Tinjauan Jurnal cerita petualangan waktu detektif ksatria surosena: Perjuangan Gunungsepuh Maulana Hasanuddin dan Fatahilah, by tbrm arief z

TB Arief Z-art

cover Ksatria Surosena: Pertemuan dengan Fatahilah- Maulana Hasanuddin, by TB Arief Z. Sketsa pensil dan cat air, poster di kertas multimedia Canson A3

Sinopsis : syarief zainulanto peranakan keluarga syarif banten darussalam-mataram kali ini menggunakan mesin waktu pemberian Mbah buyut Naga Taksaka Antaboga,  di bagian sejarah leluhurnya di keluarga kerajaan banten darussalam yang terkenal, Maulana Hasanudin dan Fatahilah. Kasultanan banten darussalam berdiri di sekitar abad 15 m., merupakan kasultanan kesekian di Jawa yang muncul setelah Demak Majapahit, Cirebon, Garut, kemudian Banten Darussalam. Setelahnya Pajang, kasultanan Surabaya, hingga Mataram. Walau di perburuan petualangan waktunya kali ini pada jaringan siluman jahatnya terdapat di penjajah Portugis. Di samping sembari petilasan sejarah leluhurnya. Di petualangan sejarah ini dengan keseruan kasultanan banten darussalam di nostalgia abad 15 m., sempat mengecap menjadi kerajaan-negara adidaya di dunia, setelah melalui bantuan jasa Fatahilah dan laskar Macan ali mengalahkan pasukan portugis waktu itu termasuk negara adidaya di dunia di samping Spanyol. Bahkan Portugis dan Spanyol sempat jadi bawahan kerajaan Banten darussalam yang juga di masa pemerintahan leluhur Maulana Hasanudin segenap rakyat merata sejahtera, para dipatinya dari keluarga kerajaan banten dari masing-masing warga lama seperti di kota Jayakarta dan Jepara menjadi dipati-dipati yang cukup kaya,  menjadi negara produsen dan pengekspor aktif hasil agrobisnis, melalui Jayakarta sebagai bandar galeri pelabuhan dagang, melalui Jepara dengan hasil kerajinan dan seninya yang berkualitas, penguasaan di Tulangbawang Lampung sebagai tambahan lahan agrobisnis perkebunan kelapa sawit, kasultanan banten punya perusahaan-perusahaan, kawasan pabrik pamarican, negara berarmada dan berartileri kuat, benteng-benteng dan infrastruktur kota dan desa di perbaharui/di lengkapi, hubungan dengan kerajaan-kerajaan sekitar di jalin, di segani mancanagara. 
Politiknya perdagangan dengan benteng iman, takwa dan kesejahteraan. Di masa Maulana Hasanudin, Sultan yang baik hati dan merakyat ini tidak di temukan di info sejarah dengan masa pemerintahan yang korupsi.
Walau dari sejarawan r.soekmono menuliskan di bukunya sejarah kebudayaan 3-Indonesia, kalau Maulana Hasanudin di sebut juga bersifat oportunis,karena melakukan penguasaannya di tulangbawang lampung buat lahan perkebunan sawit, tapi ada juga tradisi saweran di masa awal pemerintahan kerajaan banten, yakni tradisi berbagi ekonomi, dari baitul mal negara, yang kaya melengkapi yang miskin hingga tiada orang miskin dari bacaan di masa pemerintahannya.
Dari masanya juga muncul hasil kuliner di menambah hasil keragaman kuliner Indonesia, di antaranya soto rabeg. yakni soto ayam dengan tumis di kecapi. Di pertanyaan sejak kapan kecap itu ada dan asal-usulnya.
Tapi cobaan musibah ada juga, seperti ketika di suatu wilayah di Banten pernah terdapat wabah penyakit Malaria, kemudian pun Maulana Hasanudin mendatangkan ahli pengobatannya, yaitu tabib dari Cina dengan orang-orangnya.Dan Maulana Hasanudin juga yang membuat rumah sakit kerakyatan.
Sejak kasultanan Banten berkuasa dengan menundukkan Portugis penguasa pelabuhan di Malaka, sejak itu pula Tumasik,  Malaka sempat di kuasai.

 

Di UUD 45 pasal 18, BAB Otonomi Daerah, tercantum isi pasal : Pemerintah, MPR, publik wajib memandang hak asal-usul istimewa kedaerahan.
Dan pasal-pasal UUD 45 telah termasuk di sahkan pengakuannya oleh HAM internasional.

Sejarah kerajaan pertama di Jawa barat adalah di Salakanagara, pandeglang banten. Di masa kemudian berpindah di Tarumanegara, Bogor, di masa kemudian sempat berpindah di kerajaan Banjaransari, dari kerajaan Banjaransari keturunan Ratu Purbasari, yaitu Ciung Wanara dari desa di sungai Citarum mendirikan kerajaan Pajajaran.

Dari transisi sejarah Tarumanegara pernah menguasai kerajaan Galuh, terletak di sekitar Ciamis, yang berasal dari wangsa pendatang dari Kutai Kertanegara (Kalimantan), di samping juga terdapat penguasaan Tarumanegara pada wilayah kerajaan Kawali (Sumedang) yang masih kerabatnya.

Prabu Siliwangi dari sumber patih banten juga berasal dari keturunan wangsa Galuh dari garis ibunya, bahkan lahir dan pernah tumbuhnya dari sana. Dari garis ayahnya masih keturunan dari Ciung Wanara.

Wilayah kerajaan Galuh dulunya walau berpusatnya di Ciamis, wilayahnya juga meliputi Majalengka,  Cilacap, Gunung Ciremai, Majenang, brebes, tegal, hingga ke sekitar Kebumen kini (situs galuh purbanya di abad 3 masehi, kalau kini junggaluh) . Dan dari orang Malang pernah bilang di sana juga mau menamai wilayahnya Srijunggaluh dari latar sejarah daerahnya. Di samping di Kebumen dari dulunya terkenal sebagai wilayah lahan agrikultur yang subur, terdapat di area gunung dan di area pantai.

Tapi di pantainya yang dengan tebing-tebing karang tidak dapat di pakai seperti di pantai tempat plesir untuk berenang. Hanya untuk melihat pemandangan saja. Di samping juga terdapat nelayan-nelayan yang terbiasa melaut. Di kekhawatirannya karena di pantainya terletak di laut selatan, seperti di Sukabumi, Pangandaran, terdapat palung (jurang) lautnya.

Di samping hal kerawanannya di sekitar laut selatan juga sejak lama terdapat mitos Nyai Roro Kidul. Di gunung Kidulnya yang terdapat mitos Nyi Blorong yang juga anak buahnya Nyi Roro Kidul. Di samping terdapatkannya siluman ular Naga berbahaya. Di gunung Merapi gunung berapi paling aktif di dunia, katanya terdapat markasnya Mak Lampir, gembong siluman. Di cerita Misteri gunung Merapi, konon Nyai Roro Kidul juga berseberangan dengan Mak Lampir. Dan pernah terdapat pendekar muda Jawa yang di segani olehnya.

Di samping di desa petanahan, Kebumen juga terdapat candi renggo di wilayah tetangganya, Wonosobo terdapat candi Dieng dari peninggalan Mataram kuno/Kediri.

Menurut temuan  dari sumber Sejarah Banten, dan ialah Pangeran Maulana Hasanuddin/ Pangeran Sebakingkin juga di juluki Gunung sepuh keluarga Raja Pajajaran,dari blog akibalangtrang, dari latar kakek dari ibunya, Sang Surosowan, putera kedua dari pernikahan Prabhu Siliwangi dengan puteri kentring Manik Mayang Sunda/ puteri dari Prabhu Susuk  Tunggal Siliwangi.

Surosowan punya 1 kakak sulung seibu, yakni Sangiang. Sangiang ini yang di warisi takhta Raja Pajajaran.

Dan sang Surosowan ialah di tempatkan sebagai dipati di pesisir banten, dulunya wilayah bawahan kerajaan Pajajaran.

Di masa Sangiang menjadi raja Pajajaran, sempat ibukotanya di pindah ke Surakarta, atau Jakarta kini.

Terlintas di benak, hal ingatan pernah ke rumah keluarga Brigjen ad di jl Cikajang, Jaksel, yang puteranya Surya Saputera pernah hilang di gunung Salak, ada yang bilang juga masih dari keturunan wangsa Surawisesa.

Di komplek makam keluarganya di pasirkuda Ciomas Bogor,dekat sekitar lintasan sungai Citarum, Surosena teringat pernah melihat batu makam besar ala batu makam dari keluarga Pajajaran. Di samping mengenai leluhurnya Ratu Kahinten, suaminya juga masih dari keturunan Surawisesa.

Makna dari Pajajaran juga pernah di sebut, berarti keraton-keraton berjajar. Dulunya kerajaan pusat di Pakuan, dan sempat berpindah di Surakarta (Jakarta), di masa beralih generasi kesultanan berpusat di banten, dengan kasultanan banten darussalam.

Di masa kasultanan, jajaran keraton-keraton kekeluargaan dari wangsa Pajajaran juga menjadi istana kasultanan banten darussalam (di banten lama), keraton dipati p.jayakarta di jakarta, keraton kasultanan cirebon, keraton kerajaan Sumedang di dekat gunung Halimun, keraton kerajaan Garut wangsa Kian Santang/p.sengara, dan keraton dipati jepara.

 

Sangiang berputera Surawisesa, Raja Pakuan Pajajaran yang tewas di perang, ketika Fatahilah merebut kota Surakarta menjadi Jayakarta. Karena Raja Surawisesa melakukan kerjasama dengan penjajah Portugis, maka di perangi lasykar Jawa.

Walau demikian Raja Baduga Surawisesa juga pernah ada jasanya di hal penggagas pertama di pembuatan taman kebun raya bogor kini.

Kemudian Raja Surawisesa sempat mengamuk di Ancol, dan melukai banyak pasukan Demak.

tbrm arief z_comic art

fatahilah_by  arief z

 

Tapi kemudian juga tewas kena serangan meriam Fatahilah, Panglima panji Macan Ali. Waktu itu Panji Macan Ali adalah panji pasukan khususnya Fatahilah, berbendera Macan Ali.

Dan pasukannya termasuk pasukan kasultanan Banten/ pasukan Surosowan, Cirebon, dan kuningan ( pasukan Sunda).

Setelah Raja Surawisesa terakhir tewas, sisa tentaranya melarikan diri hingga sempat bertahan di Pakuan (bogor) beberapa waktu.

 

Panji Macan Ali ini adalah panji  ( simbol bendera ) yang di gunakan ketika misi merebut kota Surakarta, kemudian mengubahnya menjadi kota Jayakarta. Jadi dari kesimpulan sejarah/ Jas merah, panji Macan Ali ini juga simbol panji lasykar Jakarta pertamakalinya.

Simbol ini di dapat dan mulai di gunakan Fatahilah sejak tiba di Cirebon, bertemu Ki Sunan Gunung Jati. Bahkan simbol ini di sebut di sejarah dari Ki Sunan Gunung Jati.

Simbol Macan ini juga di gunakan oleh Prabhu Siliwangi, Prabhu di masa keemasan Pajajaran. Konon Prabhu Siliwangi punya ilmu 10 macan siluman, bisa merubah wujudnya jadi berbagai macam macan, meliputi kumbang ( panther), tutul/ jagur ( leopard/ jaguar),  harimau, harimau putih, atau singa.

Makanya di sekitar jalur Jawa Barat, di temukan berbagai simbol Siliwangi dengan berbagai macam macan.

Simbol Macan juga di temukan di tugu Ashoka. Dan dari cerita sejarah juga terdapat hubungan silsilah kekerabatan dengan Raja-raja India dan Raja-raja Jawa, Kalimantan, bahkan Indonesia.

Adapun Pangeran Cakrabuana, kakak ibunya Ki Syarif Hidayatuloh/ Ki Sunan Gunung Jati, Nyi Rara Santang, keduanya dari isteri keduanya Prabhu Siliwangi, Nyai Rara Subanglarang yang di jadikan Permaisuri, karena mengikuti syarat nikahnya Prabhu Siliwangi dengannya.

Juga karena Nyai Rara Subanglarang ini turunannya Dipati Mertasinga/Singapura, yang kemudian jadi bawahan kerajaan Pajajaran.

Tadinya Mertasinga bernama Tumasik, bawahan Keprabon Mojopahit.

Kemudian lantaran situasi di Mojopahit makin kacau, dengan para pembesar/ pejabat korupsi, beberapa kerajaan yang tadinya bawahan melepaskan diri satu-persatu. Dan di antara yang melepaskan diri, termasuk wilayah Pajajaran di ambil Pajajaran jadi bawahannya.

Tadinya Tumasik sempat hendak di rebut oleh Raja Pahang/ Raja Siam/ Raja Thailand.

Tapi karena sifatnya Raja Pahang yang di cerita sejarah juga pernah berselisih dengan Paramisora yang kemudian jadi Raja I Malaka, juga kejam, semena-mena, maka Dipati Mertasinga memilih bergabung dengan kerajaan Pajajaran.

Terdapat cerita juga, Sultan Demak III, Trenggono ketika tiba di Jawa Barat, di cemooh oleh orang-orang Sunda, karena membuat krisis ekonomi pada penduduk Jawa.

English: Banten City, year 1724

English: Banten City, year 1724 (Photo credit: Wikipedia)

 

tbrm arief z_comic art

Sketsa Sultan gunungsepuh Banten Maulana Hasanudin_by tbrm arief z

Maulana Hasanuddin sejak bertakhta jadi Sultan Banten pertama dan berdirinya kasultanan Banten, membuat kasultanan Banten yang sangat besar perkembangannya, di bandingkan masa-masa sebelumnya di perintah oleh Dipati-dipati Banten sebelumnya, bahkan di masa kerajaan pertama di Banten, Salakanegara.

Bahkan sejak menjadi Sultan pertama Banten, sepak terjang Maulana Hasanuddin langsung menguasai segenap Banten, dengan menaklukkan kerajaan Banten Girang ( Banten selatan/ kulon), yang pernah terkenal sebagai penghasil kerajinan emas dan logam yang kaya raya. Contohnya hingga kini, tambang besi Cilegon.

Kemudian Maulana Hasanuddin juga membuat kota Jayakarta (kini ibukota DKI Jakarta, Indonesia)  di bawah kekuasaan Sultan Banten. Di samping juga merebut wilayah eyang buyutnya Prabhu Siliwangi menjadi Raja Pajajaran, yang terkenal dengan hasil kerajinan ukirannya/ penghasil perkakas ukir dan seni), Jepara di Jawa Tengah.

Bantam (Banten) Xacatara (Jayakarta) Cherebum ...

Bantam (Banten) Xacatara (Jayakarta) Cherebum (Cirebon) Taggal (Tegal) Margam (Semarang) Damo (Demak) Iapara (Jepara) Tubam (Tuban) Sodaio (Sedayu, now near Gresik) Surubaya (Surabaya) (Photo credit: Wikipedia)

Bahasa Indonesia: Peta sejarah Kesultanan Bant...

Bahasa Indonesia: Peta sejarah Kesultanan Banten 1527–1813) Jawa bagian Barat. Dibuat dan disempurnakan berdasarkan “Atlas Sejarah Indonesia dan Dunia”, PT Pembina Peraga Jakarta 1996. (Photo credit: Wikipedia)

Bahkan Demak, sejak Sultan Trenggono hingga wafatnya hanya pernah menguasai Semarang dan Demak. Tapi tidak menguasai Jepara.

Jepara ini juga tempat kelahiran tokoh emansipasi perempuan, penulis “Habis Gelap terbitlah terang,” Raden Ajeng Kartini.

Jepara juga terkenal dengan hasil kerajinan kacanya. Kalau di Cirebon dengan pelukis kacanya.

Di sekitar kawasan Malioboro, Jogjakarta, juga pernah nampak beberapa pembuat kerajinan kaca, secara spontan.

Karena latar untuk menguasai perdagangan rempah-rempah, Maulana Hasanuddin kemudian melakukan ekspansi ke Sumatera, untuk menguasai wilayah perkebunan rempah-rempah, dan mendapatkan wilayah Lampung.

English: The grave of Maulana Hasanudin, Sulta...

English: The grave of Maulana Hasanudin, Sultan of Banten (1552-1570) Bahasa Indonesia: Repronegatif. Makam Maulana Hasanudin, Sultan Banten (1552-1570) Nederlands: Repronegatief. Het graf van Maulana Hasanudin, Sultan van Banten in the periode 1552-1570 Basa Sunda: Répronégatif. Pasaréan Maulana Hasanudin, Sultan Banten (1552-1570) (Photo credit: Wikipedia)

Surosowan art history doc

Doc. Sultan Banten Abdul Mufakhir. Sumber : lukisan seniman grafis Perancis abad 17 m. Dan efek Adobe Photoshop CS 6, by  Arief Z

Surosowan art history doc

Pasar Banten (doc. Surosowan art history ), efek Adobe Photoshop CS 6 by  Arief Z.

 Surosowan art history doc

Doc. Rempah Pamarican cabang perusahaan kasultanan Banten Darussalam, by  Arief Z. prince Banten, prince jakarta prince junggaluh (galuh purba), and prince kajoran elder mataram

Hingga kini pun, wilayah perkebunan di Lampung yang membesarkannya adalah petani-petani Jawa, juga sejak program transmigrasi yang di canangkan Presiden RI kedua, purn. Jenderal Soeharto. Termasuk pada konservasi gajah-gajah di Lampung, bahkan hingga pelatihan gajah-gajah menjadi hewan kendaraan tunggangan bahkan hewan sirkus. Hingga terdapat pertandingan sepakbola Gajah.

Di kulon, bahkan di beritahu saudara, telah terdapat pagar beton, walaupun populasi Badak Banten sebagai sisa Badak Jawa juga memperihatinkan dengan cuma sisa keberadaan 4 badak betina, buat badak jantan yang berjumlah lebih banyak, walau tidak banyak juga jumlahnya.

Tapi mungkin info pagar beton cagar satwa ini bisa berguna, seperti dengan cerita di pulau Komodo, antara sisa komodo dengan penduduk setempat.

Dan mungkin juga perlu impor Badak betina buat Badak jantan Banten/Jawa, seperti Pangeran Banten/ Jawa, dan pria Indonesia pernah impor perempuan mancanegara sebagai isteri pelaminannya.

Dan di sejarah pula di temukan informasi, bahwa di masa Sultan Banten kesekian, pernah terjalin hubungan erat dengan Raja Landak di Kalimantan.

Raja Landak tersebut kemudian menjadi Sultan Pontianak, atau bergelar Sultan Hamid.

Location of Banten in Indonesia

Location of Banten in Indonesia (Photo credit: Wikipedia)

Museum Fatahilah, Front Facade

Museum Fatahilah, Front Facade (Photo credit: DMahendra)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s