Halaman komik Babad Surosowan-episode” Kedatangan De Houtman di Banten.”

sketsa halaman komik, Babad Surosowan-episode,"Kedatangan De Houtman di Banten," by Tubagus Arief Z

sketsa halaman komik, Babad Surosowan-episode,”Kedatangan De Houtman di Banten,” by Tubagus Arief Z

Episode komik Babad Surosowan-Kedatangan De Houtman di Belanda, bercerita di babakan kedatangan ekspedisi pelayaran kapal-kapal Belanda pertama di Indonesia tiba di Banten di sekitar tahun 1596 m. Sebelumnya kapal Belanda yang di nakhodai oleh De Houtman bersaudara di tolak mendarat di Aceh. Di tolaknya juga karena di pengaruhi Portugis yang tidak suka dengan kelakuan sombong orang-orang Eropa-Belanda.

Ketika hendak meneruskan pelayaran mendarat ke Banten, kapal-kapal Portugis yang waktu itu sudah menjadi bawahan kasultanan Banten, sebelumnya mendahului datang ke Banten untuk melapor pada penguasa di kasultanan Banten.

English: Banten City, year 1724

English: Banten City, year 1724 (Photo credit: Wikipedia)

De Houtman di ijinkan mendarat di Banten. Waktu itu Banten juga sedang di rundung duka, lantaran Sultan Banten (III), Maulana Mohammad baru saja mangkat seusai melakukan ekspedisi untuk menguasai kasultanan Palembang. Karena di pengaruhi oleh saudaranya Pangeran Mas, dari Demak.

Dan kasultanan Banten juga tengah di landa krisis akibat mengirim ekspedisi militer. Waktu itu posisi takhta Sultan Banten yang berdasar tradisi Banten mesti Pangeran putera mahkota status quo.  Lantaran putera mahkota masih berusia 5 bulan ketika di tinggal mangkat Sultan Maulana Mohammad yang wafat di usia muda, 25 tahun.

Kemudian takhta di pegang oleh Ratu Ibu Suri Banten, ibunya Maulana Mohammad. Dan berwakil Mangkubumi Jayanegara, mertuanya Pangeran Maulana Mohammad.

Mangkubumi Jayanegara ini yang menerima kedatangan kapal-kapal pertama Belanda di Banten. Bertemu dengan Frederic De Houtman kakak Cornelis De Houtman. Keduanya pemimpin nakhoda kapal-kapal Belanda untuk misi mendapatkan rempah-rempah di Indonesia yang telah terkenal di Eropa.  Di Eropa rempah-rempah menjadi produk langka dan mahal waktu itu, karena mesti impor, termasuk dari Indonesia. Dan di Indonesia yang terkenal produknya dari Sumatera, Jawa, Maluku.

Kembali ke Belanda

Kembali ke Belanda (Photo credit: antonemus)

Karena Belanda pertama kalinya mengatakan maksudnya hendak menjalin hubungan dagang dan membeli hasil rempah-rempah, di terima oleh Mangkubumi Jayanegara. Apalagi Banten sedang krisis ekonomi waktu itu.

Walau sejak almarhum Pangeran Maulana Mohammad telah membenci perbuatan Mangkubumi Banten waktu itu, Rana Menggala melakukan kontak dengan Belanda. Keluarga Sultan Banten waktu di masa putera mahkota Maulana Mohammad sebagian telah konsumeris dengan Belanda. Mangkubumi Rana Menggala juga di anggapnya sebagai Mangkubumi korup.

Pangeran Maulana Mohammad membenci perbuatan khianat di internal bangsanya sendiri. Juga pada Belanda yang memberi pengaruh tidak adil. Makanya waktu Pangeran Mas mengajaknya dengan semangat masa Mojopahit dan Demak, Maulana Mohammad setuju. Apalagi keduanya masih darah muda, masih ada semangat tempurnya.

Dan orang Banten seperti Betawi di Jayakarta demokratis.

Tapi setelah beberapa waktu, ulah orang-orang Belanda yang sombong, dan keluar masuk perkampungan dengan sembarangan, membuat penduduk Banten kesal.

Penduduk Banten mengadukan pada Mangkubumi Banten.

Hingga Mangkubumi Jayanegara menangkap nakhoda Belanda, Frederic dan Cornelis De Houtman di jebloskan ke penjara.

Awak kapal Belanda tidak terima nakhodanya di penjarakan. Mereka pun melakukan perlawanan. Kapal-kapal Belanda mempersiapkan persenjataannya. Tapi Banten pun mempersiapkan juga pertahanannya di pelabuhan.

Pertempuran sempat terjadi antara Belanda melawan Banten.

Cerita ilustrasinya, kapal Belanda sebagian hancur melalui adu meriam dengan Banten yang telah memiliki meriam Ki Amuk dan bedil. Kemudian di salah satu gudang kapal Belanda, pasukan Banten menemukan senjata rahasia sejenis kapal selam. ( dari sumber sejarah : Belanda pencipta kapal selam pertama di dunia.)

Replika Kapal Belanda

Replika Kapal Belanda (Photo credit: antonemus)

Kemudian Mangkubumi Jayanegara mengajukan syarat pada nakhoda De Houtman bersaudara, dengan membayar denda emas.

De Houtman bersaudara menyanggupi syarat dari Penguasa Banten.

Kedatangan Belanda mulanya ke Indonesia juga di tolak, seperti Portugis. Karena misinya di antaranya hendak menyebarkan agama Nasrani, sedangkan di beberapa daerah Indonesia sudah menjadi wilayah otonomi kasultanan Islam waktu itu. ( Jas merah sejarah Indonesia). Dan ternyata kemudian Portugis / Belanda malahan berbalik menjadi penjajah. Tapi Portugis di taklukkan oleh Jawa, dan kerajaan Aceh, setelah kemenangan Fatahilah dan serangan balik kerajaan Aceh berbalik menguasai Portugis hingga Malaka di abad 15-16 m. Di Maluku, Portugis dan Spanyol sempat di kalahkan oleh Sultan Babulah, tapi kemudian terjadi perang saudara perebutan takhta, di mana Pangeran Maluku meminta bantuan pada Portugis dan Spanyol.

Kemudian kapal-kapal Belanda minggat ke kota Jayakarta. Tapi di pelabuhan Jayakarta pun kapal-kapalnya di serang kapal-kapal Portugis. Sebagian kapal Belanda rusak dan tenggelam di laut Jayakarta.

Belanda minggat lagi, di kejar oleh orang-orang Sedayu dengan kapal. Sebagian kapal Belanda rusak lagi.

Di Madura pun Belanda berselisih dengan kerajaan Madura. Pangeran Madura terbunuh, gantinya Frederich si sulung De Houtman di bunuh. Kapal-kapal Belanda pun makin berkurang dan pulang dalam keadaan rusak di pimpin sisa De Houtman, Cornelis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s