sosok Ra Kuti.

Walau, ada juga versi sejarah menyebut di baliknya Ra Kuti juga membuat-buat kasus kemudian bisa ia kemukakan dan tangani. Seperti makelar kasus (markus) politis di jaman dulu.

Ra Kuti juga mengumpulkan segenap orang untuk membantu misinya merebut kekuasaan di kedaton Majapahit.

Di cerita Mata-mata Majapahit, aksi pengkhianatan Ra Kuti ini muncul di usia paruh baya di masa Jayanegara masih di usia kecil, baru di tinggal sangrama Wijaya. Maka karena usianya, turut mempengaruhi di pemerintahannya yang juga di masuki unsur dari dharmaputera.

 

Hingga setelah peristiwa pengkhianatan Ra Kuti yang sempat menduduki istana, hingga nyaris membunuh ke Jayanegara. Setelah itu Jayanagara jadi kian berubah buruk perangainya, dan di juluki Kala Gemet.

 

Sejarah Ra Kuti di Majapahit juga telah terdapatnya tanda dari rakyat juga ada kritik soal di kepemimpinan dari rakyat untuk rakyat di masa sejarah di Indonesia lama dengan kekuasaan dan pemerintahan kerajaan-kerajaan.

Tapi kontroversinya yang muncul malah sosok Ra Kuti yang juga bersifat durjana semena-mena dengan di tandai dari aksinya mengirim kelompok penyerang hingga ke keraton daha tempatnya rajapatmi tribuwana tunggadewi. atau dengan melalui konspirasi politis markusnya hingga sempat berbuat mengadu domba 2 umat agama hindu dan budha yang telah lama hidup rukun berdampingan. atau dari perbuatannya memasukkan penyelundup dari bangsa penjajah tartar dan pula menyediakan tanah baginya. berarti juga berbuat menjual kekayaan dalam negeri ke bangsa asing.

Padahal dari ramalan Prabu Jayabaya dari sejarah keprabon Kediri dari masa yang lebih lampau, soal ksatria piningit yang juga bakal jadi pemimpin nusantara juga tersebut dari rakyat jelata yang juga berbekal pusaka mahkota dan keris trisula (asal Sunda-Jawa). yang juga di dampingi para ksatria Sabdo palon, nayagenggong, punakawan, yang bisa dari kelompok agamawan, bangsawan juga peranakan rakyat jelata juga rakyat.

Nabi SAW., juga bersabda di waktu akhir hidupnya, pada umatnya, Kutitipkan 2 pusaka pada kalian yakni Qur’an dan assunnah.

Dan di kisah Nabi SAW., juga terdapat di dho’anya soal kehati-hatian pada munculnya dajal atau sosok penipu durjana.

Munculnya manipulasi perselisihan antar umat beragama

Dalam masa transisi pengangkatan Pangeran Jayanegara sebagai Prabhu Mojopahit, terjadi peristiwa-peristiwa perselisihan antar pengikut agama Hindu dan Budha yang semakin membesar.

Beberapa telik melaporkan terdapat oknum penghasut untuk sengaja menciptakan situasi pemecahbelahan antar dua kelompok agama besar di Mojopahit, yang di curigai motivasi di baliknya adalah buatan komplotan yang ingin merebut kekuasaan di Mojopahit.

Penduduk Jawa seperti di Indonesia kebanyakan terdiri dari umat beragama. Dan umat beragama adalah seperti kekuasaan besar di samping pemerintah.

Karena kerajaan atau pemerintah pun di pengaruhi oleh kekuasaan pembesar dari pemimpin umat beragama. Dan oknum atau komplotan misterius yang hendak merebut kekuasaan negara dapat memasuki celah utama melalui menunggangi agama.

 

Seseorang yang memasuki kepemimpinan melalui agama kemudian dapat menempati posisi kekuasaan tinggi, dan dapat pula mempermainkan kekuasaan atau menjadi kambing hitamnya oknum kekuasaan yang juga menempel kelompok agama.

 

 Melalui agama juga bisa di gunakan alat tunggangan kelompok politik.

 

Dan fenomena ini sudah terdapat di masa klasik kerajaan Jawa, sejak masa Ken Arok sebelum mendirikan Singosari hingga melalui masa Mojopahit sebagai simbol kekaisaran terkuat di Nusantara Indonesia.

Pangeran Jayanegara pun menaiki singgasananya di Trowulan ( Mojokerto ).

Ibukota Mojopahit mulai di perintah oleh Prabhu kanak remaja yang awam ilmu tata kerajaan, tata pemerintahan tata negara di bandingkan para pembesar yang telah mangkat mendahuluinya Nambi, Sora, Ranggalawe, menghadapi regenerasi elit pemerintahan yang di antaranya musuh dalam selimut, serigala berbulu domba, atau muka dua penipu licik.

Masa telah berganti, di mana para raja dan bangsawan belum tentu ancaman terbesar sebagai pengkhianat pencuri kekuasaan dan hak kekayaan negara, tapi  bisa saja dari antara pejabat, Jenderal, pemberontak, dan ancaman bahaya dari mancanegara.

Di keraton Daha, tempat puteri Tribuwana di jaga sepasukan bhayangkari, pasukan khusus Mojopahit pengawal keluarga Raja Mojopahit.

Nampak sesosok pemuda gagah, tegap perkasa beraut serius. Tapi ketika berjumpa dengan puteri Tribuwana raut seriusnya bercampur senyum luluh.

Sosok muda  dan kuat tersebut ialah komandan bhayangkari penjaga keraton Daha berpangkat Bekel ( kopral ), bernama Gajah Mada.  

Gajah Mada melihat sesosok tubuh keluar dari keraton. Gajah Mada pun mengikutinya.

Nampak di halaman keraton, sosok perempuan menatap rembulan di malam hari.

“Tuan Puteri, kenapa keluar malam-malam…,” puteri Tribuwana kaget mendengar munculnya suara yang tiba-tiba muncul mengikutinya.

“Ah, kakang Mada, membuatku kaget saja,” jawab puteri Tribuwana.

“Berbahaya keluar malam-malam bagi tuan puteri tanpa penjaga…” jawab Gajah Mada.

” Lagi pula saya perhatikan tuan puteri sering menyelinap keluar malam, seperti gelisah…,”  tanya Gajah Mada.

” Iya, saya cemas dengan kelakuan kanda Jayanegara belakangan ini”,  jawab puteri Tribuwana.

“Memangnya kenapa dengan Sri Maharaja ?”, tanya Gajah Mada.

“…kelakuannya mulai aneh-aneh, kemarin ia mulai merayuku…katanya ingin menjadikanku sebagai isterinya” jawab puteri Tribuwana.

Gajah Mada pun terdiam sejenak.

” Aku tidak mau di kawinkan dengan kanda Jayanegara…”, jawab puteri Tribuwana.

“Tolong aku kakang Mada, aku tidak mau…” kata puteri Tribuwana, keduanya pun jadi bertatapan.

Dari tatapan, puteri Tribuwana menyandarkan kepalanya ke bahu Gajah Mada yang bidang.

Gajah Mada sebenarnya diam-diam juga memendam rasa cinta pada puteri Tribuwana, tapi ia hanyalah seorang Bekel.

Gajah Mada kurang berani soal urusan asmara dengan puteri Raja di banding Ken Arok, orang Sudra yang bengal.

Seandainya hari itu Gajah Mada menjalin asmara dengan Puteri Tribuwana, mungkin sejarah garis keturunan anak cucunya ialah berkakek Gajah Mada.

Figur kakek moyang yang juga membanggakan wangsa Mojopahit. Dan semangat besar Gajah Mada bagaimanapun juga teladan pada keturunan wangsa Mojopahit yang tersebar di Jawa, Nusantara, dan muka bumi.

Semangat amukti palapasraya. Semangat bangsa Mojopahit seraya menaklukkan bumi.

Tapi bagaimana mau menjadi bangsa penakluk bumi, jika kenyataan kekiniannya bangsanya mengalami kesengsaraan, kemiskinan, perpecahan, dan terjadi korupsi pengerukan di khianati elit pembesar bangsa negaranya sendiri.

Pemerataan kesejahteraan dan bahagian penghidupan layak segenap rakyat tidak tercapai. Sawah, perkebunan, pertanian terbengkalai, pupuknya di persulit elit pembesarnya yang cuma cari untung buat menimbun kekayaannya sendiri.

Itulah sebagian gambaran keadaan Mojopahit setelah terjadi perebutan kekuasaan antar elit pembesarnya di akhir masa pemerintahan Prabhu Wijaya.

Yang cuma memikirkan menimbun bagian kekayaan pribadinya saja, tanpa mengabaikan  membantu kondisi segenap rakyat yang miskin, sengsara, terlantar , mendapatkan perlakuan kesenjangan minimnya untuk mendapatkan kecukupan pendapatan kesejahteraannya.

Mojopahit seperti di rundung kejatuhan. Gajah Mada menangkap kenyataan itu, tapi ia cuma seorang Bekel yang belum di percaya dan di pilih punya kedaulatan  untuk merubah perbaikan keadaan bangsa negaranya yang terlihat jatuh.

Kalaupun ia sudah di pilih banyak rakyat untuk mengemban amanat bangsa -negara, apakah ia juga mampu membuktikan benar-benar mengembangkan bahagian kesejahteraan dan kejayaan seluruh bangsa negaranya.

Sebagai bhayangkari yang di sumpah menjadi ksatria, sebenarnya dalam kebenaran hati nuraninya tidak suka mengabdi pada Raja / Kepala negaranya yang berbuat sewenang-wenang… juga sebenarnya memanipulasi tidak layak sesuai mandat rakyat dan kitab hukum negara… dan amanat keadilan.

Apakah ia mampu berperan sebagai bola bekel yang mampu meraup banyak emas untuk di sebar merata bagaikan congklak berbagi adil dengan bangsa negaranya. Demikianlah renungan niat dedikasi figur Gajah Mada sebagai abdi bangsa negara.

Tapi siapa lagi regenerasi bangsanya yang punya dedikasi ksatria murni bangsa negaranya seperti Gajah Mada? figur pahlawan besar walau tanpa penghargaan prestasi internasional berkali-kali bahkan lebih banyak dari Gajah Mada… di atas kepalsuan memuakkan.

Atau kesombongan keagungan berlebih-lebihan Firaun dan para elit Hamannya di balik perbudakan kesengsaraan dan kesewenang-wenangan  rakyatnya.

Malam itu suasana berlanjut seperti biasanya.

Tiba-tiba terdengar suara kegaduhan, seperti bunyi adu senjata dan perkelahian. Di bagian sekitar depan keraton Daha nampak terang menyala, seperti nyala api hendak membakar keraton Daha.

Nampak pula kelanjutan lontaran panah berapi meluncur.

Gajah Mada segera menyuruh para bhayangkari mengambil kuda-kuda, dan mempersiapkan formasi seperti yang sudah di latih.

Kemudian menjemput Tribuwana dan para dayang-dayang.

Tribuwana di naikkan berkuda dengan Gajah Mada. Di sekitarnya pasukan berkuda bhayangkari mengawal. Ada yang bagian barisan tameng, barisan pemanah, barisan tombak, barisan penghalau.

Seluruh pasukan telah di perintahkan untuk membasahi diri masing-masing dengan air, hingga kuda-kudanya.

Gajah Mada juga memerintahkan pembakaran keraton Daha, supaya seolah musuh melihat titik api telah mencapai keraton dan membakar segenap penghuninya.

Sementara pasukan bhayangkari akan melalui jalan darurat rahasia yang sejak lama di persiapkan.

Pasukan bhayangkari mendapati beberapa di barisan depan kedapatan di hadang musuh. Namun musuh yang menggebrak dapat di robohkan prajurit bhayangkari.

Bekel Gajah terus memimpin pasukan bhayangkari melaju meninggalkan kota Daha.

Di persimpangan jalan menuju ibukota, Trowulan, pasukan Gajah Mada bertemu dengan pasukan Mahapatih Aria Tadah.

Gajah Mada menjadi heran, kenapa malam-malam begini hingga pasukan Mahapatih Aria Tadah berada di luar ibukota Trowulan.

Dan mata Gajah Mada juga menangkap terdapatnya kereta khusus yang nampak sangat di jaga ketat oleh pasukan Aria Tadah.

Gajah Mada menemui Aria Tadah.

Aria Tadah menanyakan identitas Gajah Mada. Gajah Mada pun menjawab, bahwa ia dan pasukannya juga regu bhayangkari.

Aria Tadah mengatakan bahwa situasi di ibukota sudah genting, tidak aman. Istana juga sudah di rebut.  Kini sudah tidak tahu siapa yang bisa di percaya di istana.

Lantas Gajah Mada menoleh pada kereta yang nampak istimewa. ” Lalu siapa yang terdapat di kereta itu?,” demikian tanya Gajah Mada.

“Sang Prabhu, Jayanegara,” jawab Aria Tadah. Gajah Mada juga berkata,” Saya juga membawa Puteri Tribhuwana.”

“Jadi keraton Daha juga di serang?,” tanya Aria Tadah.

“Sudahlah, lebih baik kita melanjutkan perjalanan, khawatirnya di tempat ini juga tidak aman,” Aria Tadah mengajak Gajah Mada. Gajah Mada juga mengiyakan.

Rombongan melanjutkan perjalanan hingga memasuki pedalaman di hutan.

Kawasan itu juga terdapat gua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s