JURNAL PETUALANGAN KSATRIA SUROSENA. AKIBAT MASA KORUPSI MUNCUL TANDA AKHIR JAMAN III

JURNAL PETUALANGAN KSATRIA SUROSENA. AKIBAT MASA KORUPSI MUNCUL  TANDA AKHIR JAMAN III.

Jurnal-Ilustrasi cerita Komik Petualangan Ksatria Surosena & Metamorfosis

TB Arief Z-art
kOVER KOMIK JURNAL PETUALANGAN KSATRIA SUROSENA. KONTROVERSI DI MASA KORUPSI & TANDA AKHIR JAMAN III.

Awal Tahun baru Januari 2013 melalui musim hujan yang panjang, dengan angin kencang, dan lemahnya proteksi dari resiko banjir

Sejak Desember 2012, memasuki awal tahun baru 2013, kedatangan musim hujan berkepanjangan yang turun deras dengan angin kencang melanda sekitar Indonesia.

Paling duluan nampak terkena banjir adalah ibukota Jakarta.

Dan yang menjadi pembicaraan di sekitar massa adalah pembahasan soal semakin buruknya tata kota Jakarta.

Termasuk akibat dari masa kegubernuran DKI Jakarta kemarin, sejak masa Sutiyoso-Fauzi Bowo, Fauzi Bowo-Priyanto. Di mana bahkan Fauzi Bowo/ Foke tidak mau mengaku ikut tanggung jawab soal proyek busway, padahal ia Wagubnya di masa sejak proyek busway di buat, hingga Wagubnya Foke, Priyanto bahkan mengundurkan diri di tengah masa jabatan.

Massa membincangkan soal semakin memburuknya tata kota Jakarta, dengan meninjau makin berkurangnya sarana saluran got, kanal, kali menyempit, dan berkurangnya drainase.

Dari Syarif Arifin, juga memperhatikan makin hilangnya empang-empang di Jakarta. Yang dulu pernah di lihatnya banyak terdapat seperti di sekitar kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Yang dulunya seperti wilayah khusus area tanah perkebunannya di Jakarta. Juga di pinggir-pinggir kota Jakarta.

Padahal keberadaan empang-empang ini sudah menjadi bagian dari ciri khas penduduk kota Jayakarta dulu, yang mulanya berpribumi dominan orang Sunda-Sedayu dulu di Jakarta. Memang kalau pribumi pertama di Jakarta, mulanya di sebut orang Sedayu, bagian dari peranakan suku Sunda yang tersebar di segenap tanah Sunda.

Di antara segenap suku Sunda, seperti suku Indian, terdapat juga beberapa jenis suku Sunda, seperti Sedayu (Sunda Jakarta), Baduy (Sunda Banten kulon/selatan), Banten, Sumedang/Kawali, Sunda Tasikmalaya, Cirebon,dll.

Seperti di Jawa, terdapat suku Mataram, Tengger, dll.

Seperti di antara suku Indian, terdapat suku Apache, Sioux, dll.

Syarif Arifin atau Ksatria Surosena termasuk turunan suku Sedayu ini.

Kemudian kota Jakarta juga di sebut berpenduduk heterogen. Di antaranya melalui urban, atau perpindahan penduduk, atau pernikahan misal dengan orang Jawa, Sumatera, Tionghoa, hingga bangsa barat dan Arab.

Mungkin jika di bandingkan dengan film The Last Mohikan, Syarif Arifin termasuk seperti tokoh Indian kaukasia suku Mohikan di antara suku-suku Indian, yang di perankan Daniel Day Lewis, ketika sempat di rekrut sebagai koboy dan menentang kolonial Inggeris. Dulu koboy seperti serdadu lepas sewaan Inggeris. Atau serdadu freelance, tapi naluri natifnya tetap sebagai sebangsa Indian.

Tapi bagaimanapun di jaman modern abad 20 m., ini Jakarta telah jadi berpenduduk heterogen, atau beraneka ragam suku tapi telah jadi warga DKI Jakarta.

Memang jika menurut UUD 45, pasal 18 BAB Otonomi daerah juga tercantum isi pasal, Pemerintah, MPR, DPR, bangsa-bangsa wajib memandang hak asal-usul istimewa kedaerahan.

Pasal ini juga di terjemahkan hak teristimewanya juga berhubungan hak otonomi/wewenang teristimewanya milik hak Raja-raja di tiap kerajaan di segenap daerah Indonesia, di kedaerahannya masing-masing. Termasuk hak mendapatkan jatah mal/harta bumi teristimewa buat Raja-raja dan keluarganya, berdasarkan hubungan hak asal-usul istimewa kedaerahannya.  Di mana berdasar hubungan Jas merah asal-usul istimewa para Raja di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, Asia, dan internasional, Raja gunungsepuhnya ialah Kaisar Sultan Banten Darussalam, pemilik hak istimewa gunungsepuhnya (The elder mountain privilige sovereign).

Walau kecewa dan kontroversinya bagian rasa konsekuen hak asal-usul istimewa kedaerahan ini, nampaknya inkonsisten di dapat sesuai hak rasa keadilan di kenyataan kini.

Seperti Kaisar Jepang, yang bahkan ikut di tunjang dan di danai dari uang negara dan rakyatnya Jepang, mestinya Kaisar Sultan gunungsepuh Banten Darussalam yang bahkan hak istimewanya lebih tinggi di bandingnya, mestinya dapat jatah istimewa lebih konsekuen pembayaran hak istimewa Kaisar Sultan gunungsepuhnya.

Seperti hubungan, ketika Presiden RI pertama Soekarno di tanya jurnalis asing, kenapa Bapak justru suka membangun monumen? Dan jawaban Pak Karno justru simbol keistimewaan bangsa Indonesia yang perlu berat di wujudkan keberadaannya, sebagai tanda pusaka kebesaran bangsa negara.

Dan Indonesia bukan hanya negara sempat bersejarah komunis, tapi ucapannya Pak Karno, Nasakom, sosio nasional, keadilan sosial.

Cuma ironisnya, Jakarta kini juga terkena masalah kemacetan dan kepadatan penduduk teramat parah juga di hubungkan soal masalah banjir dan adanya usulan relokasi sebagian warga. Kemudian sempat dari massa memperhitungkan soal membatasi urbanisasi ke Jakarta.

Buat keturunan Sedayu, dan warga lama DKI Jakarta mungkin yang merasa aman dengan soal jika terhubung pembatasan penduduk DKI Jakarta, dan soal relokasi.

Jakarta, walau kota segudang masalah, juga ada segi buruknya, tapi tetap saja punya daya tarik membuat orang datang ke Jakarta.

Di mana warga Jakarta juga tetap punya rasa cinta pada kota Jakarta. Dengan beraneka aspirasi, juga bertujuan untuk mengungkapkan rasa cintanya pada kota Jakarta. Seperti orang Jakarta juga punya rasa cinta pada negaranya, Indonesia.

Di mana kagum juga melihat Pak Jokowi, Gubernur baru DKI Jakarta tapi bahkan sejak sebelum terpilih sudah menunjukkan perhatian besarnya pada warga miskin yang tinggal di pinggiran dan wilayah kumuh di Jakarta. Di mana heterogen suku juga warga miskin di Jakarta. Bahkan termasuk di antara orang Betawi juga ada yang miskin.

Di mana justru di antara bumiputera Sedayunya mungkin nampak seperti melalui saja, karena berbagai sebab, di antaranya : lemah daya, bukan di bidang/tempat urusannya, berhubung sebagai staf SAR,  tidak berada dekat sekitar lokasi TKP, sudah ada tim dan jaringan di bidangnya urusan demikian, golongan putera mahkota atau warga kesayangan yang di istimewakan hingga warganya / aparat yang maunya jadi punggawa, tidak membiarkan turun ke lapangan, lantaran khawatir di situasi rawan, untuk perlindungan, atau menghindari selisih yang di anggap bukan bidang urusannya oleh aparat yang memang sudah di kewenangannya soal kerjanya mengamankan, sudah cukup tim punggawa bantuan, dsb. Dan berlaku sebagai sayid Sedayu, menempatkan diri di pucuknya saja.

Atau misalkan seperti pernah di tayangkan di film buatan Amerika, di mana terdapat di perlihatkan semacam Indian shaman modern, di perlihatkan juga ia berpakaian ala modern, dan kegiatannya juga duduk di sofa menonton televisi. Tidak kasak-kusuk nampak giat seperti orang Indian dulu, tapi tetap punya bakat shaman mistisnya.

Dan seperti orang Indian yang juga terdiri dari beberapa suku, juga plural kepercayaan. Seperti misal di Indian Jawa dan Indonesia, tidak sepenuhnya percaya ramalan peramal suku Indian Maya, yang di sebut punya 6 jari tangan.  Orang Indian Jawa juga ada yang punya bakat shaman.

Walau sempat melihat pula, tapi juga sibuk dengan kegiatan masing-masing seperti orang Indian berusaha menjadi modern. Memang kebanyakan keturunan orang Sedayu dulu, rata-rata kelas antara ekonomi menengah.

Bahkan di keseharian juga terdapat kelompok sesama Betawi, berseteru, seperti misal antara FBR dan IKBR. Dan orang Sedayu juga plural sifat, seperti orang Jawa di pulau Jawa.

Namun, mungkin bersama warga lama Jakarta juga dapat bangga jika di golongkan status identitasnya sebagai orang Sedayu / Betawi, labelnya suku Jakarta.

Di mana mungkin juga sempat mendapat perlakuan sama, misal ketika bepergian ke kota/ wilayah lain, kemudian kerabat atau penduduk melontarkan ucapan, Dari Jakarta ya? atau kenalin, ini anak Jakarte.

Di unsur etnik Jakarta, misal di bahasa, seperti di Jawa, terdapat jenis-jenis bahasa halus dan kasarnya.

Jika kalau di Jawa, misal di sebut Jawa ngoko (kasar), dan Jawa halus. Di bahasa Betawi juga ada halus dan kasarnya. Misal menyebut saya dengan aye, ada yang sebut gue. Yang juga terdapat melalui hubungan sejarah kota Jakarta termasuk wilayah kesultanan Banten Darussalam, misal juga kemudian melakukan hubungan dengan kesultanan Gowa Tallo, maka muncul bahasa gue sebagai tambahan aye/ saya.

Di mana juga hubungan dengan sejarah maritim di kasultanan Banten termasuk melibatkan kota Jakarta sebagai kota utama bandar pelabuhan dagangnya. Dengan tanda sejarah perahu dulunya menggunakan kapal Sunda kuno, kemudian jung Demak, kemudian pinisi Jakarta. Di kasultanan Mataram pun demikian, setelah Sultan Mataram melakukan penghapusan kapal jung Demak, di gantinya pinisi Jawa. Maka perahu tradisional di Jawa pun menjadi berciri keanekaragaman pinisi Jawa.

Kota Jakarta yang dulunya bernama Sunda Kelapa (waktu masih jadi pelabuhan), di masa purba sejak kerajaan Tarumanegara, kemudian di masa penguasaan kerajaan Sunda-Pajajaran yang raja-rajanya bergelar Sura, lantaran masih keturunan peranakan Sunda-Suralaya / Sunda-Israil (sejarah tulisan Prof.Nina Herlina Lubis), bernama Surakarta. Kemudian di masa peralihan ke Islam, menjadi Jayakarta.

Tapi, ironisnya bahkan Raja-raja keturunan bangsa Israil, seperti Inggeris, Perancis, Spanyol, Jerman,Belanda, bangsa Israel, Eropa yang juga asal dari bangsa Israil, belum nampak nyata, (atau mungkin karena belum sempat mengetahui) dengan turut sertanya menghargai dan partisipasinya turut serta berperan konservasi hak privilisasi Kaisar Sultan Banten juga sebagai sisa Kekaisaran Islam sesama turunan Israil. Sebagai juga sisa Kaisar Sultan Israel, yang cuma berpindah tempat dari Yerusalem/ Bethlehem ke Banten, kemudian ke Jakarta.

Asal-usul kesultanan Banten juga ada hubungan arti dengan sejarah Bethlehem, ibukota kekaisaran Yerusalem/Israel.

Tapi di sebutan bahasa Sundanya menjadi Banten dari Bethlehem, seperti di lisan Jawa sebutan Suralaya (yang juga terdapatnya di wilayah Propinsi DI Banten ) dari Israel, sedari asal-usul masa purba. Berhubung juga Raja-Raja Banten juga turunan peranakan Israel sejak jaman purba.

Cuma bagian sejarah ini nampak kurang di perlihatkan, lantaran karena termasuk di wilayah negara berpenduduk mayoritas umat Islam, juga kontroversi dengan aksi-aksi ulah zionis Israel menjajah dan menindas di Palestina.

Di mana, padahal di AS, negara-negara Eropa, bahkan di internal warga Israel pun ada yang sama kontroversi tidak sepaham dengan aksi ulah agresi zionis Israel menjajah di Palestina.

Di samping juga khawatirnya / tenggang rasa dengan adanya rasa iri; atau hadangan terbesarnya justru dari politisi elit busuk berhubung upayanya berkedudukan kuat dan kaya sebagai penguasa melalui jalur kedudukan politisi nasional di negara Indonesia, bila jadi koruptor kebal hukum, mencurangi ekonomi mestinya sesuai hak Raja-raja dan rakyat sesuai hak penghidupan layaknya mestinya (ps 27 ayat 2 UUD 45), melalui kewenangan dan jaringan elit nasionalnya, karena di antara para raja-raja di Indonesia bahkan di Asia dan di antara Raja-raja Arabpun, cuma keluarga Sultan Banten dan Cirebon yang peranakan Israel sejak jaman purba.

Tapi keluarga Sultan Banten pun walau sebagai sesama keturunan bangsa Israel/ Eropa, juga bertolak dengan sifat tentara zionis Israel yang berbuat penjajah di Palestina, andai saja pasukan Israel yang kuat itu, atau dari segenetiknya pasukan AS, atau dari negara Eropa, Spanyol, Portugis, Amerika Selatan, bisa turut serta di gunakan dan mematuhi di bawah wewenang Sultan Banten yang juga Rajanya bangsa Israel dan Eropah, untuk di gunakan sebagai pasukan bantuan, turut menghukum para penjahat elit bangsa Indonesia.

Kasus penganiayaan TKI di Malaysia, di Arab, di Timur tengah. Dan tidak lagi menduduki, menjajah, mengusik, melakukan agresi pada penduduk Palestina.  Bahkan bisa bersedia di hukum oleh Kaisar Sultan Banten, jika melakukan pelanggaran HAM kejahatan kemanusiaan, di wilayah kerajaan Banten, seandainya saja fasilitas kerajaan Bantennya juga ada.

Padahal secara HAM internasional, hak kewarganegaraan internasional dari Ius Saunginis dan Ius Soli terdapat relasi soal konsekuensi kewenangan demikian. Bisa di gunakan melalui kewenangan untuk menegakkan rasa keadilan dan ketenteraman di muka bumi internasional.

Mungkin seperti perbandingan modern, dengan misal serdadu-serdadu AS, atau Inggeris ketika di tempatkan di luar negaranya, kemudian kurang di perhatikan ketelantarannya, di banding yang sudah berada di tempat negaranya yang makmur, berprasarana mapan.

Ironis juga kenapa sisa Kaisar Sultan Banten-Bethlehemnya bangsa Israel/ Eropa justru bila cuma bermukim dan punya rumah hanya di Jakarta misalkan, kenapa tidak sekalian punya rumah juga di wilayah bangsa Eropa termasuk di Amerika, sesuai dengan statusnya sebagai sisa Kaisar Sultan Banten/Bethlehem Suralaya Jawa. Padahal punya hubungan hak asal-usul istimewa kedaerahan.

Di masa Raja Purnawarman, Raja generasi Tarumanegara, mencantumkan program utama masa pemerintahannya untuk membangun saluran-saluran, melalui prasasti Citarum, yang dulunya terdapat di sungai Citarum, Bogor dengan cap jejak kakinya.

Bahasa Indonesia: Saya pembuat foto ini melepa...

Bahasa Indonesia: Saya pembuat foto ini melepaskan lisensinya menjadi Domain umum.Bkusmono 05:55, 16 Juli 2007 (UTC) (Photo credit: Wikipedia)

Kemudian cara tradisi Raja Tarumanegara berlanjut hingga masa kerajaan Pajajaran, bahkan kesultanan Banten, misal pada pentahbisan Sultan Banten Darussalam, di mana melalui prosesi di lantik dengan Sultan berdiri di atas batu.

Entah pula, apa maknanya. Mungkin juga berhubung dengan sebagai kholifah, juga amanat konservasi alam, di tandai dengan batu alam. Atau di dalam komplek istana kesultanan kanoman Cirebon pun dengan terdapatnya area batu Sunyaragi.

Atau meninjau peninggalan Raja Airlangga, dengan petirtaan-petirtaannya terbuat dari batu alam juga, candi-candi peninggalan dulu.

Seandainya Jakarta bisa juga di jadikan ibukota Kerajaan Islam Bethlehem (Banten-Suralaya Darussalam ibukota kerajaan pusaka internasional) dan Trowulan Jawa.

Jika mengingat bacaan sejarah di masa Nabi Daud, hingga Nabi Sulaiman ‘as., yang juga pernah menjadi Kaisar Sultan di dunia, terdapat babakan Nabi Daud hingga Nabi Sulaiman juga melakukan ekspedisi-ekspedisi perluasan wilayah. 

Catatan evaluasi buat bakal Pemilu 2014

Notes : Buat bakal pemilu 2014, supaya jangan terulang kejadian pemilu 2009 silam, mestinya partai berkuasa di masa pemerintahan kemarin yg sudah di cap buruk, tidak lagi di beri kesempatan di bakal pemilu 2014 kemudian, seperti Demokrat.

Juga jangan sampai ada lagi calon wakil2 rakyat seperti Primus, Jihan Fahira, Eko Patrio; dari PAN, Vena Melinda, Anas Urbaningrum, Nazaruddin, dan sejenisnya.

Dikurangi saja itu anggota DPR demikian, dan sekalian jumlah anggota DPR yang nampak makin bertambah banyak, buat tidak boroskan uang negara. Di samping kenyataannya tidak menghasilkan kemaslahatan, tapi berat mubazir, mudhorot buat tujuan mewujudkan pemerataan kesejahteraan dan memajukan rakyat bangsa dan negara.

Juga dengan orang2 PKS, yang plintat-plintut tiba-tiba menyatakan koalisi dengan partai Demokrat. PKS pun menjadi Partai Keadilan Saru (palsu).

Dan ketika hendak di periksa KPK, lantaran di duga terlibat korupsi, malah dari perwakilan fraksi-PKS di DPR, melarang KPK memeriksa anggota fraksi-PKS. Atau juga ketika terdapat anggota Golkar yang juga di duga terlibat korupsi, hendak di periksa KPK, juga menolak.

English: Metro TV News Van at Merdeka Square, ...

English: Metro TV News Van at Merdeka Square, Central Jakarta. (Photo credit: Wikipedia)

Peristiwa Pemadaman Listrik di kota Jakarta sejak 16 Januari 2013

Sejak hujan bertubi-tubi berkepanjangan melanda kota Jakarta, menyebabkan banjir sejak kemarin, di tambah lagi banjir kiriman dengan di bukanya bendungan katulampa dari Bogor yang tidak mampu lagi menampung air hujan deras, di malam harinya, 16 Januari 2013  tiba-tiba terdapat peristiwa pemadaman listrik serentak di kota Jakarta.  Bahkan hingga lama sekitaran 3-4 jam.

Kemudian keesokan harinya, di malam hari juga pemadaman listrik serentak sekali lagi mengenai ke segenap rumah penduduk di Jakarta.

Menurut info yang di dapat dari tetangga, terjadi kebakaran di gardu listrik Cawang. Mungkin itu juga hubungan sebab musababnya pemadaman listrik di lakukan.

  • Akibat perbuatan masa korupsi dan ketidakadilan muncul tanda akhir jaman

Di Qur’an tercantum ayat, ALLOH dan Para Malaikat turut serta Mengawasi keadilan di langit dan bumi, dan hujan deras turun lagi menyebabkan sejumlah titik di wilayah dan jalan transportasi kota Jakarta tergenang banjir.

Di samping akibat pengkhianatan korupsi, ketidakadilan,tumbuh menjadi kota heterogen kapitalisme zolim, mengabaikan, ada  tidak menghargai, mencurangi  dan membayar hak istimewanya bagian penghidupan layak Rajanya kota Jakarta, sebagai kota pusat perekonomian Indonesia setiap harinya di perkirakan jadi mengalami kerugian sekitar 33 miliar perhari.

Banjir juga ada di kaitkan akibat perbuatan korupsi, human eror, dan ketidakadilan.

Misal di tinjau dari perubahan tata kota, melalui peninggalan dari masa di antara gubernur DKI Jakarta sebelumnya.

Makin berkurangnya fasilitas drainase-drainase kota Jakarta, di antaranya juga di sebabkan pembangunan mal-mal yang di sebut dari buatan grup Ciputera, yang juga kolusinya Gubernur DKI Jakarta kemarin, Fauzi Bowo/Foke.

Banjir itu termasuk akibat korupsi ulah di antara warga. Misal tadinya sudah di buat fasilitas2 drainase, di jadikan mal sama Ciputera grup kolusian sama Gub DKI kemarin, Foke. Termasuk jadi di buat ketutup itu drainase-drainase dulu. Kmd tiba2 aja kini ada yg malah tujukan kambinghitam ke Pak Jokowi, pdhal layaknya beliau bukan spt malah di grecoki, tapi di bantu.

Ada lagi kali-kali ada yg di sempitkan, yg pelakunya juga di antara pemilik rumah di pinggir kali.

Ketiga perubahan beberapa kawasan, tadinya kawasan kebun bbrp tahun kmd jadi kawasan rumah2 padat.

Keempat ulah warga buang sampah ke kali.

kelima saluran-saluran got ada yang tertutup, akibat perubahan konstruksi tempat bangunan.

Dan hujan skr lebih panjang waktunya di banding peristiwa banjir besar sekitar tahun 2003. Dan banjirnya juga salah ulah di antara warga juga.

Keenam, dulu di kawasan khusus kebon2, ada di sampingnya empang2 di pinggiran kota Jakarta, dulu Jakarta bener2 kota metropolitan, kawasan metro ada, kawasan Tasikmalayanya juga ada, tapi kini empang2 termasuk ada kolam ikannya, Tasikardi2 dan kebonnya hilang.

saluran kanal2 juga terdapat sampah

Kambing hitam banjir kiriman dari Bogor. Padahal sudah ada pembuatan banjir kanal barat dan timur.

English: The emblem of Jakarta, featuring shie...
English: The emblem of Jakarta, featuring shield with image of Monas (National Monument),rice and cotton, wave of water, the Jaya Raya. (Photo credit: Wikipedia)
To be continue at page
JURNAL PETUALANGAN KSATRIA SUROSENA. AKIBAT MASA KORUPSI MUNCUL  TANDA AKHIR JAMAN III.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s